Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 100


__ADS_3

Malam pun tiba. kini semua orang telah berkumpul di ruangan yang telah di pesan Reno.


"kita berbincang di sini saja" ucap Reno memulai


"jadi ayah ngajak kita berkumpul cuman mau berbincang doang?" ucap Ririn


"iya sayang" jawab Reno


"sebenarnya kita mau meeting tentang sesuatu" ucap Deni


"meeting apa dad? sama kita?" ucap Lia yang hanya diangguki oleh Deni


"tadi ayah dapat telfon dari kawan ayah..ayah sudah dapat tanggal yang tepat untuk melakukan pernikahan Aisyah dan Rehan" ucap Reno


"pernikahan? mbak Aisyah mau menikah? kok nggak ngasih tau Ririn?" ucap Ririn menatap Aisyah


"mbak Aisyah sudah ngomong ke kita kemarin..saat kamu nggak ada" ucap Vreya sambil memakan kuaci kesukaannya


"oh gitu.. terus kapan nikahnya?" ucap Ririn


"sabar sayang,, tadi ayah mau bicarakan itu..tapi kamu potong duluan" ucap Gus Sofyan merangkul pinggang Ririn yang berada di sampingnya


"tau tuh..apaan sih" ucap Vino berlagak kesal


"jadi tanggal pernikahannya itu tepat lima hari dari sekarang" ucap Reno


"karena pernikahannya sudah dekat, jadi ayah memutuskan untuk melakukan pernikahan di hotel ini" sambungnya


"menurut kalian gimana?" sambungnya lagi meminta pendapat dua calon mempelai


"jangan sakit hati Vin. kamu sudah berjuang cukup lama dan ini akhirnya kamu berhenti. wanita di dunia ini bukan cuma Aisyah..ikhlaskan.. ikhlaskan" ucap Vino menahan kesedihannya


"kalau Ririn sih setuju yah" ucap Ririn


"hm Rere juga" ucap Rere


"Vreya juga yah" ucap Vreya menimpali


"kalau Vreya dan Ririn setuju,,berarti Lia juga setuju yah" ucap Lia


"ayah nggak minta pendapat kalian...ayah minta pendapat Aisyah dan Rehan" ucap Reno yang mengundang tawa semua orang


"hahahaha kepedean banget sih ahaha" tawa Vino


"ih apaan sih bang" ucap Lia kesal


"sudah sudah..jadi gimana Syah? Han?" ucap Deni


"kalau Aisyah sih setuju dad..tapi nggak tau dengan Rehan" ucap Aisyah melirik Rehan sekilas


"Rehan setuju kok om" ucap Rehan


"ya sudah kalau begitu..sekarang Aisyah pergilah ke kamar dan tak boleh keluar kamar sampai hari pernikahannya datang" ucap Reno


"mbak Aisyah di pingit juga yah?" ucap Vreya

__ADS_1


"iya Vre.. Aisyah itu termasuk anak ayah..jadi dia harus mengikuti peraturan yang ada di keluarga kita" ucap Reno


"emangnya kak Aisyah mau?" ucap Rere menatap Aisyah


Aisyah tersenyum manis "mau kok Re..ya udah kalau begitu Aisyah pamit dulu ya.. assalamualaikum" ucap Aisyah kemudian pergi dari ruangan tersebut


"kak..Afiz temenin ya" ucap Afiz yang hanya diangguki oleh Aisyah


"harus di simpan gitu ya..jadi lima hari ini aku nggak ketemu Aisyah dong..padahal pengen banget ketemu walaupun hanya melihat wajahnya saja" ucap Rehan dalam hati


Gus Sofyan terkekeh "sabar Han,,lima haru saja kok" ucapnya memukul pundak rehan yang berada di sampingnya


mereka melanjutkan dengan makan malam bersama. tak lupa pula Reno mengirimkan makanan ke Aisyah dan Afiz


setelah makan,, mereka melanjutkan dengan acara bersantai dan mengobrol ria bersama sama


"rumahnya bersih kan Rin?" ucap Syakira


"oh bersih kok mom..makasih ya" ucap Ririn tersenyum manis


"Hadiah dari pa juga bagus. makasih ya pa" sambungnya menatap Angga


"bagus dari mana,, kan cuman tanah kosong" ucap Vania


(Ririn dan Gus Sofyan sudah menemukan hadiah dari papanya ya guys.. author sengaja nggak masukin ke cerita karena sudah nggak sabar mau ikut Ririn liburan hehe)


"tanah kosongnya bisa jadi taman bermain nanti ma..jadi bagus kan" ucap Ririn tersenyum manis


"eh iya..gimana kalian kemarin?" ucap Vreya


"Gus Sofyan gass nggak?" ucap Lia


"duh mereka mulai ngelantur nih ngomongnya..di sini kan banyak keluarga..malu sama si ustadz kan jadinya" ucap Ririn dalam hati dengan menunduk


Gus Sofyan tersenyum "sesuai yang kamu perintahkan" ucap Gus Sofyan terkekeh diujung kalimatnya


Ririn membulatkan mata setelah mendengar jawaban dari Gus Sofyan dan kembali menunduk karena tersipu


"wahh Sofyan nurut juga ya anaknya haha" ucap Deni


"gimana? berhasil nggak?" ucap Vania


"berhasil nggak? berhasil nggak? berhasil lah masak nggak!" ucap Vreya, Lia, dan Rere bersamaan


"hahahaha" tawa semua orang pecah seketika


Ririn hanya tersipu dengan omongan semua keluarganya. sedangkan Gus Sofyan hanya merespon kekehan kecil tentang kejadian tersebut.


karena Gus Sofyan mengerti dengan keadaan Ririn yang malu,,Gus Sofyan merangkul pinggang Ririn dan izin untuk membawa Ririn keluar


"Sofyan jalan jalan di sekitar hotel boleh nggak yah?" ucap Gus Sofyan


"oh iya iya silahkan. nanti kalau sudah jalan jalannya,, langsung istirahat saja. besok Sofyan bantu ayah ngurus hotel untuk acara pernikahan Aisyah ya" ucap Reno


"oh baiklah ya.. assalamualaikum" ucap Gus Sofyan menggandeng tangan Ririn keluar ruangan

__ADS_1


selama di luar ruangan pun, Ririn masih terus menundukkan kepalanya


"udah..nggak usah malu gitu..hanya ada saya kok di sini" ucap Gus Sofyan mengelus kepala Ririn


"iya tapi Ririn malunya sama ustadz" gumamnya


"hahaha nggak papa,, sayang" ucap Gus Sofyan


"mau jalan jalan kemana ini?" sambungnya


"langsung istirahat ke kamar saja" ucap Ririn yang masih menunduk


Gus Sofyan menuntun Ririn menuju kamarnya. setelah sampai kamar, Ririn tetap tak mau menatap wajah Gus Sofyan karena malu


"kamu kenapa?" ucap Gus yang duduk di sofa


"sudah Ririn bilang..Ririn malu di omongin kayak tadi" ucap Ririn


Gus Sofyan menghampiri Ririn yang berada di depan meja hias dan memeluknya dari belakang


"malu kenapa sih? kan saya suami kamu..nggak usah di pikirin lagi ya, sayang" ucap Gus Sofyan dengan posisi yang masih memeluk Ririn


Ririn menoleh ke arah Gus Sofyan,,dan menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.


"sangat nyaman" lirihnya


"iya dong kan saya pakai parfum mahal" ucap Gus Sofyan


"ih parfum Ririn lebih mahal" ucap Ririn melepaskan pelukannya


"sayang,," panggil Gus Sofyan


"eh ustadz kenapa panggil Ririn sayang?" ucap Ririn heran


"salahkah?" ucap Gus Sofyan


"nggak salah sih..tapi aneh aja,,ustadz Sofyan nya Ririn yang terkenal dingin dan nggak perduli..panggil Ririn dengan sebutan sayang" ucap Ririn


"sangat tak bisa di percaya..dan seperti mimpi" sambungnya


Gus Sofyan mencium pipi Ririn "masih merasa mimpi?" ucapnya


"ih kebiasaan nggak izin deh pas mau cium cium" ucap Ririn kesal


"buat cucu kembar untuk ayah yok" ucap Gus Sofyan tersenyum menggoda


"hahaha" Ririn tertawa geli


"kok ketawa? nggak mau?" ucap Gus


"Ririn nggak bisa nolak sebagai istri..hitung hitung honeymoon juga hehe" ucap Ririn terkekeh kemudian mencium pipi Gus Sofyan


Gus Sofyan menggendong Ririn menuju ranjang..menidurkannya perlahan, mulailah membaca doa dan mencium kening istrinya lembut..


kemudian mereka melakukan apa yang ada di pikiran para readers semua wkwkwk

__ADS_1


-see you


__ADS_2