
satu minggu telah berlalu, kini keadaan Rere sudah jauh lebih baik, bahkan sudah bisa dikatakan sembuh. Rere sudah kembali ke rumah sejak empat hari yang lalu dan mulai melanjutkan rawat jalan di rumah hingga bisa stabil seperti sekarang.
"tak terasa ya akhirnya Rere sudah sembuh" ucap Rere merentangkan kedua tangannya sambil menuruni tangga
"morning Re..bagaimana keadaannya?" ucap dokter Johan yang melihat Rere sedang berjalan menuju ruang keluarga
"jauh lebih enak sih dok. apa Rere sudah sembuh?" ucap Rere kepada dokter Johan
"sini Abang periksa dulu" ucap Vino yang tiba-tiba muncul
"Abang,, Rere kira siapa" ucap Rere terkejut
Vino memeriksa keadaan Rere. Vino bahagia bahwa adiknya sudah sembuh dari proses pemulihan transplantasi jantung.
"sudah sembuh kok Re" ucap Vino mengelus rambut Rere
"hehehe Iya dong, kan ada dua dokter ganteng di rumah Rere..pasti cepat sembuh lah" ucap Rere terkekeh di ujung kalimatnya
"good morning guys.. good morning.. good morning" ucap Ririn sambil menuruni tangga menuju sofa
"Iya good morning kak. shopping yok" ucap Rere kepada kakaknya
"yaelah baru juga sembuh udah mau shopping shopping aja anda" ucap Vino merangkul adiknya gemas
"dih suka-suka Rere dong. kok Abang yang sewot" ucapan lirik kesal karena abangnya sudah merusak rambut yang telah ia rapikan
"kamu baru sembuh Re.. yakin mau shopping sekarang?" ucap Reno menuju mereka
"ya yakin dong yah" ucap Rere tersenyum menampakkan giginya
"ya udah sana ganti baju. ntar ditemenin Kakak sama teman-temannya ya" ucap Reno mengelus rambut Rere
"oke yah" ucap Rere membentuk huruf O dengan jari telunjuk dan jari jempol kemudian berjalan menuju tangga
"hati-hati nak" ucap umi Hamidah yang sedari tadi menyimak percakapan mereka dari dalam dapur
"Iya ummah" teriak Rere
"Ririn nggak mau ganti baju juga nak?" ucap Reno beralih menatap wajah Ririn
"yaelah yah,, Ririn mah kalau pun nggak ganti baju tetap cantik kok" ucap Ririn dengan PD nya
"hahaha dasar kamu! ganti baju dulu sana" ucap Vino mengelus puncak kepala Ririn
"You're right, you will still look beautiful no matter what (kamu benar, kamu akan tetap terlihat cantik bagaimana pun keadaannya)" ucap dokter Johan dalam hati tersenyum melihat punggung Ririn yang berjalan menaiki tangga
__ADS_1
*******
-di kamar Ririn
"wah keren! cantik banget akunya ya" ucap Ririn dengan memperhatikan wajahnya di depan cermin
"aku yakin sih calon suami aku akan bangga milikin aku nanti" ucap Ririn dengan kepercayaan diri yang tinggi
"gak bisa mikir lagi dah.. Gimana caranya sih bisa cantik kayak aku gini" sambungnya lagi
"sepertinya dokter spesialis oplas nggak akan bisa niruin wajah spesial aku deh. yakin banget deh" ucap Ririn terkagum-kagum
dengan menggunakan gamis hitam dan hijab pashmina berwarna putih, disertai sedikit polesan make up..gadis tersebut tampak lebih anggun dan lebih cantik
"selfie dulu aaahh" ucap Ririn mengambil handphone nya yang berada di atas nakas
"waahh..asli cantik banget dh beneraaann" ucap Ririn tak henti hentinya kagum kepada wajahnya sendiri
"Kak.. Kakak.. keluar yuk.. ayo kita berangkat" teriak Rere dari luar kamar
"ih ganggu aja sih" ucap Ririn nyaris tak terdengar
"iya iya iya Kakak keluar nih" ucap Ririn sedikit berteriak
"ustadz Sofyan mana bah?" ucap Ririn ketika sudah sampai di bawah
"Sofyan tadi keluar,,katanya hendak menemui kawannya yang ada di Surabaya" ucap kyai Hamdan yang hanya mendapat anggukan kecil dari Ririn
"eh kalian udah sampai" ucap Ririn tersenyum menatap Lia dan Vreya yang sedang duduk di sofa
"Iya udah sampai dari dulu.. dari zamannya bapak presiden Soekarno tuh" ucap Lia memutar bola matanya jengah
"luama banget sih.. sampai lumutan tau yang nunggu" ucap Vreya tak kalah kesal
"lah ya udah sih ayo berangkat.. marah-marah mulu kerjaannya" ucap Ririn menyandang tas mininya kemudian mencium tangan Ayah dan abangnya
"Ririn pergi ya ayah..Abang.. assalamualaikum" ucap Ririn berjalan menuju luar rumah
"hati hati bawa mobilnya Rin" ucap Reno sedikit berteriak
"yang bawa mobil bukan Ririn yah.. Lia" ucap Ririn berteriak karena ia sudah berada di depan rumah
"iya yah..Lia yang nyetir mobilnya. Ya udah kalau begitu Lia pamit ya yah,,bang,, assalamualaikum" ucap Lia kemudian mereka semua berangkat menuju mall
*******
__ADS_1
-di perjalanan menuju mall
"kak Lia,,berhenti dulu ya..Rere pengen foto di situ" ucap Rere menunjuk sepetak sawah yang hijau
"yaelah Re,,itu mah ntar gatal gatal gimana? udah lanjut apa Li" ucap Vreya
"ih kalian mah nggak konsisten. waktu Rere sakit aja bilang mau nurutin keinginan Rere..bilang kalau ke mana aja yang Rere inginkan..tapi sekarang Rere cuman pengen main di tengah situ nggak di bolehin" ucap Rere memonyongkan bibirnya
"ya udah iya ini berhenti" ucap Lia menepikan mobilnya
mereka turun dari mobil dan menuruti keinginan Rere untuk mengambil foto dari tengah sawah tersebut. (mereka sangat tak memperdulikan pemilik sawahnya ya guys hihi)
setelah Rere puas bermain di sawah orang,,akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan yang tertunda. namun saat hendak masuk mobil, tak sengaja sepasang mata Ririn melihat sosok Gus Sofyan yang berada di taman seberang bersama seorang wanita cantik. terlihat si wanita memegang lengan kekar Gus Sofyan
"eh tunggu deh tunggu" ucap Ririn menghentikan yang lainnya
"apaan lagi sih Rin? capek nih berdiri Mulu ah" gerutu Vreya
"ih tunggu loh bentar aja. coba lihat" ucap Ririn menunjuk dua orang yang sedang duduk di taman seberang tersebut
"itu Gus Sofyan bukan sih?" ucap Lia
"nah itu yang mau ane tanyakan..itu si ustadz bukan sih?" ucap Ririn menajamkan penglihatannya
"iya loh itu kak Sofyan" ucap Rere yakin
"waahh bener bener nih..berani beraninya dia main cewek di belakang sahabat ane" ucap Vreya terbawa emosi dan hendak berjalan menuju tempat Gus Sofyan berada
"sudah Vre..mungkin memang ustadz Sofyan,,tapi posthing aja siapa tau itu temennya. yuk masuk mobil" ucap Ririn masuk mobil dan di ikuti oleh ketiga wanita cantik bersamanya
"siapa dia? apa benar dia kawan yang Abah maksud tadi pagi? kawan? mungkin" ucap Ririn dalam hati kemudian tersenyum simpul
Ririn
Rere
-Note
hallo para readers nya author..maafin author ya kalau nggak bisa balasin komen kalian satu per satu. tapi author selalu baca komen dari kalian kok,,beneran. jadi jangan sungkan untuk komen dan kritik jika ada kesalahan. komen kalian semangat author untuk update loh.. jangan lupa like dan vote juga ya..
see you:)
__ADS_1