
Setelah puas berbelanja hingga malam, ke empat gadis cantik itu pulang kembali ke rumah Reno. Lia dan Vreya sudah minta izin kepada orang tuanya untuk bermalam di kediaman Fahriza
"assalamualaikum ayah, Abang, Ririn pulang" ucap Ririn dan Rere bersamaan menuju ruang keluarga dengan membawa beberapa papper bag di tangannya
"assalamualaikum" ucap Vreya dan Lia menyusul Ririn dan Rere
"waalaikumsalam. sudah pulang ya..apa kalian sudah makan? makan dulu sana minta bi mar" ucap Reno keluar menuju ruang keluarga
"sudah kok yah" ucap mereka kompak
"busett,,itu belanjaan atau rumus Rin. banyak banget" ucap vino yang menyusul ayahnya
"ihh Abang apaan sih. ini tuh kami beliin kalian semua juga. Ririn juga beliin sesuatu untuk Abang. mau? kalau nggak mau ya udah Ririn mau kasih ke pak Toni aja" ucap Ririn mengambil satu papper bag dan berjalan menuju pintu
dengan gesitnya Vino menahan Ririn supaya tak keluar dari rumah "eh eh eh Abang mau. kamu bilang katanya kami punya jatah masih masing. kalau pak Toni dapat dua nggak enak dong..takutnya yang lain iri gitu" ucap vino memegang lengan Ririn
"hahahah" tawa lainnya
"ada apa ini? kenapa ketawa nggak ngajak ummah?" ucap umi Hamidah dan yang ikut bergabung
"eh ummah..mari duduk sini ummah. Lia mau bagikan oleh oleh untuk ummah dan Abah" ucap Lia dengan senang
"wahh kalian belikan ummah oleh oleh? baik sekali" ucap umi Hamidah sembari duduk di sofa samping kyai Hamdan
"ihii iya dong ummah" ucap Vreya tersenyum menampakkan giginya
"eh tapi Rere naik dulu ya..mau mandi nih lengket semua" ucap Rere berdiri
"kakak juga" ucap Ririn juga berdiri
"klo Ririn ikut,,Lia juga ikut deh" ucap Lia yang ikut berdiri
"terus kalau Kelian mandi,,aku sendiri yang paling cantik dong di sini. ya udah lah Vreya ikut" ucap Vreya yang ikut berdiri juga
"hahaha dasar kalian" ucap Vino tertawa melihat kekompakan adik adiknya itu.
__ADS_1
"ya udah kalian bersihkan diri dulu,,nanti kalau sudah selesai, segera turun ya..kasian sepertinya si Abang nungguin oleh oleh dari kalian" ucap Reno melirik Vino
"haha iya iya yah" ucap mereka kompak dan berjalan menaiki tangga untuk menuju kamar masing masing
*******
setelah selesai mandi dan bersihkan diri,,mereka berempat turun kembali untuk bergabung dengan yang lainnya
"assalamualaikum" ucap mereka bersamaan
"waalaikumsalam" ucap yang lain kompak
"gimana gimana? oleh olehnya sudah bisa di bagikan?" ucap Vino
"ih Abang ni nggak sabaran" ucap Ririn mengangkat beberapa papper bag yang ada di bawah meja
"tapi yang lainnya mana? kok sepertinya masih kurang lengkap ya" ucap Lia menatap sekeliling
"bi mar!! pak Toni!!" ucap Vino sedikit berteriak sehingga membuat bi mar sedikit berlari untuk sampai di ruang keluarga
"iya ada apa tuan?" ucap bi mar
"ihii maaf lah abang nggak sengaja" ucap Vino tersenyum menampakkan giginya
"Ririn mau minta tolong,,panggilkan semua ART dan pak Toni untuk berkumpul di sini..bisa nggak bi?" ucap Ririn menatap bi mar
"oh iya non saya akan panggilkan mereka" ucap bimar kemudian pergi memanggil para ART dan Pak Toni
tak lama kemudian,,bi mar kembali ke ruang keluarga bersama dengan para ART dan Pak Toni yang mengikutinya dari belakang. setelah para ART lengkap, Ririn membagikan oleh-oleh yang pernah ia bawa dari mall. para ART di rumah tersebut nampak bahagia karena mendapatkan oleh oleh dari Ririn
"terima kasih non" ucap mereka serempak
Ririn tersenyum "iya bi, sama-sama" ucapnya
setelah mendapat hadiah para ART izin untuk kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda.
__ADS_1
"maaf non, apa masih ada yang perlu bibi lakukan disini? kalau tidak ada bibi pamit ke belakang ya non" ucap bi mar menunduk
"oh sudah tidak ada kok Bi, bibi boleh ke belakang sekarang. maaf sudah merepotkan bi mar" ucap Rere tersenyum manis
setelah kepergian para ART, sekarang waktunya membagikan oleh-oleh untuk anggota keluarga.
"semua sudah,,sekarang giliran kitaa" ucap Rere gembira
"lah kok kamu senang Re? kan yang beli oleh oleh ini kita semua..termasuk kamu juga..jangan bilang kamu juga mau minta bagian dari oleh oleh ini" ucap Vreya menatap Rere heran
"iya tuh kok kamu senang? ada apa? kamu mau oleh oleh ini juga?" ucap Ririn menatap adiknya bingung
"hehe nggak juga sih.. sebenarnya Rere pengen cepat cepat kembali ke kamar kak. drama Korea yang Rere tonton,,kurang satu episode lagi akan tamat..dan katanya sih malam ini akan di rilis..jadi Rere nggak sabar pengen nonton itu sampai tamat" ucap Rere tersenyum menampakkan giginya
"yaelah Re..kakak kira ada apaa" ucap Ririn memutar bola matanya jengah
"ya udah kamu ke kamar dulu sana. biar ini kakak yang bagi bagi ke anggota keluarga" ucap Lia mengambil papper bag yang ada di tangan Rere
"benar ni kak? kakak nggak bercanda kan?" ucap Rere menatap Lia dengan kesungguhan
"waahh akhirnya Rere bisa nonton drama sampai tamaatt" ucap Rere girang
semua yang melihat tingkah laku Rere hanya geleng geleng kepala. kyai Hamdan dan umi Hamidah tak menyangka bahwa tingkah laku Ririn di turunkan kepada adiknya juga
"ya sudah kalau begitu Rere ke atas dulu ya, semuanya" ucap Rere berlari tanpa salam
"hati hati Re, jangan lari" ucap Reno sedikit berteriak
*******
"hah? siapa yang di balik telfon?" ucap Rere saat melewati suatu kamar dan melihat Gus Sofyan berbicara di dalam telfon
"apa dia wanita yang sama tadi siang?" ucapnya berbisik kemudian bersembunyi di balik tembok
"siapa sih wanita itu sebenarnya?" ucap Rere sedikit membungkuk
__ADS_1
"kak Sofyan kenapa bicara lembut banget ke wanita itu? ada hubungan apa sih antara mereka' ucap Rere kemudian berdiri seperti semula
Rere pura pura tak melihat dan melanjutkan jalannya menuju kamar. namun saat tiba di kamar, benaknya terus bertanya tanya dan mengumpat kesal kepada Gus Sofyan