Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 159


__ADS_3

Gus Sofyan duduk di samping kyai Hamdan, dan Ririn duduk di samping umi Hamidah. mereka saling diam tak berbicara. seketika suasana menjadi sunyi dan lebih mencekam


"ekhem!" dehem Gus Sofyan menetralkan amarahnya setelah perbuatan wanita tadi


"saya baru sampai di rumah, dan sudah kedatangan tamu. bolehkah saya bertanya, apa anda ada hubungan dengan saya? sehingga anda bisa berteriak di rumah orang dengan tidak sopan seperti tadi?" mulai Gus Sofyan dengan nada dinginnya


"setidaknya sikap saya lebih sopan dari pada sikap kamu yang menghamili anak orang dan tak mau bertanggung jawab!" ucap wanita itu


"jadi dia putri anda?" tanya Gus Sofyan lagi


"iya! dan kamu sudah menghamilinya!" bentaknya lagi


Ririn menunduk dan terus menahan air matanya supaya tak menetes di depan mereka. di bawahnya, ia meremas kain yang menjadi tumpuan tangannya


Gus Sofyan menunduk dan menghela nafasnya panjang, guna menetralkan amarahnya "sekali lagi anda membangunkan putri saya dengan suara teriakan anda, saya tidak segan untuk menarik paksa anda supaya keluar dari rumah ini" ucapnya dengan tatapan tajamnya


wanita itu hanya menoleh ke kanan dan ke kiri dengan rasa takutnya "jadi gimana? kamu mau tanggung jawab buat nikahin anak saya?" tanya wanita paruh baya itu lagi


"Arumi itu saya jaga dengan baik dan ketika besar kamu malah merusaknya" ucap wanita itu lagi

__ADS_1


Yaps! sedari tadi yang mereka bahas adalah Arumi. wanita yang menurut Vreya dan Lia sudah tak pantas di sebut sebagai wanita lagi karena dia telah dianggap snake alias ular bagi mereka.


Gus Sofyan menoleh ke arah abinya dan menampakkan wajah seperti bertanya 'ada apa sebenarnya?'. seperti mempunyai ikatan batin, kyai Hamdan menjelaskan lewat batinnya karena ia tau bahwa sang putra dapat mendengar suara hati orang


"Abah juga tidak tau pasti Yan, tapi yang Abah tau, mereka datang tiba tiba dan berteriak dengan tidak tau malunya mengatakan bahwa Arumi sedang mengandung anak kamu. mereka meminta pertanggung jawaban atas perlakuan kamu yang sudah merusak hidup Arumi" ucap kyai Hamdan dalam hati


Gus Sofyan mengangguk dan beralih menatap Arumi dan ibunya "kalau memang saya ayah dari anak yang kamu kandung, tunjukkan bukti bahwa kamu sudah tidur dengan saya" ucap Gus Sofyan menatap Arumi


Arumi mengeluarkan selembar foto yang menunjukkan bahwa dirinya yang tengah mencium Gus Sofyan dengan tanpa busana yang lengkap. dan dengan tidak tau malunya ia malah memberikan foto itu kepada Gus Sofyan,



tau kan guys, gimana sakitnya nangis tanpa suara😭


Gus Sofyan tersenyum miring "rekan kerja saya juga bisa ngedit foto seperti itu" ucapnya santai karena ia masih belum mengetahui bahwa istrinya tengah menangis


"tapi itu bukan editan loh mas. yang aku cium itu beneran kamu" ucap Arumi lagi


"astaghfirullah, dimana letak harga diri kamu Arumi" ucap umi Hamidah

__ADS_1


"lah kok ummah malah tanyakan harga diri, orang saya juga dihamili sama anak ummah. ya tanyakan sama anak ummah lah, gimana kok bisa menghamili anak orang sembarangan" ucap Arumi emosi


"padahal sudah punya istri loh"


"atau mungkin, tidak puas dengan istrinya ya? upss!" ucapnya pura pura keceplosan


"astaghfirullah" lirih ummah dan Abah bersamaan. sedangkan Ririn yang mendengarnya pun segera berlari ke kamarnya


"tuh kan, menantunya kyai loh seperti itu. tidak ada sopan santunnya ya, padahal lagi ada tamu loh di sini" ucap Arumi meminum teh yang disediakan oleh umi Hamidah sebelumnya


Gus Sofyan yang sudah dikuasai emosi dengan tajam menatap mata Arumi dan ibunya "saya akan bertanggung jawab dengan anak itu, jika dalam satu Minggu ini saya tak mendapat bukti bahwa bukan saya yang menghamili anak anda" ucapnya menatap tajam keduanya


"pembicaraan ini sudah selesai, dan anda silahkan pergi dari rumah kami" sambung Gus Sofyan


"jika dalam satu menit kedepan anda masih berada di depan mata saya, terpaksa saya harus memanggil satpam supaya menarik anda dengan paksa dari sini" lirihnya mengakhiri


Arumi dan ibunya bangkit dan segera keluar dari rumah Gus Sofyan. namun sebelum benar benar keluar, Arumi berbisik di dekat Gus Sofyan


"permainan kamu malam itu bener bener bikin candu loh mas" ucapnya yang masih bisa di dengar oleh kyai Hamdan dan umi Hamidah

__ADS_1


"astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah" lirih Gus Sofyan mengusap dadanya sendiri


__ADS_2