
"Hooaamm' Ririn menguap dan menggosok gosok matanya
"jam berapa nih" ucapnya melihat jam weker yang ada di atas mejanya
"masih jam 5 ternyata..pantesan semua nggak ada di sini. pasti ada di musholla" ucap Ririn
"hoaam tidur lagi aahh" sambungnya kemudian tertidur kembali
Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. seorang gadis yang masih tertidur pulas di kasur empuknya seperti tak ingin bangun melihat dunia
"riinn plis dah bangun Napa..capek nih kita yang bangunin kamu dari tadi nggak bangun bangun ah males dh" ucap Lia yang berusaha membangunkan Ririn dari tidurnya
"riinn ayo lah ah banguunn" ucap Aisyah
"mungkin dia lelah guys..Ya udah lah ayo kita berangkat duluan" ucap Vreya dengan santainya
"lalu Ririn?" ucap Aisyah
"yaelah dia mah ntr juga bangun kalau nggak ada keramaian" ucap Vreya dengan menggunakan jam tangannya
"ya udah ah ayok berangkat dulu..ntar telat loh" sambungnya dengan memperbaiki jilbabnya di depan kaca
Aisyah melirik Lia dan Lia hanya mengangguk memberi kode "ya udah ah mbak..ayok kita berangkat sekarang" ucap Lia menarik tangan Aisyah
__ADS_1
"Rin maafin mbak ya..mbak juga nggak mau di hukum gara gara telat..maaf" ucap Aisyah
"aisshh minta maafnya nanti aja lah ayo berangkat' ucap Vreya yang ikut menarik tangan Aisyah juga
"assalamualaikum" ucap Aisyah
"waalaikumsalam' ucap Lia dan Vreya
*******
Aisyah,,Lia dan Vreya berangkat ke sekolah terlebih dahulu karena takut terlambat jika menanti Ririn yang masih tidur pulas di atas kasurnya. mereka berjalan menuju sekolah dengan memperbincangkan Ririn
"kira kira Ririn marah nggak ya kalau kita tinggal gini?' ucap Aisyah
"nanti kita belikan dia coklat aja di kantin pesantren" Vreya menimpali
"he em bener tuh kita setuju..belikan satu aja jangan banyak banyak..lagi bokek Nih aku" ucap Lia
"udah mbak nggak usah khawatir gitu ah dia mah kalau marah nggak mungkin lama.. percaya deh sama kita kita" ucap Vreya
"ya udah lah mbak ikut juga nanti beli coklatnya. mbak percaya sama kalian,,semoga aja Ririn marah nggak lama ya" ucap Aisyah
di tengah perjalanan,,mereka di cegat oleh dua gadis cantik yang memiliki niat jahat terhadap mereka bertiga
__ADS_1
"heh anak nggak tau diri..di mana ketua kalian?" ucap Mita
"pasti masih syok lah mit..secara kan mereka mendengar berita bahwa Gus Sofyan akan di jodohkan" ucap Fitria
"hadehh..sebenarnya kita males sih ngeladenin kutu kerbau kayak kalian..tapi kalau kalian maksa sih nggak papa yekan" ucap Vreya dengan menatap Lia
"ah sudah lah kita ke kelas aja ya. ayok ayok Lia..Vreya ayokk" ucap Aisyah berusaha menarik tangan Lia dan Vreya
"tunggu mbak..he em bener tuh..lagian kita tokoh protagonis kan" ucap Lia menimpali
"kalian bener bener ya" ucap Mita hendak memukul Lia dan Vreya
"eh eh Mit..jangan pake kekerasan" ucap Fitria
"hahaha kenapa? kalian takut mukul kita? receh" ucap Lia menyilangkan tangannya
"siapa takut hah!" ucap Mita hendak memulai perkelahian lagi
"sudah sudah mit..kamu nggak inget terakhir kita bertengkar dengan mereka kan kita dapat hukuman tuh..kamu mau dapat hukuman lagi?" ucap Fitria
"hah takut kok sama hukuman" ucap Vreya dengan nada meremehkan
"sudah lah ayo kita ke kelas saja..nggak usah buat keributan lagi" ucap Aisyah
__ADS_1
"ahh bener juga ya..ya udah ayo kita ke kelas..nggak penting juga ngeladenin kutu beras kayak mereka" ucap Vreya kemudian mereka pergi meninggalkan Mita dan Fitria yang terbakar emosi