
"Selamat pagi sayang" ucap Ririn mengecup kening Gus Sofyan yang masih tertidur
Ririn yang sedang jongkok di dekat ranjang pun menatap kagum suaminya yang sangat tampan itu. perlahan ia menyentuh hidung suaminya
"buset dah idung suami ane mancung bener kayak prosotan anak TK" ucap Ririn terkekeh geli
perlahan ia menyentuh alis Gus Sofyan "alis udah kayak ulat bulu aja bang..cakep bener dah ah makin cinte" ucapnya gemas
"matanya cantik banget ya Allah..ada bulu bulu lentiknya yang bikin bulu kuduk cemburu" sambungnya saat menyentuh mata Gus Sofyan perlahan
"rahangnya bagus banget duh Allah..secakep inikah suami anee" ucapnya menyentuh pipi Gus Sofyan
perlahan jarinya menyentuh bibir gus yang "bibir inii" batinnya dengan pipi yang bersemu mengingat kejadian semalam
"kenapa bibirnya?" lirih Gus Sofyan tetap dengan mata yang tertutup
"E-eh Abi" ucap Ririn gugup
Gus Sofyan tersenyum menggoda "emang kenapa bibir Abi?" tanya Gus Sofyan bangun dari tidurnya
"ng-nggak papa kok" ucap Ririn gugup
"Ri-Ririn mau masak deh" ucap Ririn berbalik hendak turun ke dapur
Gus Sofyan menahan tangan Ririn dan menariknya untuk duduk di pangkuannya. dengan lembut Gus Sofyan memeluk Ririn dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu Ririn
"bibir Abi kenapa sayang? hmm?" goda Gus Sofyan lagi
"ng-nggak papa bi" ucap Ririn
Gus Sofyan terkekeh "mau lagi?" ucapnya menggoda
"Eh e-enggak" ucap Ririn spontan
Gus Sofyan terkekeh "masak apa sayang?" tanyanya di dekat telinga Ririn
"I-ini mau masak" ucapnya gugup
"iihh lucu banget deh kalau gugup gini" ucap Gus Sofyan gemas sembari menduselkan kelapanya di bahu Ririn
"udah ah bi..Ririn mau masak" ucapnya salah tingkah
"hahahaha iya iya..Abi mandi dulu ya" ucapnya melepaskan Ririn
Ririn bangkit dari pangkuan Gus Sofyan "ya udah" ucap Ririn mencium pipi Gus Sofyan singkat kemudian segera berlari menuju dapur
"mancing lagi nih?" teriak Gus Sofyan sembari tertawa
__ADS_1
"dasar ada ada aja" sambungnya geleng geleng kepala
*******
Di tempat lain, Rere sedang berbelanja dengan suaminya. mereka sedang berada di mall pribadi milik Fahriza. dengan senang hati Rere berbelanja tanpa melihat harga karena ia sedang menguras kekayaan suaminya itu
"sayang, mau yang itu" ucapnya
"iya sayang"
"mau itu juga dong" ucap Rere lagi
"iya" pasrah dokter Johan
"yang ini juga bagus kan?"
"iya"
"waahh ini cantik sekali..pasti Rere cantik kalau pakai yang ini" ucapnya
"iya sayang, beli semua ya" ucap dokter Johan pasrah
"eh coba liat!!" ucap seseorang dari kejauhan
dikejauhan ada beberapa gadis yang bergerombol sedang memperhatikan Rere dan dokter Johan. nampaknya mereka mahasiswa, dan hal itu tak luput dari perhatian Rere dan dokter Johan
"masak iya yang cowoknya di paksa begitu sih, gak banget deh"
"mendingan kalau cantik, lah ini jelek abis"
"mana badannya kecil banget lagi"
"tau lah. gak pantes jadi pacarnya"
"gak tau malu banget sih minta minta ke cowoknya"
dokter Johan mengeratkan pelukannya di pinggang Rere, Rere mendongak menatap wajah suaminya itu. dokter Johan hanya mengangguk sebagai kode supaya Rere tak banyak tanya dan lebih menurut ketika diperlakukan seperti itu
dokter Johan mengambil seluruh benda dan juga makanan yang diinginkan Rere di toko itu, dengan cepat dokter Johan menarik pinggang Rere supaya mengikuti langkahnya, ternyata langkah suaminya itu menuju segerombolan mahasiswa yang sedang menggosipi istrinya
"permisi" ucap dokter Johan
"E-eh iya?" ucap salah satu
"saya dengar kalian sedari tadi membicarakan wanita di samping saya ini ya. apa ada yang salah dengannya?" tanya dokter Johan kemudian beralih menatap Rere dan gadis gadis itu secara bergantian
mereka terdiam, hingga ada salah satu dari mereka yang berani bersuara "kenapa kamu mau sih sama dia? kan dia pendek" ucapnya
__ADS_1
Rere menatap nyalang, ingin rasanya ia merobek mulut gadis yang mengatainya pendek itu "oh iyakah?" ucap remeh dokter Johan
"lalu apa salahnya dia pendek?" tanya dokter Johan lagi
"dia juga matre loh! kok kamu mau sih?" tanya yang lainnya
"apa lagi yang salah?" tanya dokter Johan santai
"dia gak cantik, tapi banyak maunya! dasar cewek gak tau diuntung!"
dokter Johan melirik Rere yang mengepalkan tangannya marah, ia tak ingin istrinya ini mengotori tangan lembutnya dengan memukul gadis gadis didepannya itu
dokter Johan berdehem singkat "ekhem! sayang.." panggilnya manja
Rere menoleh "why?" tanyanya melembut
"dia pegawai di mall ini kah?" tanya dokter Johan
Rere menyilangkan tangannya di depan dada "kayaknya sih bukan" ucapnya santai
"tapi dia kok berani ngomongin kamu sih" ucap dokter Johan lagi
"entahlah" kata Rere mengangkat bahunya tanda tak mengerti
"emangnya dia siapa kok saya harus takut?!!" ucap salah satu dari mereka marah
Rere mengeluarkan ponselnya dan menekan sesuatu di sana "hallo pak" ucap Rere memulai
"..."
"saya diganggu oleh beberapa serangga di dalam, bisa tolong usirkan?" tanya Rere menatap remeh mereka yang ada di depannya
"..."
"oke saya tunggu" ucap Rere menutup ponselnya
"kamu siapa sih?! berani beraninya bilang kami serangga?!!" ucap nyalang gadis di depannya
Rere hanya diam tak merespon. hingga pada saatnya tangan gadis itu mulai terangkat, hendak memukul Rere. namun belum saat tangan gadis itu menyentuh pipi Rere, banyak pihak keamanan yang masuk secara bersamaan, dan hal itu menyita perhatian seluruh pengunjung mall itu
mereka mengepung Rere dengan dokter Johan beserta beberapa gadis di depannya itu. dengan santainya Rere terkekeh dan tersenyum miring ke arah mereka
"kenalin, saya Reina Fahriza. putri bungsu dari tuan Fahriza, pemilik mall ini" ucapnya sombong
semua gadis yang merendahkan Rere tadi hanya terdiam, mereka merasa malu serta terkejut bersamaan. bagaimana bisa mereka merendahkan sosok terhormat pemilik mall tempat mereka belanja itu?
NOTE
__ADS_1
Haii author kembalii..maafin author yang gak bisa update tiap hari, author juga punya kesibukan sendiri ya guys..jadi mulai hari ini author mau memberikan kabar supaya kalian tak menunggu dan berharap terus menerus, author bakalan update seminggu dua kali ya..entah di hari apa dan berapa part tiap update nya, tapi yang jelas author bakalan update dua kali dalam seminggu..maaf atas ketidak nyamanan inii๐ญ mohon maaf sebesar besarnya ya..jangan jenuh nunggu dan komen loh guys..karena komenan kalian adalah semangat untuk author ๐ญ salam rindu author ๐
seeyou:)