
Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB. Ririn terbangun karena merasa ada suatu sentuhan di kepalanya. ia membuka mata dan benar saja, terlihat Gus Sofyan yang sudah berada di depan wajahnya
"saya buat kamu bangun ya?" ucap Gus Sofyan membelai rambut Ririn
Ririn menggeleng kecil "mau sholat?" ucapnya tersenyum manis
"kalau kamu masih ngantuk, tidurlah dulu..nanti kita berangkat ke rumah Abah agak sorean saja" ucap Gus Sofyan
"nggak kok.. Ririn nggak ngantuk" ucap Ririn duduk dari tidurnya
"hayuk sholat" sambungnya mengangguk pasti
Gus Sofyan tersenyum "ya sudah, saya duluan yang wudhu ya" ucap Gus Sofyan mencium kening Ririn dan pergi menuju kamar mandi
Ririn tersenyum dan kemudian beranjak mempersiapkan alat untuk mereka sholat berjamaah.
tak lama kemudian, mereka melanjutkan dengan mengaji dan bersholawat bersama. setelah selesai, mereka turun ke bawah untuk bergabung dengan yang lainnya.
"assalamualaikum" ucap Gus Sofyan dan Ririn bersamaan
"waalaikumsalam..sini sini duduk" ucap Reno menepuk sofa di sampingnya
"Ririn mau ke rumah Abah dan ummah,,yah" izin Ririn
"lalu?" ucap Reno menatap Ririn
"ayah ngizinin?" ucap Ririn menatap ayahnya
"lah kan Ririn sudah tanggung jawab Sofyan. ya bagaimanapun keadaannya,,Ririn harus mengikuti ucapan Sofyan. bukan ayah lagi" ucap Reno mengelus kepala Ririn lembut
"kalau Sofyan mengizinkan,,kenapa ayah harus melarang? lagi pula Abah dan ummah kan mertua kamu, sayang" sambungnya lagi
"yang dikatakan ayah itu bener Rin, kamu tak perlu lagi minta izin untuk melakukan sesuatu ke ayah. karena kamu sudah punya pendamping hidup. jadi kamu harus berbagi dengannya, bukan ayah lagi" ucap Aisyah yang hanya mendapat anggukan kecil dari Ririn
"lebih baik kakak segera bersiap deh,,nanti keburu sore juga kan" ucap Rere
"apa yang di ucapkan mereka itu benar, sayang" ucap Gus Sofyan mengelus kepala Ririn lembut
"gimana kalau kita bersiap aja sekarang? lebih cepat lebih baik kan..ummah dan Abah pasti senang karena menantunya berada di sana" ucap Gus Sofyan tersenyum manis
Ririn mengangguk dan berdiri dari duduknya "ya sudah kalau gitu, Ririn mau bersiap dulu ya..setelah itu langsung berangkat ke rumah Abah.. assalamualaikum" ucap Ririn berjalan mendahului Gus Sofyan
"iya waalaikumsalam" ucap semua serempak
"hati hati nyetirnya, Sofyan" ucap Syakira sedikit berteriak
mereka pergi menuju rumah terlebih dahulu,,karena mereka harus mempersiapkan pakaian yang akan mereka pakai selama beberapa hari ke depan. mereka memang mempunyai rencana untuk menginap selama lima hari
*******
-rumah Ririn
__ADS_1
"ustadz,,sudah siap? ayo kita berangkat sekarang" teriak Ririn dari ruang tamu
"nanti dokternya tutup loh" sambung Ririn
"iya sayang, ini sudah selesai" ucap Gus Sofyan menuruni tangga
mereka berangkat menuju ke rumah sakit dan kemudian bergegas menuju rumah kyai Hamdan dan umi Hamidah. setelah sampai di rumah sakit, Ririn dan Gus Sofyan segera menuju ruangan dokter kandungan. ia tak butuh izin untuk bertemu sang dokter, karena dokter kandungan yang di maksud adalah Aisyah.
"waahh calon mama sudah datang..silahkan duduk" ucap Aisyah menawarkan
"langsung periksa aja Syah,,terburu buru soalnya" ucap Gus Sofyan
"nggak baik juga di sini, AC nya terlalu besar nggak baik untuk ibu hamil" sambung Gus Sofyan
Ririn dan Aisyah berjalan menuju brankar yang di sediakan untuk menjalankan pemeriksaan
"bagaimana mbak?" ucap Ririn kepada Aisyah yang sudah memeriksa perutnya
Aisyah tersenyum manis "sesuai dugaan Rin..kamu positif hamil" ucapnya memeluk Ririn
"Alhamdulillah" ucap Ririn dan Gus Sofyan girang
"ya sudah kalau gitu kami permisi dulu ya Syah,,masalah admistrasi nanti kita bahas di rumah aja. takutnya jalanan keburu macet. assalamualaikum" ucap Gus Sofyan menarik tangan Ririn dan pergi dari ruangan Aisyah
Aisyah terkekeh "waalaikumsalam Gus,,hati hati" ucap Aisyah
-rumah kyai Hamdan
"assalamualaikum" ucap Gus Sofyan dan Ririn bersamaan
"waalaikumsalam" ucap kyai Hamdan dan lainnya bersama
Gus Sofyan dan Ririn mencium tangan Abah dan ummah. kemudian mereka masuk ke dalam rumah untuk mengobrol dan beristirahat
"Alhamdulillah..sampai jugaa" ucap Ririn duduk di sebelah Gus Sofyan
"bagaimana perjalanannya? ucap umi Hamidah
"Alhamdulillah lancar mah..hanya saja, tadi sedikit macet" ucap Gus Sofyan
"Alhamdulillah..lalu kenapa kalian jarang main ke sini? sudah lupakan ummah?" ucap umi Hamidah
"nggak gitu loh ummah..beberapa hari terakhir,, ustadz Sofyan selalu sibuk dengan kerjaan kantor. ustadz Sofyan juga sudah mulai mengurus tanah kosong untuk di jadikan taman..maka dari itu, kami baru berkunjung kemari" ucap Ririn menjelaskan
(btw sekarang Gus Sofyan sudah mulai mengurus perusahaan Fahriza ya guys)
"iya nak, ummah faham kok" ucap umi Hamidah tersenyum lembut
"mbak Izah kemana mah?" ucap Gus Sofyan
"cieee ada yang kangen mbak niihh" ucap Ning Izah yang baru saja masuk dari pintu utama
__ADS_1
"assalamualaikum" sambung Ning Izah memasuki rumah lebih dalam
"waalaikumsalam" ucap semua yang berada di dalam rumah
"apa kabar mbak? waahh sudah besar aja nih debay" ucap Ririn mengelus perut Ning Izah yang sudah mulai membesar
"jenis kelaminnya apa mbak?" ucap Ririn
"kemarin waktu USG,,mas Haris nggak mau dokter memberitahu jenis kelaminnya. biar jadi kejutan katanya hehehe" ucap Ning Izah terkekeh
"hahaha ada ada saja kalian itu" ucap kyai Hamdan
"oh iya ummah,,kami datang untuk menginap loh" ucap Gus Sofyan
"yang benar kamu?" ucap umi Hamidah terkejut dan tak percaya
"iya ummah, kami akan menginap di sini..mungkin sekitar empat atau lima hari..boleh kan?" ucap Ririn
"tanya apa sih kamu nak,,ya jelas boleh lah..kan kalian anak Abah dan ummah" ucap kyai Hamdan
"sebenarnya kami ke sini juga mau memberitahukan sesuatu yang mengejutkan" ucap Gus Sofyan
"cukup kabar kamu menginap saja, ummah sudah sangat terkejut dan tak percaya,, Yan. kali ini kejutan apa lagi?" ucap umi Hamidah menunggu jawaban dari putra bungsunya
"bisa di percepat aja nggak,,jangan buat makin kepo" ucap Ning Izah tak sabar
mereka terkekeh "Ririn hamil bah, mah" ucap Gus Sofyan
"Alhamdulillah" ucap semua kompak
"kamu nggak bercanda kan Yan..ingat loh, hal yang begini bukan buat bercanda" ucap ustadz Haris
"nggak mas.. Sofyan bener dan nggak bohong loh" ucap Gus Sofyan
"waahh..nanti anak mbak punya adek..sehat selalu ya nak" ucap Ning Izah mengelus perut rata Ririn
"amin..terima kasih Tante" ucap Ririn menirukan suara bayi
"Alhamdulillah..ya sudah kalau begitu Ririn segera istirahat,,jangan terlalu lelah dulu ya nak. kasihan bayinya loh" ucap umi Hamidah
"iya ummah..nanti Ririn istirahat" ucap Ririn tersenyum manis
"kalau ada sekarang kenapa harus nanti,,sayang?" ucap Gus Sofyan mengelus kepala Ririn lembut
"iya ustadz,,nanti Ririn istirahat kok..kalau sekarang masih mau ngobrol sama ummah dan Abah" ucap Ririn
"ucapan suami kamu benar nak,,lebih baik kamu istirahat saja sekarang. perjalanan Surabaya Semarang itu jauh loh..kasihan bayi kamu" ucap kyai Hamdan
Ririn tertunduk, ia tak dapat menolak perintah kyai Hamdan. tak ada kata selain iya yang keluar dari ucapannya
"ya udah kalau gitu, Ririn istirahat dulu ya bah, ummah,,mbak, ustadz.. assalamualaikum" ucap Ririn sedikit membungkuk kemudian pergi menuju kamar mereka di rumah itu.
__ADS_1