
Mereka berkumpul dan menunggu acara di mulai. namun hanya Ririn dan Gus Sofyan yang belum terlihat dari banyaknya tamu di gedung ini
"Ririn dan Sofyan mana?" tanya Vino
"kalau belum terlihat ya berarti belum datang lah bang" ucap Vreya ketus
Vino hanya mengangguk paham dan kemudian berjalan menuju pintu utama gedung untuk memastikan keamanan acara
"bagaimana? sejauh ini apa ada penyusup yang masuk?" tanya Vino kepada orang yang berpakai serba hitam. dia adalah ketua keamanan yang dipilih Vino untuk menjaga keberlangsungan acara
"sejauh ini masih aman tuan. bahkan mereka yang berkunjung membawa identitas diri dan kartu undangan dari acara ini" ucap orang tersebut
Vino tersenyum kecil "kerja bagus. jangan biarkan penyusup masuk ke acara ini. bila perlu panggil seluruh anak buah kalian, supaya acara berlangsung dengan baik" ucap Vino
"siap tuan" ucap orang tersebut memberi hormat
tak lama kemudian datanglah sebuah mobil sport yang tak asing di penglihatan Vino. ya, itu adalah mobil Sofyan dan Ririn. mereka meninggalkan mobilnya dan segera berjalan ke dalam gedung
"waahh..cantik sekali ibu hamil kita ini" ucap Vino terkekeh menggoda sang adik
"dih! Ririn itu punya ustadz Sofyan. bukan punya Abang!" ucap Ririn ketus kemudian berjalan menuju gerombolan keluarganya
"apa kabar Yan?" ucap Vino beralih memeluk Gus Sofyan singkat
"Alhamdulillah sehat bang. mereka juga sehat kok" ucap Gus Sofyan tersenyum tipis
"syukur deh. ayo kita gabung ke sana" ucap Vino kemudian mereka bergabung dengan keluarga yang lainnya
"makin besar baby nya,, makin cantik mommy nya ya ternyata" puji Syakira
Ririn terkekeh "mommy bisa aja. tapi emang bener sih. Ririn terlihat sangat cantik" ucap Ririn percaya diri
"secara gitu kan, kecantikan Ririn ini sudah melegenda sejak zamannya bapak presiden pertama Indonesia mom. jadi jangan heran lah" ucapnya semakin percaya diri
semua memutar bola matanya malas "nyesel mommy muji tadi" ucapnya yang mengundang kekehan semua orang
"eh eh pada sadar nggak sih..gaun Ririn dan Aisyah kembaran loh" ucap Lia antusias
semua mata menuju ke arah Ririn dan Aisyah "eh iya..nggak nyangka ternyata mbak Aisyah pakai gaun yang ini juga hehe" ucap Ririn terkekeh
"foto dulu mau nggak? buat kenang kenangan di rumah ayah" ucap Reno yang disetujui oleh semuanya
Ririn dan Aisyah terkekeh kemudian mereka memotret dua bumil yang cantik itu.
Ririn yang pink pics loh ya. Aisyah yang tosca..jangan salah kira😂
"bentar lagi ada Mahmud cantik nih..nggak sabar pengen nimang cucu" ucap Vania diselingi kekehan kecilnya
Tak lama kemudian terdengar suara MC pertanda bahwa acara akad nikah akan segera di mulai
dokter Johan masuk ke tengah tengah acara dengan menggunakan pakaian yang sudah di sesuaikan dengan gaun yang akan Rere pakai. tak berselang lama, suara MC kembali terdengar
"mempelai wanita di persilahkan untuk menduduki kursi singgasana. karena acara ijab Kabul akan segera di laksanakan" ucap MC tersebut
Rere keluar dengan gaun yang sangat indah. paduan warna putih dan gold yang berada di gaunnya, seakan menambah sensasi yang sangat cocok di ruangan megah itu.
__ADS_1
anggap aja gaunnya kek gitu ><
"masyaallah..Rere cantik banget" ucap Aisyah kagum
"itu Rere? tumben cantik" ucap Vino menatap tak percaya
"iya bang. Vreya juga nggak percaya kalau Rere secantik itu" ucap Vreya terus menatap Rere
"kalian nggak percaya, apa lagi aku woy..gila si Rere cantik banget euuy" ucap Lia tak berhenti menatap kagum ke arah Rere yang berjalan menuju suaminya
"ya iyalah cantik. kan kembarannya cantik. gimana sih kalian" ucap Ririn tersenyum bangga
"kalau aku cantik dan kembaranku nggak cantik, baru patut di pertanyakan. orang kita sepabrik kok. ya jelas cantik lah. sama kayak Ririn" sambungnya terkekeh di ujung kalimatnya
semua orang memutar bola matanya malas. lagi lagi bumil yang satu ini sangat percaya diri akan dirinya yang sangat cantik. (menurutnya)
acara akad nikah berjalan dengan lancar. kini dilanjut dengan acara resepsi. jika acara resepsi pernikahan Ririn diadakan malam hari, tidak sama dengan acara resepsi Rere. ia tak menginginkan resepsi pada malam hari. menurutnya akan sangat melelahkan jika terus berdiri selama satu hari penuh. oleh karena itu, dia mau acara resepsinya diadakan setelah akad nikah
tak lama kemudian, lampu ruangan di gedung itu meredup. seluruh kaca di tutup dan hampir tak ada cahaya. hanya tersisa beberapa lampu kecil dan digantikan dengan lampu yang berwarna warni. hal itu dilakukan supaya acara mendapatkan kesan seakan akan malam hari.
semua orang bingung sekaligus kagum dengan konsep pernikahan nona Fahriza ini. tak sedikit orang yang memuji keluarga besar itu.
"Ririn baru tau kalau pernikahan Rere dengan konsep seindah ini" ucap Ririn antusias menatap lampu yang berkelap kelip di atasnya
"iya..cantik sekali ya Rin" ucap Aisyah tersenyum manis
"Lia mau pernikahan yang kayak gini juga aahh" ucap Lia melirik Muslim di sampingnya
"yakin?" tanya Muslim
"nggak sih..cuman pengen aja hehe" ucap Lia terkekeh
Rere sudah ganti baju loh ya
doktee Johan juga dah ganti baju guys😁
"k-kapan mereka yang ganti baju?" ucap Vreya tak percaya
"tadi lah. waktu kita kagum dengan seisi ruangan ini" ucap Ririn sok tau
Vreya memutar bola matanya malas "sok tau banget sih" ucapnya
mereka semua melanjutkan acara resepsi dengan berfoto dan makan makanan yang tersedia di gedung tersebut
ddrtt..
ddrtt..
Gus Sofyan menoleh ke arah istrinya "siapa sayang?" tanyanya
Ririn mengendikkan bahunya "nggak tau bi. Ririn angkat dulu ya" ucapnya
"hallo assalamualaikum" ucap Ririn memulai
"waalaikumsalam. nona Fahriza kan?" ucap orang di seberang sana
__ADS_1
"iya dengan saya sendiri. kalau boleh tau ini siapa ya" ucap Ririn penasaran
"maaf nona, bolehkan anda keluar gedung sebentar? saya sedang dalam kesulitan untuk masuk ke gedung tersebut. saya ingin membicarakan hal penting kepada anda" ucap orang itu di seberang
"maaf ta-" ucap Ririn terhenti saat sambungan telfon itu di putus sepihak
"kenapa mom?" tanya Gus Sofyan
"nggak papa bi. tadi ada orang nyuruh Ririn untuk keluar gedung. tapi Ririn nggak tau dia siapa" ucap Ririn meletakkan handphone nya ke dalam tas lagi
"ya udah di sini saja" ucap Gus Sofyan sembari menyuapi apel untuk anaknya di perut Ririn
Ririn mengunyah apel yang ada di dalam mulutnya "Ririn keluar bentar ya bi. katanya dia butuh bantuan Ririn" ucapnya
"tak perlu lah sayang. barang kali dia orang nggak penting kan" ucap Gus Sofyan yang lagi lagi menyuapi potongan apel
"tapi dia minta tolong ke Ririn bi. kayaknya dia bener bener butuh bantuan deh" ucap Ririn
Gus Sofyan tampak berfikir "ya udah tapi Abi temenin ya" ucap Gus Sofyan yang diangguki oleh Ririn
mereka berdua bangkit dari duduknya dan mulai berjalan. namun perjalanan mereka terhambat karena dokter Johan memanggil Gus Sofyan
"bang" ucap dokter Johan menepuk pundak Gus Sofyan pelan
"eh iya?" tanya Gus Sofyan menoleh
"ada yang mau ketemu Abang tuh. katanya rekan bisnis di kantor ayah" ucap dokter Johan
"terus ayah kemana?" tanya Gus Sofyan
"ayah lagi ngomong sama papa aku bang. itu di sana" ucap dokter Johan menunjuk Reno yang sedang mengobrol santai dengan orang tua dokter Johan
Gus Sofyan menoleh ke arah Ririn. Ririn hanya tersenyum manis dan mengangguk kecil
"nggak papa bi. Ririn bisa sendiri kok. hanya keluar gedung bentar" ucap Ririn menggenggam tangan Gus Sofyan
Gus Sofyan tampak khawatir kemudian mengangguk kecil "ya udah. hati hati ya sayang. nanti aku nyusul kok" ucap Gus Sofyan mencium kening Ririn kemudian berlalu dengan dokter Johan di belakangnya
Ririn berjalan keluar gedung. tak ada orang yang mencurigakan di sekitar gedung tersebut. Ririn memutuskan untuk masuk kembali, namun handphone nya berdering
"hallo assalamualaikum" ucap Ririn
"waalaikumsalam. nona sudah ada di luar? oh maafkan saya nona, saya masih mengantar ibu saya ke rumah sakit. bisakah nona menanti saya di seberang jalan? saya tak bisa menyabrang soalnya" ucap orang di seberang telfon
"kamu siapa sih? beraninya kamu merintah saya!" ucap Ririn mulai kesal
"maaf nona. saya minta tolong, banget..tolong tunggu saya di seberang jalan ya. saya janji akan segera datang" ucap orang tersebut kemudian langsung mematikan telfonnya
"orang ini mau ngomong apaan sih. sebenarnya dia siapa! bikin orang penasaran aja" ucap Ririn kesal
"maaf nona Fahriza..adakah yang bisa saya bantu?" ucap bodyguard pribadi Ririn, pak botak
"ah nggak pak. makasih. bapak gabung sama yang lainnya aja. nggak papa kok" ucap Ririn tersenyum manis kemudian bodyguard tersebut membungkuk hormat dan meninggalkan Ririn
Ririn berjalan dengan hati hati untuk segera sampai di seberang jalan di depan gedung. karena terlalu ramai dan banyak orang, akhirnya ia memutuskan untuk duduk di kursi taman dekat gedung tersebut. setelah tak lama ia menunggu, bahunya serasa di tepuk oleh seseorang
Ririn menoleh ke belakang dan terkejut "k-kamu! ngapain kamu ke sini?" ucapnya dengan tatapan sinis
wanita itu terkekeh "haha selamat menjumpai ajalmu, nona Fahriza" ucapnya
__ADS_1