Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 49


__ADS_3

Setelah sholat,,seluruh santri dan santriwati kembali ke kamar asramanya masing masing.


saat Aisyah Vreya dan Lia kembali ke kamar asramanya,,mereka terkejut karena Ririn tak ada di dalam kamar itu.


"kemana Ririn?" tanya Aisyah


"ntah. ya mungkin renang dengan bebek pancuran tuh di alun alun kota" ucap Vreya


"ya udah ah lagian cuman Ririn juga. aku mau keluar bentar ya..mau beli bulpoin di koperasi" ucap Lia


"iya hati hati Li" ucap Vreya


"Yap papay assalamualaikum" ucap Lia menutup pintu dan pergi dari kamar


"waalaikumsalam" jawab Aisyah


*******


"la la la la la la la" Lia bersenandung sembari berjalan dengan elok ke tempat koperasi pesantren


"assalamualaikum' ucap seorang lelaki yang menyapa Lia


"wa--waalaikumsalam" ucap Lia menatap lelaki tampan itu


"kamu santriwati baru ya di sini" ucap Muslim


"i-iya' ucap Lia gugup


muslim terkekeh "tak perlu gugup begitu. kenalkan nama saya Muslim Anwar. saya teman kuliah Sofyan. kamu tau Sofyan kan" ucap Muslim


"ah iya Gus Sofyan" ucap Lia


"jadi si kunyuk itu di panggil Gus Sofyan di sini?" ucap Muslim


"iya' ucap Lia tersenyum


"ah manisnya" batin muslim


"hm kamu mau kemana?" tanya muslim


"koperasi pesantren" ucap Lia


"oh sama dong. barengan boleh nggak?" tanya muslim


"iya baiklah' ucap Lia


mereka berjalan beriringan dengan tetap menjaga jarak karena takut ada yang salah faham dan berfikir macam macam tentang mereka. setelah sampai dan membeli peralatan yang mereka butuhkan,,mereka kembali ke pesantren


"kalau saya boleh tau,,nama kamu siapa?" ucap muslim saat di perjalanan menuju ke pesantren.


"oh iya maaf. nama saya Lia Wardah Calisto. panggil Lia saja boleh terserah sih" ucap Lia tersenyum manis


"kalau mas nya di panggil siapa?" ucap Lia


muslim menghentikan langkahnya "mas? saya di panggil mas? sungguh tak di sangka" ucap muslim dalam hati


"kenapa?" tanya Lia heran karena muslim tiba tiba menghentikan langkahnya


"ah nggak kok nggak papa' ucap muslim


"pertanyaan saya yang tadi kok nggak di jawab ya" ucap Lia


"ah iya panggil saya Muslim saja sama seperti yang lain" ucap muslim

__ADS_1


"iya mas muslim. eh btw boleh kan saya panggil mas?" ucap Lia


"ah i-iya boleh kok boleh banget" ucap muslim salah tingkah


Lia tersenyum menahan tawa saat melihat ekspresi wajah muslim yang tampak seperti malu malu.


mereka sampai di gerbang pesantren "masuk gih hati hati' ucap muslim


"iya assalamualaikum" ucap Lia kemudian masuk ke dalam pesantren


"waalaikumsalam' ucap muslim


kemudian muslim berjalan menuju rumah kyai Hamdan dan minum air putih supaya bisa menetralkan jantungnya. setelah minum air putih, ia memegang pipinya dengan kedua tangannya. dan tersenyum sendiri saat mengingat kejadian bersama Lia tadi.


*******


"ah sejuk udara di sini ya kalau sore hari. sangat cocok untuk suasana hati yang tak baik" ucap Ririn


"kenapa suasana hatimu tak baik?" tanya seorang lelaki di belakangnya yang membuat Ririn terkejut karena kedatangannya secara tiba tiba


"astaghfirullah" ucap Ririn terkejut


Gus Sofyan terkekeh "assalamualaikum" ucap Gus Sofyan


"waalaikumsalam ustadz sejak kapan di sini" tanya Ririn


"kalau di sini nya itu baru saja sih. tapi kalau memperhatikan sudah dari tadi" ucap Gus Sofyan tersenyum manis


"ya Allah manis banget senyumnya" ucap Ririn dalam hati


Gus Sofyan tertawa "haha iya saya memang sudah sejak lama manis seperti ini Erina" ucap Gus Sofyan dengan PD nya


Ririn tampak malu malu dan salah tingkah "hah apa maksudnya ustadz' ucap Ririn pura pura tak mengerti


Ririn duduk kembali di kursi taman itu "ustadz nggak mau duduk nih?" ucapnya


"memang boleh?" ucap Gus Sofyan


"ya kalau Ririn sih nggak melarang tapi kalau ustadz Sofyan nggak mau ya nggak papa juga hehe' ucap Ririn


"bismillah" ucap Gus Sofyan samar dan duduk di samping Ririn


setelah cukup lama hening dan kaku,,Gus Sofyan memulai pembicaraan terlebih dahulu


"apakah kamu yang menyebarkan rumor tentang perjodohan saya itu?" tanya Gus Sofyan


"t-tidak ustadz bukan saya" ucap Ririn


"lalu siapa?" ucap Gus Sofyan


"saya tidak tau' ucap Ririn


"jujur saja tidak mungkin kamu tidak tau" ucap Gus Sofyan


"saya hanya bercerita kepada teman sekamar saya dan Vreya yang mengatakan kepada Mita karena dia tak suka kalau Mita menganggap ustadz sebagai suaminya terus menerus" ucap Ririn


"kamu yakin Mita yang bilang dan menyebarkan ke seluruh pesantren?" ucap Gus Sofyan


"sepertinya begitu ustadz" ucap Ririn


"hm ya sudah terima kasih" ucap Gus Sofyan berdiri dari duduknya


"ustadz" panggil Ririn

__ADS_1


"iya?" ucap Gus Sofyan berbalik melihat ke arah Ririn yang menundukkan kepalanya


"hmm saya boleh bertanya sesuatu?" ucap Ririn


"silahkan' ucap Gus Sofyan


"kalau saya boleh tau,,siapa wanita yang akan di jodohkan dengan ustadz itu?" ucap Ririn yang tak mendapat jawaban apa apa dari Gus Sofyan


"duuhh salah kah aku bertanya seperti itu? aku hanya ingin tau siapa wanita beruntung yang bisa menjadi sahabat hidup ustadz Sofyan" ucap Ririn dalam hati


"kalau ustadz tak berkenan untuk jawab nggak papa kok" ucap Ririn tersenyum simpul


"saya tidak di akan jodohkan Erina" ucap Gus Sofyan


"hah?" ucap Riri tak percaya


"jika kamu mau menjadi sahabat hidup saya" ucap Gus Sofyan


"ma-maksudnya?" ucap Ririn


"yaa saya tidak akan di jodohkan lagi jika kamu mau menjadi sahabat hidup saya Erina" ucap Gus Sofyan


Ririn membelalakkan matanya "j-jadi.." ucap Ririn tak terselesaikan


"jadi apa?" tanya Gus Sofyan


"jadi ustadz Sofyan nembak Ririn nih?" ucap Ririn masih tak percaya


"tidak" ucap Gus Sofyan yang mampu membuat Ririn merubah ekspresi wajahnya


"saya melamar kamu. boleh kan?" ucap Gus Sofyan tersenyum manis


"Ririn mimpi ya" ucap Ririn melihat Gus Sofyan


Gus Sofyan terkekeh dan mengambil daun dari atas pohon. Gus Sofyan menggerak gerakkan daun itu di tangan Ririn


"haha geli" ucap Ririn


"mimpi kah?" tanya Gus Sofyan tersenyum


"anieyo" ucap Ririn menggeleng kecil dengan tetap menatap Gus Sofyan


"anieyo?" ucap Gus Sofyan dengan wajah herannya


"ah maaf ustadz maaf. aniyo itu artinya tidak hehe" ucap Ririn tersenyum manis menampilkan giginya


"kamu ada ada saja" ucap Gus Sofyan tertawa


"iya ustadz.. anieyo itu bahasa Korea Yang artinya tidak. Ririn tau bahasa itu karena Ririn suka nonton drakor jadi bisa sedikit faham bahasa Korea deh ehehe" ucap Ririn


Gus Sofyan tersenyum "jadi gimana?" tanya Gus Sofyan


"gimana apa?" ucap Ririn


"ah ya maaf ustadz Ririn ngomongnya ngelantur ya. maaf maaf. tapi tak bisa kah Ririn mikir terlebih dahulu?" tanya Ririn


"baik saya mengerti. saya akan memberi kamu waktu untuk berfikir" ucap Gus Sofyan tersenyum


"kalau memang kamu sudah menemukan jawabannya..temui saya di rumah kapan pun terserah kamu. yang penting jangan melebihi waktu satu bulan" ucap Gus Sofyan memahami


"iya ustadz. saya permisi assalamualaikum' ucap Ririn kemudian berlalu meninggalkan Gus Sofyan sendiri di taman dekat pesantren itu.


"waalaikumsalam' ucap Gus Sofyan tersenyum

__ADS_1


"setidaknya saya sudah berusaha" sambungnya lagi


__ADS_2