Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 156


__ADS_3

"Lia juga hamil" ucapnya spontan yang membuat semua mata terbelalak dengan aksinya itu


"maksud kamu apa?" tanya Vania


"iya ma, Lia hamil" ucap Lia sekali lagi


"kamu yakin Li? beneran bukan mimpi?" tanya Reno


"beneran kok, sebentar lagi muslim bakalan jadi ayah" ucap muslim merangkul pinggang Lia


"Alhamdulillah" seru mereka kompak


mereka saling meluk memeluk "nambah cucu lagi haha" ucap Angga tertawa


"banyakin cucu lebih baik, biar gak bingung gimana cara ngabisin uangnya nanti" ucap Deni kemudian mereka tertawa lagi


tak lama setelah itu, mereka tiba tiba terdiam dan saling menatap satu sama lain. mereka menyadari bahwa sedari tadi ada bau yang sangat mengganggu indra penciuman.


"astaghfirullah, JAGUNG!!" teriak Rehan kemudian segera berlari untuk menyiram api yang digunakan untuk membakar jagung tadi.


lagi lagi mereka tertawa dan bukannya sedih karena kerja mereka sia sia, tapi mereka malah bahagia karena ada yang lebih membahagiakan dari sepotong jagung bakar yang gosong itu.


*******


"Bahal, kata Ami bental ladi Aya unya adik" ucap Aera bercerita


"telus?" singkat Bahar


"belalti, Bahal unya adik balu ladi (berarti Bahar punya adik baru lagi)" ucap Aera mengerjap-ngerjapkan matanya


"tapi tan itu butan adikna Bahal (tapi kan itu bukan adiknya Bahar)" ketus Bahar


Aera mengerutkan keningnya kesal "Aya bilang lanpa ni!" ancamnya lucu


"lanpa telus lanpa telus. hm! lemah!" ucap Bahar melirik Aera tajam

__ADS_1


"huwwwaaa" tangis Aera pecah


semua orang menoleh ke arah dua balita yang selalu bertengkar itu. Gus Sofyan menggendong putri kecilnya dan sedikit menimangnya


"Aera kenapa?" tanya Gus Sofyan sembari mengelus punggung putri kecilnya itu


"Ba-bahal bilang A-aya lemah huwaaa" tangisnya


Gus Sofyan terkekeh "Aera gak boleh lemah, kan sebentar lagi punya Adik. seneng nggak?" tanya Gus Sofyan


Aera mengangguk "adikna Aya! butan adikna Bahal!" tegasnya melirik Bahar


Bahar yang merasa namanya terpanggil pun segera mendongak menatap Aera yang berada di gendongan om nya itu. ia memonyongkan bibirnya supaya mendapat kesan garang untuk Aera, namun tidak untuk semua orang yang berada di sana malah merasa gemas dengan kedua tingkah laku bocah itu.


Gus Sofyan dan yang lainnya terkekeh "kenapa kalian gak bisa akur sih?" ucap Vreya yang mencubit pipi Bahar gemas


"Don Ace mi! (don't touch me!)" ketus Bahar


"lah sok Inggris ni bocah" kesal Vreya dan semua orang tertawa


*******


"mom, ayah mana ya?" tanya Ririn ke Syakira, mommy nya


"lah ngapain kamu tanya ayah kamu?" tanya Syakira menatap Ririn yang menampakkan wajah datarnya


"menurut Ririn pertanyaan mommy gak perlu dijawab deh" ucapnya berlalu pergi meninggalkan Syakira


"lah mommy ada salah kah?" tanya Syakira dengan wajah polosnya, kemudian ia terkekeh karena berhasil mengusili anaknya itu


Ririn terus berjalan mencari ayahnya hingga ia bertemu dengan Angga "eh pa, papa keliatan ayah gak? dari tadi Ririn cari gak ada loh" ucapnya clingak clinguk mencari ayahnya


"tadi papa liat Reno ada di sana" ucap Angga menunjuk ke arah tepi pantai dan benar saja, ayahnya tengah berdiri menatap air laut yang tenang


"ayaahh!" teriak Ririn berlari menuju ayahnya

__ADS_1


Reno berbalik menatap anaknya dan Ririn langsung berhambur memeluk Reno "eh kenapa ini?" tanya Reno terkekeh


Ririn tersenyum "Ririn kangen ayah" ucapnya


"lah kan dari tadi ketemu ayah, mulai kemaren juga bareng ayah kan..kamu kenapa sayang?" tanya Reno melepas pelukannya dan menangkup pipi anaknya itu


Ririn tersenyum kuda "gapapa hehe. ayah ngapain disini?" tanya Ririn menatap laut bersama ayahnya


Reno menghela nafasnya panjang "ayah keinget bunda kamu" lirihnya tersenyum tipis


Ririn mengusap punggung ayahnya dan tersenyum manis "bunda pasti bahagia karena lihat kita bahagia" lirihnya menatap Reno


Reno menoleh kepada Ririn. ia mengelus pipi anaknya lembut "bunda juga pasti bahagia karena sebentar lagi, cucunya akan bertambah" ucapnya tersenyum yang diikuti senyum Ririn juga


"maafin ayah ya karena telfon dari sekretaris ayah, liburan kalian jadi cuma satu hari" sambungnya


Ririn menggeleng dengan terus tersenyum "gapapa yah, kan itu bukan cuma ayah, Daddy dan papa juga meeting kan" ucapnya


Reno mengecup kening putri tersayangnya "kamu mau ikut ayah ke new Zealand?" tanyanya yang mendapat gelengan dari Ririn


"Ririn nanti langsung pulang kerumah ummah sama Abah" ucapnya yang mendapat anggukan dari Reno


"oh kalau gitu nanti bilang ke Sofyan, perusahaan yang ada di Semarang jangan lupa di kunjungi juga ya, soalnya nanti ada temen ayah yang mau kerjasama dengan perusahaan yang ada di sana" ucap Reno panjang


"oke yah" ucap Ririn menyatukan jari telunjuk dan jari jempolnya membentuk huruf O


"Ren, helikopter kita sebentar lagi mendarat di sini. buruan siap siap" ucap Deni menghampiri Reno dan Ririn


Ririn beralih menatap ayahnya kembali "kalian pakai helikopter? kenapa gak pesawat aja yah? kalau helikopter kan terlalu lama untuk sampe ke new Zealand" ucap Ririn menatap ayah dan Daddy nya bergantian


"kita pakai helikopter dari sini, nanti kalau sampe bandara baru pakai pesawat. kalau pakai pesawat dari sini, kasian penduduk desa terlalu rame sayang" jelas Reno mengelus kepala Ririn


Ririn hanya ber-oh ria saja. mereka kembali berkumpul dengan semuanya. sembari menunggu, mereka sedikit berbincang santai


NOTE

__ADS_1


-Hai haii guys!! author come back nih!! kangen author atau kangen Gus Sofyan ya kira kiraa? author bakalan crazy up di spesial malam tahun baru ini loh!! yakin gak mau bacaa? karena malam ini malam terakhir tahun 2021, author mau nurutin kalian deh..kalian mau berapa part untuk akhir tahun ini? yuk buruan komen sebelum author badmoodd😘


see you:)


__ADS_2