
Keesokan harinya, mereka datang lagi ke rumah sakit. namun niatnya kali ini bukan untuk Ririn, tapi untuk melihat wajah anak Ririn yang baru saja lahir.
"emangnya udah boleh ya? bukannya kata mbak Aisyah masih perlu waktu dua puluh empat jam?" tanya Vreya sembari berjalan menuju ruangan Ririn dengan seluruh anggota keluarganya
"semoga nggak papa aja deh..soalnya ayah pengen lihat cucu ayah" ucap Reno antusias
"iya bener tuh..Vreya, Firman, cepat lah kalian nyusul Ririn dan Sofyan jadi orang tua..biar mommy bisa cepat cepat juga nimang cucunya" ucap Syakira
"iya mom..santai aja..lagian Firman udah tau strateginya kok..Daddy yang ngajarin tadi malam" ucap Deni terkekeh kecil diujung kalimatnya
mereka sampai di depan ruangan Ririn "Aisyah sama Rehan udah ada di dalam kan?" tanya Vino
"iya udah bang..sebelum ke sini tadi, Rere udah tanya keberadaan kak Aisyah" ucap Rere menimpali
"syukur deh.. lebih baik kita masuk sekarang aja" ucap Vania
"assalamualaikum" ucap mereka bersamaan sembari masuk ke dalam ruangan Ririn
"waalaikumsalam" jawab yang ada di dalam
"gimana baby nya?" tanya Reno
"di akuarium" ucap Ririn santai sembari makan apel yang disodorkan oleh suaminya
"oh ya udah..kapan boleh di lihat Syah?" tanya Deni
"kalau mau sekarang, sepertinya udah diperbolehkan deh dad" ucap Aisyah tersenyum manis
"lah kalau boleh sekarang, kenapa nggak dikasih dari tadi mbak" dengus Ririn
Aisyah terkekeh "biar tunggu kakek neneknya dulu, sayang" ucap Gus Sofyan
"ummah dan Abah mau kesini bi?" tanya Ririn yang diangguki oleh Gus Sofyan
"ya udah tung-" ucap Angga terpotong
__ADS_1
"assalamualaikum" ucap keluarga kyai Hamdan
"eh waalaikumsalam..panjang umur deh Abah sama ummah" ucap Vreya terkekeh di ujung kalimatnya
"kenapa nih kok sampai gosipin ummah? ada yang mau ngasih ummah duit? kok sampai di omongin gitu" ucap umi Hamidah
"haha nggak juga sih ummah..kita di sini hanya perlu menunggu ummah dan Abah, supaya diperbolehkan lihat anak Ririn" ucap Vreya lagi
"oh gitu ya.. ya sudah ayo ayo perlihatkan baby nya" ucap Ning Izah
BRAKK!!
pintu ruangan terbuka karena di dobrak oleh seseorang dari luar
"heh! nggak punya mata ya?!! ada knop pintu loh padahal" ucap Syakira membentak
Lia cengengesan "sorry mom..Lia sontak kaget saat mendengar kalian mau lihat anak Ririn tanpa kehadiran Lia di tengah tengah kalian" ucap Lia
"dih nggak jelas banget sih..emangnya situ penting? haha kagak!" ucap Vreya memutar bola matanya jengah
"udah udah..Vre, Li..udah cukup dulu ya debatnya..di sini kita mau lihat anak Ririn atau tidak? ruangannya ada di sana..jadi kalian yang mau ke sana atau baby nya yang di bawa ke sini?" jelas Aisyah panjang lebar
"lebih baik baby nya di bawa keluar aja mbak..kalau di dalam, yang menjenguk tak boleh terlalu banyak..tapi kalau baby nya di bawa ke sini kan enak..kita bisa giliran untuk gendongnya" ucap Vreya
"wah tumben pinter kamu Vre..tau kalau kamu pintar kayak gini, lebih baik ayah jadikan kamu dokter aja deh" ucap Reno
"ih apaan sih yah.. Vreya mah udah pandai dari dulu..mangkanya ayah nggak nyesel kan udah ngebesarin Vreya" ucap Vreya dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi
tak lama setelah mereka berdebat, masuklah dua perawat yang tengah membawa dua troli..satu troli baby, dan satu lagi troli makan siang untuk Ririn
"silahkan di minum ya Bu..di beri ASI juga baby nya" ucap suster tersebut
"kok hanya satu bi?" tanya Ririn bingung sembari menatap Gus Sofyan penuh harap
"kan emang satu" ucap Lia keceplosan
__ADS_1
"eh-" ucap Lia menyambung
"emang satu? bukannya anak Ririn kembar ya?" tanya Ririn mulai berkaca-kaca
"i-iya sayang" ucap Gus Sofyan
"iya apa bi?!! iya apaa!!?" tanya Ririn berteriak
"anak kita memang tinggal satu. karena kondisi kamu yang saat di operasi sedang tak stabil, jadi dokter hanya bisa menyembuhkan dua orang saja" ucap Gus Sofyan sembari memeluk istrinya yang merasa sangat terpukul
Ririn menangis tersedu-sedu "bahkan hiks..Ririn belum hiks hiks..melihat anak hiks hiks..Ririn sendiri hiks" ucap Ririn menangis di pelukan Gus Sofyan
"sudah, sayang..masih ada dia kan di sisi kita..kita harus bersyukur karena Allah hanya mengambil satu dari kita" ucap Gus Sofyan mengelus kepala Ririn
Ririn melepas pelukannya kemudian mengangguk menatap Gus Sofyan "Ririn mau gendong anak Ririn" ucap Ririn kemudian diangguki oleh Gus Sofyan
Ririn menggendong anaknya sembari meneteskan air matanya sekali kali. ia merasa sangat kehilangan sang buah hati, padahal dia sendiri belum sempat melihat wajah putri keduanya itu
"udah ya..jangan nangis terus..nggak baik untuk ASI nya" ucap Gus Sofyan mengelus kepala Ririn kemudian beralih untuk mencium kening Ririn singkat
Ririn mengangguk pelan "semoga mommy ikhlas atas kepergian kamu nak..mommy akan sering sering datang ke tempatmu kalau kakak kamu udah besar..bahagia lah di sana ya sayang..mommy sayang adek" ucapnya menatap buah hati yang sedang menyusu di pangkuannya
untuk mencairkan suasana supaya tak terlalu lama menangis, akhirnya Vino mengalihkan perhatian semua orang
"nama keponakan uncle ini siapa sih? udah dapat nama belum?" tanya Vino kemudian beralih menatap Gus Sofyan
Gus Sofyan tersenyum manis "udah kok.." ucapnya
"siapaaa??" ucap Lia antusias
"selow broo..pasti di kasih tau kok nanti..nggak perlu teriak teriak kayak gitu..ini rumah sakit" ucap Vreya mendengus kesal
"hahaha..namanya siapa Yan?" tanya Angga
"Nadifa dan Nadila" ucap Gus Sofyan singkat
__ADS_1