Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 125


__ADS_3

Semua anggota keluarga telah berkumpul di suatu ruang rumah sakit, ruang VIP di mana Ririn di rawat.


"kamu beneran nggak papa Rin?" ucap Ning Izah menggendong baby Bahar


Ririn tersenyum tipis "Ririn nggak papa kok mbak. hanya saja kalau duduk terlalu lama sedikit nyeri" ucapnya


"syukurlah kalau begitu. terima kasih ya nak, sudah mau melindungi cucu ummah" ucap umi Hamidah


Ririn terkekeh "itu kan tugas Ririn sebagai ibunya, mah" ucapnya


"jadi kapan Ririn boleh pulang?" ucap kyai Hamdan


"baru juga tadi Kak Ririn sadar bah, masak iya dokter udah ngizinin pulang" ucap Rere terkekeh di ujung kalimatnya


"pemulihan operasi di bagian belakang. paling tidak butuh waktu satu Minggu untuk pulang" ucap dokter Johan menganalisis


"kalau masalah itu ayah nggak terlalu mikirin. yang penting putri dan cucu cucu ayah baik baik saja" ucap Reno mengecup kepala Ririn


"eh iya. nak Vino kapan pulang? kok tau kalau Ririn ada di sini?" ucap kyai Hamdan


"tadi bah" ucap Vino


"tadi Vino ke rumah bah. waktu Abah dan ummah sedang sibuk di pesantren. jadi Haris yang ngasih tau Ririn ada di sini" ucap ustadz Haris yang hanya di respon anggukan kecil dari kyai Hamdan


"kamu sadarnya kapan Rin?" ucap ustadz Haris


Ririn beralih menatap tajam abangnya "saat ada yang ngehajar suami Ririn, ustadz" ucapnya tersenyum sinis


Vino menelan ludahnya kasar saat melihat tatapan mematikan dari adiknya. ia sadar bahwa adik cantiknya kini berubah menjadi monster dengan tatapan itu. seketika suasana menjadi lebih mencekam


"udah pada makan malam belum? mau makan malam bareng nggak?" ucap Deni mencairkan suasana


"Daddy yang traktir?" ucap Lia menatap Deni


"katanya CEO termuda. katanya pemilik perusahaan terbesar. katanya punya uang nggak habis tujuh turunan. lah perihal makan malam doang minta di traktir? pengusaha apaan cobak" ucap Deni dengan nada mengejek sehingga menimbulkan tawa di ruangan tersebut


Lia mendengus kesal "bully aja bully terus!!" ucapnya


"Lia kan kaya pada waktunya" ucap Lia membela diri


"haha kaya pas di butuhkan" Aisyah tertawa

__ADS_1


"makan di restoran Vreya aja. Vreya buka cabang baru di Semarang" timpal Vreya


semua orang menatap Vreya tak percaya "kamu buka cabang baru tapi nggak ngasih tau mommy?" protes Syakira


"kan yang menjalankan bisnisnya Vreya. jadi terserah Vreya dong mom" ucap Vreya sombong


semua orang tertawa "boleh juga tuh. kan enak dapat gratisan" ucap Vino


"ganteng doang, mau makan minta gratisan!!" ucap Ririn mengejek abangnya


"Abang minta gratisan aja, tetep ganteng. apalagi kalau Abang bayar pakai uang tunai hahayy" final Vino


"menang sekarang. liat aja nanti kalau Ririn dah sembuh" ancam Ririn dengan tatapan tajamnya


"eh iya kan Abang bilang mau pulang satu Minggu lagi. ini masih belum satu Minggu loh. kok Abang dah sampai di Indonesia?" sambung Ririn


"makhluk itu tuh yang pengen cepet cepet pulang. kangen sama kekasih hati" ucap Vino menunjuk dokter Johan dengan dagunya


"padahal rencananya Abang mau ngedate sama cewek Jerman" ucap Vino mendengus kesal


"haha sorry bang" kekeh dokter Johan


"makannya jadi atau nggak nii?" kesal Vreya


"ya udah jadii" ucap Vino


"makan di restoran atau di sini?" tanya Vreya


"makan di sini lah biar rame" ucap umi Hamidah


"jangan mah. makan di restoran aja" larang Ririn


"ini rumah sakit. tempatnya virus dan kuman. nggak baik kan kalau makanan yang mau masuk mulut, ada kumannya. jadi kalian makan di restoran Vreya aja" ucap Gus Sofyan


"bener juga sih. ya udah ayo makan di restoran" ucap Angga


"mama di sini aja ya, jagain Ririn. kalian pergilah makan malam" ucap Vania


"nggak Tante. biar Sofyan aja yang jagain Erina. Tante sama yang lainnya ikut makan aja" ucap Gus Sofyan tersenyum manis


"kamu yakin?" ucap Syakira

__ADS_1


"iya. biar Sofyan aja yang jagain" ucap Gus Sofyan meyakinkan


"karena yang jagain Ririn itu ustadz Sofyan, jadi kalian bisa langsung pulang aja setelah makan. nggak perlu ke sini lagi" ucap Ririn


"di usir nih ceritanya?" ucap Syakira


"nggak mom, bukan gitu. kasian kan kalian dari tadi udah nemenin Ririn. Ririn juga butuh istirahat" ucap Ririn


"aelah..bilang aja kamu mau berduaan sama Gus Sofyan" ucap Lia


"udah tau kodenya, kenapa masih di sini?" ucap Ririn tersenyum paksa


"dasar bucin!" ucap Deni


"bucin sama suami sendiri nggak papa lah dad" bela Ririn


"ya udah nanti bagiannya kak Sofyan biar Rere aja yang bawakan ya" tawar Rere yang diangguki oleh semuanya


mereka semua berangkat menuju restoran baru Vreya untuk makan malam secara gratis di sana.


*******


sesampainya di restoran, mereka di sambut oleh beberapa pegawai di restoran tersebut.


"selamat datang boss" ucap salah satu pegawai menunduk tanda hormat


Vreya mengedarkan pandangannya ke dalam restoran "bagaimana?" ucap Vreya menatap pegawai lelaki tersebut


"restoran cukup ramai. maafkan kami karena sudah tak ada kursi VIP untuk boss dan keluarga" ucap pegawai itu


Vreya mengedarkan pandangannya sekali lagi dan tersenyum tipis "tak apa. kami bisa duduk di kursi seadanya saja" ucapnya


mereka duduk di salah satu meja panjang yang cukup untuk tempat mereka makan malam ini. mereka memesan makanan sesuai selera. tak lama kemudian, pesanan mereka datang dan mereka segera menyantap hidangan dengan nikmat.


"Vreya ke kamar mandi dulu ya" ucap Vreya yang diangguki oleh yang lainnya


"mau ku temani?" tawar Firman


Vreya tersenyum "ini restoran Vreya bang. jangan khawatir, Vreya nggak akan nyasar" ucapnya terkekeh di ujung kalimatnya


"ciee pengantin baru yang nggak mau jauh jauh. pengennya nempel terus haha" ledek Vino

__ADS_1


Vreya hanya terkekeh dan beranjak pergi menuju kamar mandi. karena letak kamar mandi yang berada di belakang, maka Vreya harus melewati meja VIP yang berjejer rapi.


"eh itu Vreya ya?" ucap salah seorang yang menduduki kursi VIP


__ADS_2