Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 14


__ADS_3

Saat berada ditengah jalan,,Ririn hampir saja jatuh karena tersandung batu yang lumayan besar menghadang jalannya..beruntunglah ada pohon besar disana yang berfungsi sebagai penolong Ririn saat itu...Ririn memutuskan berhenti untuk mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanannya.


"Assalamualaikum ukhti" sapa salah satu santri saat melihat Ririn sedang berdiam diri di bawah pohon besar


"waalaikumsalam" jawab Ririn dengan mendongak menatap lelaki yang memberi salam,,kemudian dengan segera ia memalingkan wajahnya tak ingin menatap santri itu


"nama saya Irfan,,kalau boleh tau nama ukhti siapa?" tanya lelaki itu


Ririn menatap lelaki itu sejenak dan kemudian langsung berpaling kembali "Ririn" ucapnya singkat dengan nafas yang masih ngos-ngosan


"nih buat kamu" ucap lelaki yang bernama Irfan itu dengan memberikan sebotol air mineral


Ririn menggeleng "tidak,, terima kasih" ucap nya dengan tersenyum samar


"saya membelinya untuk kamu minum,,kenapa tidak mau di terima?" ucap Irfan


"eh a-anu maaf,,tapi saya sedang tidak membutuhkan itu.. terima kasih" Ririn menolaknya dengan halus


Irfan tersenyum simpul "ya sudah tidak apa apa lebih baik saya berikan air ini kepada cacing yang ada di dalam tanah"


"eh jangan" seru Ririn karena mendengar ucapan Irfan


"memangnya kenapa? kan saya membelinya untuk kamu..dan kamu tidak mau meminumnya..jadi untuk apa saya simpan lagi? lebih baik saya buang saja" ucap Irfan


"i-itu jangan di buang nanti mubadzir..ya sudah saya akan meminumnya terima kasih" ucap Ririn mengambil air mineral yang ada di tangan Irfan dan segera meminumnya

__ADS_1


"Alhamdulillah" susul Ririn setelah membasahi tenggorokannya dengan air yang di bawa oleh Irfan itu


"oh ya maaf saya harus kembali ke asrama untuk segera belajar dan beristirahat..sekali lagi saya ucapkan terima kasih assalamualaikum" ucap Ririn dan segera menuju ke kamar asramanya


"lucu juga satu santriwati ini..ada rasa ingin memiliki dia untuk selamanya" ucap Irfan dalam hati dengan tersenyum tipis dan segera bergegas menuju ke kamar asrama khusus lelaki


*


*


*******


malam hari di kamar asrama Aisyah..


"eh curut,,bisa bisanya kamu mau ngerebut Gus Sofyan dari aku..nggak bakal bisa kamu ngerebut dia dari aku..secara ya kan aku itu lebih cantik,lebih manis,lebih uwwu dari pada kamu..jadi nggak perlu berharap aja deh" ucap Lia tak mau kalah


"hey kalian bisa nggak sih nggak usah ngomongin ustadz Sofyan dulu..aku lagi sibuk nih sekarang pusing juga karena mikirin hari ini..kalian harusnya faham dan mengerti bagaimana keadaan aku saat ini..pusing tau nggak" seru Ririn karena tak suka dengan kelakuan kedua sahabatnya yang selalu gosipin ustadz Sofyan itu


"yaa biarin aja lah..kan suka suka aku..mulut juga mulut aku..ya berarti suka hati aku lah mau ngomong apa..kok malah kamu yang sewot gitu sih" ucap Vreya tak terima


Lia menyetujui perkataan Vreya "iya tu kamunya aja yang sok sibuk.. memangnya kamu kenapa sih kok pusing pusing gitu?" ucap Lia


Aisyah yang tadinya hanya mendengarkan celotehan merekapun iku nimbrung "iya Rin..kamu kenapa? dari tadi aku lihat kamu seperti lagi gundah gitu..kenapa sih? cerita dong"


"aduuhh gimana caranya jelasin ke mereka ya..hufh bingung banget ni..ya allah bantuin Ririn" ucap Ririn dalam hati dengan menampilkan wajah gugupnya dia

__ADS_1


"eh anu i-itu hmm aku kangen Rere..iya aku kangen Rere" ucap Ririn cengengesan dan langsung menyembunyikan rasa gugupnya


"yaelaahhh Riinn Riiinnn..kalau cuman kangen Rere mah aku juga sama..aku kangen mommy tapi aku nggak terlalu mikirin sih soalnya aku yakin mommy pasti baik baik saja disana dan aku juga yakin mommy bahagia karena aku bisa betah ada di pesantren" ucap Vreya sok bijak dan dapat anggukan dari Lia


"hufh sukurlah mereka semua percaya dengan cerita aku..ya Allah terima kasih karena sudah bantu Ririn" ucap Ririn tersenyum simpul


"siapa Rere?" tanya Aisyah yang masih bingung dengan nama itu


"oh Rere itu saudara kembarnya Ririn mbak..jadi dia sekarang ada disekolah kota karena dia berprestasi" ucap Lia


"lah kalau kembarannya Ririn ada di kota,,lantas mengapa Ririn ada di pesantren? aneh..bukannya anak kembar itu diharuskan selalu bersama ya..kok kalian bisa berjauhan begini? dan setau mbak,,Ririn juga anak yang berprestasi" tanya Aisyah yang masih bingung


"hmm jadi begini mbak,,Ririn dan kita kita ini terkenal nakal dan jahil di sekolah..sering telat masuk kelas,,jarang mendengarkan penjelasan guru,, melanggar peraturan sekolah,,sering membuat gaduh..dan dengan ulah kami,orang tua kami sering datang ke sekolah karena panggilan dari kepala sekolah,,nah saudara kembarnya Ririn ini tidak nakal..bahkan sifatnya sangat bertolak belakang dengan Ririn..sehingga ayah Reno hanya memasukkan Ririn ke pesantren..sedangkan Rere tidak dan tetap harus bersekolah di kota..begituuu" ucap Vreya panjang lebar


Ririn dan Lia hanya mengangguk setuju "iya mbak..jadi begitu ceritanya"


"eh jadi kamu punya saudara kembar Rin" ucap Aisyah


"Iyah" ucap Ririn singkat dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur


"ya sudah lah lebih baik aku mau istirahat aja dari pada besok pagi nggak bisa bangun kan ribet..ntar dihukum lagi seperti tempo hari..ya sudah guys aku tidur dulu ya..by assalamualaikum" ucap Ririn dan mengarahkan tangannya hendak membaca doa sebelum tidur


"hm iya waalaikumsalam" ucap Aisyah,,Lia,,dan Vreya bersamaan


kemudian mereka pun segera istirahat dan mengejar mimpi yang akan datang malam ini..

__ADS_1


__ADS_2