Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 12


__ADS_3

keesokan harinya... Ririn,Lia,Vreya, dan Aisyah terbangun karena adanya suara adzan subuh yang sangat indah..bukan seperti biasanya,,adzan subuh yang kali ini lebih merdu dan lebih lembut..sangat berbeda dengan adzan subuh seperti biasa..Mereka terbangun dan segera berwudhu untuk melakukan sholat subuh berjamaah di musholla pesantren..


"Ya ampun,,itu siapa sih yang melantunkan ayat ayat suci Al Qur'an dengan seindah ini? jika dilihat dari postur tubuhnya,,sepertinya lelaki itu tampan deh..uwuu jadi gemes" ucap Lia seketika mendengar seseorang sedang mengaji dari dalam musholla


"iya bener,,kayaknya dia suami yang Allah turunkan untuk Vreya seorang..omoo Gans banget punggungnya..culik adek bang" heboh Vreya tak mengalihkan pandangan dari sosok lelaki itu


Mereka berempat tetap berdiri di depan pintu musholla menunggu jawaban dari pertanyaan yang ada di dalam benak mereka masing masing..hingga akhirnya lelaki itu keluar dan menatap keempat gadis cantik yang sedang berada di depan pintu..lelaki itu adalah Gus Sofyan..setelah melihat kedatangan Gus Sofyan,, Aisyah segera menundukkan kepalanya


"Assalamualaikum" ucap Gus Sofyan menyapa keempat gadis itu


"Waalaikumsalam" ucap mereka serempak


"Omaygat jadi yang tadi ngajinya adem banget itu ustadz Sofyan,,demi apa aku ngeliat ustadz Sofyan seperti seorang pangeran dan kenapa hatiku dag dig dug gini ya..eh tapi kalau diliat dari Deket gini ganteng banget sih ustadz..oh oh no ini nggak bisa dibiarin mungkin aku lagi mimpi,,yah kali ustadz galak itu bisa jadi semulia seorang pangeran..Halah ngapain juga sih aku liatin dia..nggak ada gunanya juga cih" Ririn berdecih dalam hati dan segera menundukkan kepalanya sama seperti Aisyah


Gus Sofyan menahan senyum memahami batinan Ririn..kemudian bertanya dengan wajah dinginnya "kalian ngapain ada disini? matahari sudah naik dan semua santriwati sudah kembali ke asramanya masing masing..lalu kalian masih ada perlu apa disini?"


"eh anu Gus tadi Ririn bilang mau minta tolong Gus Sofyan untuk jelaskan materi yang kemaren soalnya Ririn kemaren kan pingsan dan tidak mengikuti mata pelajaran di kelas Gus..jadi dia minta bantuan dari Gus Sofyan" ucap Vreya asal asalan


mendengar ucapan Vreya tadi,Ririn sangat kesal dan membulatkan matanya kaget,,ia ingin menyeka omongan Vreya namun terhenti karena ucapan Gus Sofyan


"oh jika begitu kenapa tidak kalian saja yang menjelaskan..kan kalian juga ada didalam kelas saat itu..pasti kalian paham kan materi yang saya jelaskan kemaren..ya sudah kalau begitu kalian saja yang menjelaskan kepada Erina..bukan begitu Erina?" ucap Gus Sofyan kemudian memandang Ririn


"eh anu i-iya ustadz" ucap Ririn gugup


"hmm ya sudah kalau begitu kami pamit dulu ya ustadz..kami harus bersiap untuk pergi ke sekolah karena hari sudah semakin siang.. assalamualaikum ustadz" susul Ririn yang langsung menarik kesal Vreya untuk segera pergi dari tempat Gus Sofyan,,Mereka meninggalkan Lia dan Aisyah yang masih berada di tempat Gus Sofyan berada


"Vre kamu udah gila ya..maksud kamu ngomong kayak tadi ke ustadz Sofyan apa? kamu mau buat aku malu ya? kan tadi aku nggak bilang gitu..ih kamu buat aku bete aja Vre" ucap Ririn penuh kedongkolan di dalam kamar mereka

__ADS_1


"yaelah Rin..santai aja kali,,lagian aku tau kok kalau kamu naksir Gus Sofyan kan hayo ngaku kamu..yaiyalah naksir,Gimana nggak cobak..udah ganteng,,pinter ngaji,,anak kyai,,uwuwu idaman semua cewek banget dah pokoknya" ucap Vreya membayangkan wajah Gus Sofyan


"dari pada aku ngeladenin si Vreya ntar tambah panjang urusannya..apalagi kalau sampe dia udah ngeluarin kata kata mutiaranya..ih males banget aku dengerinnya" ucap Ririn dalam hati sambil bergidik ngeri


"eh Vre aku mandi dulu ya,,soalnya ini matahari sudah semakin diatas..by Vre assalamualaikum" ucap Ririn kemudian dengan cepat berlalu meninggalkan Vreya sendirian dikamar


saat Ririn keluar,,dia bertemu dengan Lia dan Aisyah yang hendak masuk kamar namun di cegah oleh Ririn


"eh mbak,,Li,,jangan masuk!" ucap Ririn


"lah emangnya kenapa Rin?" tanya Aisyah


Lia yang tidak paham dengan Ririn dengan sengaja menggerakkan salah satu alisnya naik turun kemudian dibalas gelengan lemah oleh Ririn dan Lia dapat memahami isyarat itu


"hmm emangnya mbak mau dengerin kata kata mutiaranya si Vreya? udah ah mbak mending kita pergi ke musholla dulu untuk melakukan sholat Dhuha disana..gimana?" ucap Lia kemudian pergi dan diikuti oleh Aisyah dibelakangnya


"hufh untung saja mereka tidak tau apa Yanga ku rasakan tadi saat bertemu dengan ustadz Sofyan..tapi kenapa jadi seperti itu ya..kenapa jantungku berdetak lebih cepat jika menatap matanya..aduuhh tau ah mending aku mandi aja lah sekarang dari pada telat lagi nantinya" ucap Ririn dalam hati dak segera pergi untuk mandi dan bersiap pergi ke sekolah


*


*


"Assalamualaikum" ucap Gus Sofyan masuk kedalam kelas


"Waalaikumsalam" jawab seluruhnya serentak


"baiklah bismillahirrahmanirrahim kita mulai pelajarannya sekarang ya..untuk pembukaan silahkan dipandu doa terlebih dahulu" ucap Gus Sofyan dan mereka pun berdoa dengan khusyuk kemudian langsung memulai pelajaran mereka hari ini

__ADS_1


"baiklah sekarang kita mulai..siapa yang dapat menjelaskan kembali tentang materi pelajaran yang kemaren sempat saya ajarkan untuk kalian? yang masih ingat segera maju kedepan" ucap Gus Sofyan


"hmm saya ustadz" ucap Ririn gugup dengan mengangkat tangan kanannya


"kamu yakin? kamu kemaren kan ada di ruang UKS Erina..bagaimana kamu bisa menjelaskannya kembali?" ucap Gus Sofyan tak percaya


"insyaallah ustadz" seru Ririn dengan yakin


ustadz Sofyan tersenyum "baiklah jika begitu silahkan maju dan jelaskan kepada teman teman kamu" ucap Gus Sofyan mempersilahkan


dengan segan Ririn maju dan menarik nafas panjang untuk menghilangkan rasa gugupnya..kemudian dengan lantang dan cermat dia menjelaskan seluruh materi yang sudah dipelajari olehnya dan Aisyah tadi malam


setelah menyelesaikan mata pelajaran hari ini,,mereka semua kembali ke asrama masing masing..sama halnya dengan Aisyah dan Ririn..kedua gadis cantik itu berjalan beriringan karena Lia dan Vreya sudah kembali ke asrama terlebih dahulu


"Eh mbak tunggu deh kayaknya buku catatan matematika Ririn ketinggalan di kelas" ucap Ririn


"lah kok bisa Rin? kamu cek dulu biar aku tunggu disini..sepertinya di kelas masih ada anak anak" ucap Aisyah


"oh iya mbak..mbak tunggu di sini dulu ya assalamualaikum" ucap Ririn kemudian berlalu pergi ke kelas


didalam kelas tidak ada banyak murid..hanya ada dua santriwati saja,,dan dengan ragu Ririn masuk ke dalam kelas dan segera menuju tempat duduknya kemudian langsung mengambil buku catatannya itu..namun ada tangan yang menarik Khimar Ririn dengan kuat sehingga membuat rambut Ririn terliha dengan leluasa


"hei maksud kamu apa?! kamu nggak sopan banget deh main lepas lepas jilbab orang..kamu itu siapa sih berani buat onar disini,,dasar sengklek! " ucap Ririn kemudian mengambil Khimar panjangnya yang berada ditangan gadis itu..kemudian gadis itu dengan segera menyobek ujung kain khimar yang Ririn gunakan sehingga membuat Ririn naik pitam gegara rambutnya kembali terlihat


"eh kamu nggak usah Deket Deket lagi deh sama Gus Sofyan..karena dia itu udah dijodohin sama aku..jadi percuma kalau kamu ingin cari perhatiannya dia..nggak akan ada hasilnya..hahaha dasar bocah! ngemis aja kerjaannya" ucap salah satu gadis itu dengan menjambak rambut Ririn..dia adalah ADELIA,,Adelia dengan sahabatnya yang bernama FITRIA sengaja tidak pulang terlebih dahulu karena ingin memberi peringatan untuk Ririn..gadis cantik yang dikenal dengan otak liciknya..dengan akal bulusnya itu,mereka selalu berusaha mendapat apa yang mereka inginkan


"astaghfirullah Ririn..apa yang kamu lakukan? nih pakai cepat sebelum ada santri yang liat kamu" ucap Aisyah kaget dan langsung memberikan jilbab yang ada didalam tasnya

__ADS_1


"dia yang udah lepas jilbab aku mbak..dia juga nyuruh aku menjauh dari ustadz Sofyan..maksudnya apa cobak..kan aku dengan ustadz Sofyan nggak ada apa apa..ihh dasar Mak lampir" ucap Ririn dengan menggunakan jilbab yang diberikan Aisyah


Aisyah menatap kedua gadis didepannya itu "permainan apa lagi ini Del..dengan adanya Ririn Lia dan Vreya kamu akan mendapat mainan baru..semoga Allah segera menyinari hati kamu Del" ucap Aisyah dalam hati dan menarik Ririn untuk segera pergi dari kelas.


__ADS_2