
"Eh Rin, udah selesai? ngapain aja tadi di kamar Rere?" ucap Lia yang melihat Ririn berjalan menuju ruang keluarga
Ririn hanya tersenyum dan tak menjawab pertanyaan Lia. dia memilih duduk di sofa samping Vino dan menatap Gus Sofyan dengan tajam.
"ada apa ini sebenarnya? kenapa Ririn menatap saya seperti itu?" ucap Gus Sofyan dalam hati
"kenapa? ada apa?" ucap Vino yang melihat Ririn selalu menatap Gus Sofyan dengan mata elangnya
"ayo Kak tanyakan saja.. Rere juga sudah kepo banget nih.. ayo dong tanyakan.. tanyakan Kak.. tanyakan!" batin Rere yang dapat di dengar oleh Gus Sofyan
"tanyakan apa?" ucap Gus Sofyan menatap Ririn dan Rere bersamaan
"hah? kok ustadz bisa tahu sih kalau Ririn mau bertanya sesuatu" ucap Ririn heran
"memangnya Ririn mau bertanya apa?" ucap Reno memandang putrinya lembut
"oh iya Ririn lupa. Ririn mau bertanya sesuatu kepada ustadz" ucap Ririn menatap Gus Sofyan kemudian beralih menatap umi Hamidah dan kyai Hamdan
"bertanya apa nak? tanyakan saja mumpung kami masih ada disini" ucap umi Hamidah tersenyum lembut
tampak seperti ada keraguan di raut wajah Ririn. ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar
"tadi siang saat Ririn menuju mall bersama Rere, Lia, dan Vreya,, Ririn melihat Gus Sofyan bergandengan tangan dengan seorang wanita. sekarang pertanyaan Ririn,, siapa wanita itu ustadz?" ucap Ririn menatap Gus Sofyan
umi Hamidah dan kyai Hamdan yang mendengar pertanyaan Ririn pun saling pandang dan kemudian beralih menatap Putra bungsunya untuk meminta jawaban
"bukankah kamu tadi izinnya hanya bertemu dengan kawan? apa kawanmu seorang wanita?" ucap kyai Hamdan
Gus Sofyan hanya menundukkan kepala dan tak memberi jawaban atas pertanyaan Ririn dan kyai Hamdan.
"kamu tadi bertemu dengan siapa Yan? wanita siapa yang kamu temui? apa hanya karena wanita itu kamu berani membohongi ummah dan Abah?" ucap umi Hamidah mulai emosi
"tidak ummah,, Sofyan tidak berbohong" ucap Gus Sofyan menyangkal
"jika memang kamu tidak berbohong, tolong jelaskan sama ummah Dan Abah serta kepada semua orang yang ada di sini,,bertemu dengan siapa kamu tadi siang" ucap kyai Hamdan
__ADS_1
"Sofyan ingin menjelaskan bah,, tapi Sofyan tidak tahu harus menjelaskannya dari mana" ucap Gus Sofyan beralih menatap kyai Hamdan
"jelaskan kepada Abah secara singkat nak" ucap kyai Hamdan menepuk pundak putranya
"Sofyan tidak berbohong tentang izin itu bah. Sofyan benar-benar mengunjungi kawan Sofyan yang ada di Surabaya. saat Sofyan hendak pulang,, tanpa sengaja Sofia bertemu dengan Arumi" ucapku Sofyan kemudian menatap semua orang yang ada di ruangan tersebut secara bergantian
"Arumi?" ucap Lia,, Vreya,, Ririn, dan Rere bersamaan
"siapa Arumi?" ucap Reno menatap kyai Hamdan dan Gus Sofyan bergantian
"Arumi adalah wanita yang dulunya hendak kami nikahkan dengan Sofyan" Reno dan Ririn bergantian
"lalu kenapa sekarang pernikahan itu tidak diteruskan?" ucap Ririn menatap umi Hamidah
"pernikahan itu batal karena Arumi tidak datang di saat ijab qobul akan dimulai" ucap Gus Sofyan menundukkan kepalanya
vino yang melihat suasana menjadi canggung pun memutar otak supaya mendapat cara yang tepat untuk membuat suasana menjadi cair kembali
"ya sudah, karena pertanyaan dari Ririn sudah terjawab,,sekarang saatnya kita tidur..sudah melebihi jam sembilan malam loh..mari tidur tidur" ucap Vino yang tak mendapat satu pun respon dari mereka yang sedang sibuk dengan pikirannya masing masing
"bukankah ummah dan Abah besok akan kembali ke pesantren? berarti harus bangun pagi dong supaya tak mengalami macet" ucap vino menatap kyai Hamdan dan umi Hamidah bergantian
umi Hamidah tersenyum "iya nak. kami harus pulang besok pagi karena kami sudah menemukan tanggal yang pas untuk menikahkan kalian berdua" ucap umi Hamidah menatap Ririn dan Gus Sofyan bergantian
"secepat itu ummah?" ucap Ririn menatap umi Hamidah
kyai Hamdan tersenyum "bukankah lebih cepat lebih baik?" ucapnya
"lalu kapan kak Ririn nikahnya bah?" ucap Rere
"dua Minggu lagi" ucap Lia, Vreya, dan vino bersamaan
"hahaha" tawa mereka semua saat melihat ekspresi Ririn dan Rere yang terkejut
"ih kok Abang ikutan sih..nggak seru deh kalau Rere nggak ikutan juga..ayo replay replay..Rere juga mau ikutan" ucap Rere merengek
__ADS_1
"hahaha sudah lah sudah..tidurlah kalian cepat..ini sudah malam" ucap Reno mengelus rambut Rere lembut
"tapi ummah,,kenapa kalian harus pulang? bukankah Ririn menikahnya di sini?" ucap Ririn bingung
"kalian memang menikahnya di sini..tapi kalian tak di perbolehkan untuk bertemu dulu.. karena tradisi di keluarga kita harus seperti itu Rin. jadi, calon mempelai wanita dan pria tak diperbolehkan untuk bertemu maupun berhubungan selama satu Minggu sebelum mereka dinyatakan sah menjadi suami istri" ucap Reno menjelaskan
"lah kok Ririn baru dengar ada tradisi seperti itu yah?" ucap Ririn menatap ayahnya dalam
saat Reno hendak menjawab,,vino mendahului "sudah lah Rin,,Abang tau kamu masih mau melihat calon suami kamu yang tampan ini dengan sepuas hati,,masih lebih tampan Abang sih lebih tepatnya. tapi kamu harus mengikuti peraturan di keluarga kita" ucap vino yang mengundang tawa semua orang
"ihh apaan sih bang" ucap Ririn tersipu
"ya udah kalau gitu Ririn mau tidur dulu ya semuanya,, papay" ucap Ririn melambaikan tangan dan berlari menaiki tangga menuju kamarnya
"eh tunggu Rin kita juga mau ikut" ucap Lia dan Vreya bersamaan
"hahaha dasar trio curut" ucap vino tertawa melihat tingkah ketiga gadis cantik itu
"eh ayah..emangnya beneran ya, ada tradisi seperti itu di keluarga kita? sejak kapan yah?" ucap Rere yang masih penasaran
"sejak zaman neneknya nenek moyang..tanya Mulu ih kamu. kenapa emangnya? kamu udah mau nikah juga?" ucap vino menjawab pertanyaan Rere
"ih apaan sih bang. sewot aja deh" ucap Rere mengerucutkan bibirnya
"ya udah lah Rere ke atas dulu. nggak enak di sini ada Abang" ucap Rere menatap abangnya sinis
"ayah,,ummah,,Abang,,kak Sofyan,,Rere ke atas dulu ya.. assalamualaikum" ucap Rere berdiri kemudian berjalan menuju tangga rumahnya
"lah di sini ada Abang tapi nggak di sebut juga" ucap vino sedikit berteriak
"nggak tau Rere nggak keliatan Abang tadi" ucap Rere berteriak karena posisi dia dengan vino sudah cukup jauh
"haha sudah lah Vin..kamu tu ya ganggu adik adiknya terus..kasian" ucap Reno
"lebih baik kamu istirahat juga..besok kamu kerja kan? istirahat sana" sambungnya
__ADS_1
"iya yah. vino permisi dulu ya ummah,,Abah" ucap vino membungkuk kemudian berjalan menuju kamarnya
semua orang sudah beristirahat dengan nyaman di rumah mewah tersebut. mereka semua tampaknya sudah siap melaksanakan kegiatan baru esok pagi.