
setelah sampai di kamar,,ingin rasanya Ririn berteriak dan menangis sekencang kencangnya. namun hal itu tak akan terjadi karena di kamar itu ada ketiga kawannya dan tak ingin berniat mengganggunya
"eh Ririn sudah pulang?" tanya Aisyah yang melihat Ririn yang sudah duduk di kasurnya
"iya mbak" ucap Ririn tersenyum simpul
"kok nggak ucap salam?" tanya Aisyah
"eh maaf mbak lupa tadi Ririn pikir kalian sudah tidur dan tak berniat mau mengganggu" ucap Ririn
"ya sudah gimana bukunya? memang benar milik Gus Sofyan?" tanya Aisyah
"iya" jawabnya singkat
"kamu kenapa?" tanya Aisyah
"hah? kenapa? nggak papa kok mbak" ucap Ririn tersenyum simpul
"kamu yakin? kalau kamu ada masalah kamu bisa ceritain semuanya ke mbak..kalau memang mbak bisa bantu ya Alhamdulillah Rin" ucap Aisyah
"iya mbak makasih" ucap Ririn
"sebenarnya Ririn bingung mbak" ucap Ririn terhenti
"kenapa?" tanya Aisyah
"tadi saat Ririn mengembalikan buku ustadz Sofyan,,Ririn tak sengaja mendengar ucapan kyai Hamdan yang bilang kalau ustadz Sofyan akan di jodohkan dengan putri dari kawan kyai Hamdan" ucap Ririn
"lalu bingungnya dimana Rin?" tanya Aisyah
"ih mbak mah nggak faham sih apa yang Ririn maksud..sudah lah Ririn tidur dulu aja" ucap Ririn dengan wajah kesalnya
"mbak tau kamu suka Gus Sofyan Rin..terlihat dari mata kamu saat kamu mandang dia..sebenarnya mbak tau apa yang kamu maksud tadi..tapi mbak ingin kamu sendiri yang jujur kalau kamu suka Gus Sofyan,,bukan mbak yang hanya menebak nebak" ucap Aisyah dalam hati dengan tersenyum dan kemudian berbaring di atas ranjangnya itu.
*******
-di rumah Gus Sofyan
"jadi semuanya sudah setuju dengan pembicaraan kita barusan?" tanya kyai Hamdan
"kalau ummah sih terserah Sofyan nya aja bah..kalau dia mau dan dia bahagia ummah juga akan bahagia" ucap umi Hamidah dengan sesekali melihat ke arah Gus Sofyan
"pendapat Haris?" tanya kyai Hamdan
"pendapat Haris sih sama seperti ummah bah. kalau itu yang terbaik dan Sofyan merasa bahagia,,Haris juga akan mendukung" ucap ustadz Haris
__ADS_1
"berarti ini semuanya setuju kan" ucap kyai Hamdan
"loh kok Sofyan sama Izah tidak di tanya bah?" ucap Ning Izah
"karena Abah yakin kalian akan setuju dengan ucapan Abah tadi' ucap kyai Hamdan
"tapi Sofyan nggak setuju bah" ucap Gus Sofyan lantang
"kenapa kamu nggak setuju?" ucap kyai Hamdan
"karena Sofyan ingin memilih sahabat hidup Sofyan sendiri bah, bukan di jodohkan seperti ini" ucap Gus Sofyan
"Izah setuju dengan pendapat Sofyan. ini sudah bukan lagi zaman Siti Nurbaya bah,,jangan lah jodoh jodohkan Sofyan seperti itu,dia kan sudah dewasa. bukannya Izah ingin membantah atau melawan ucapan Abah,,tapi Izah tak mau adik Izah mengalami hal yang sama seperti Izah dulu. menikah dengan perjodohan itu tidaklah mudah. kedua belah pihak harus sama sama saling memahami dan membangun cinta" ucap Ning Izah
"lagi pula Izah yakin Sofyan memiliki kriteria sahabat hidupnya sendiri dan Izah juga yakin bahwa Sofyan sudah menemukannya, namun masih enggan untuk memperkenalkan kepada kita semua" sambung Ning Izah
Gus Sofyan yang mendengar hal tersebut sontak membelalakkan matanya melihat sang kakak yang berbicara seperti itu tanpa seizinnya
"tapi pada akhirnya kalian saling cinta dan berjodoh kan, ucapan Abah tak pernah salah buktinya saja kamu hamil dan itu darah daging Haris, orang yang dulu Abah jodohkan denganmu" ucap kyai Hamdan
"sudah lah bah tak perlu seperti itu terus..kasian anak anak bah" ucap umi Hamidah
"apa yang di katakan Izah itu benar Sofyan?" sambung umi Hamidah
"eehh anu ummah.. Sofyan masih belum ada kok" ucap Gus Sofyan
"sudah sudah..ini sudah malam dan ummah rasa pembicaraan ini sudah selesai..Sofyan,kamu masuk ke kamar dan istirahatlah nak" ucap umi Hamidah
"iya ummah" ucap Gus Sofyan masuk ke dalam menuju kamarnya
"kamu juga zah..kamu sekarang membawa nyawa di tubuh kamu. kamu harus menjaga dan merawat di dengan baik. segeralah istirahat ya ummah masuk dulu' ucap umi Hamidah kemudian berjalan menuju kamarnya
-di kamar Gus Sofyan
"ada apa dengan Abah ya,,bisa bisanya Abah memiliki rencana di luar dugaan seperti ini" ucap Gus Sofyan
tok..
tok..
tok..
"iya masuk" ucap Gus Sofyan
"eh mbak,,ada apa ke kamar Sofyan?" tanya Gus Sofyan
__ADS_1
"kamu masih kepikiran ucapan Abah tadi ya" tanya ning izah
"hmm nggak kok mbak" ucap Gus Sofyan tersenyum simpul
"kamu nggak perlu dengerin ucapan Abah. Abah hanya menggertak kamu saja karena Abah pikir umur kamu sudah cukup untuk berkeluarga" ucap Ning Izah
"iya mbak. eh mbak tadi kenapa ngomong kalau Sofyan sudah menemukan wanita itu?" tanya Gus Sofyan
"hmm nggak papa sih emang kenyataan kan" ucap Ning Izah
"nggak tuh' jawab Gus Sofyan
"Ririn kan" ucap Ning Izah dalam hati
mendengar nama Ririn di sebut dalam hati Ning Izah,,Gus Sofyan menatap wajah kakaknya itu.
"apa?" ucap Ning Izah dengan menahan tawanya
"ah mbak mah nggak lucu tau" ucap Gus Sofyan dengan menampilkan wajah kesalnya
"sudah lah yan kamu nggak bisa bohongi perasaan kamu. mbak tau kalau kamu tertarik padanya kan" ucap Ning Izah
"sebenarnya Sofyan belum yakin sih mbak hehe" ucap Gus Sofyan
"kenapa?" tanya ning Izah
"karena sepertinya dia sudah ada di dalam hati orang lain" ucap Gus Sofyan
"maksudnya dia sudah ada pasangan gitu?' tanya ning Izah
"he em" ucap Gus Sofyan dengan wajah sedikit di tekuk
"kamu dapat informasi dari siapa?" tanya ning Izah
"Sofyan liat sendiri dia berpelukan dengan cowok itu mbak' ucap Gus Sofyan
"hahaha kasian sekali kamu Yan Yan..tapi kalau Ririn nggak bisa,,maknanya kamu harus segera menemukan wanita itu supaya tidak di jodohkan sama Rifah itu haha" ucap Ning Izah kemudian keluar kamar Gus Sofyan
"bukan kakak Sofyan kalau nggak seperti itu kelakuannya. di luarnya aja kalem sok sok tertutup..dasar ninja" ucap Gus Sofyan
"nggak papa ninja yang penting cantik hihi" ucap Ning Izah yang ternyata masih mendengar ucapan Gus Sofyan tadi
Ning Izah
__ADS_1
ustadz Haris