Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 26


__ADS_3

pagi hari pun tiba. terdapat seorang gadis cantik yang tengah duduk di tepi ranjangnya. gadis tersebut masih terpukul atas semua kejadian yg menimpa keluarganya kemarin. tatapannya kosong menuju lantai


"assalamualaikum,bolehkah masuk?" ucap lelaki tampan dari luar kamar


"iya" ucap Ririn singkat


"salam Abang kok nggak di jawab Rin?" tanya Vino sembari duduk di samping Ririn


"waalaikumsalam" jawab Ririn


vino menarik nafas panjang dan membuangnya kasar..dia rangkul tubuh kecil adiknya "kamu bilang nggak perlu nangis dan sedih sedih lagi,,kan kamu sendiri yang ngomong kalau kita tidak ikhlas dan terus menangis,maka bunda di sana tidak akan bahagia" ucapnya


"iya" jawab Ririn singkat


"ya sudah berarti kalau gitu kamu nggak perlu seperti ini dek..masak Iyah princessnya Abang sedih terus sih..kan nanti nggak bisa jadi manusia tercantik di dunia lagi dong kalau gitu" ucap Vino menghibur Ririn


mendengar hal itu,Ririn terkekeh pelan kemudian menatap mata abangnya lembut "Abang mau janji sesuatu nggak untuk Ririn?" tanya gadis itu


"iya..apa?" tanya Vino


"selama di rumah nanti,Abang harus janji nggak boleh pergi pergi jauh dari ayah dan Rere..paham!?" tanya Ririn penuh penekanan


"siap boss" jawab vino dengan tangan menghormat dan langsung memeluk adiknya itu


"yang terpenting untuk Abang sekarang adalah kebahagiaan kalian" ucap Vino dalam hati


saat adegan peluk memeluk tersebut berlangsung,,tiba tiba terhenti karena ada yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu


"Rin ka--" ucap Aisyah terhenti ketika melihat adegan tersebut


"eh itu anu,,em maaf ganggu kalian..saya permisi" ucap Aisyah kemudian pergi dan menutup pintunya lagi


karena terkejut, Ririn dan Vino hanya saling pandang dan kemudian tersenyum karena melihat tingkah Aisyah yang salah tingkah


"mau kemana?" tanya Vino memegang tangan Ririn saat Ririn berdiri hendak pergi


"mau ke mbak Aisyah,,dia nggak tau kalau bang Vino abangnya Ririn,,pasti dia kaget dan mikirnya macem macem saat melihat kita tadi" ucap Ririn tersenyum kemudian pergi dari kamar itu


"Abang ikut' ucap Vino dan segera mengikuti Ririn

__ADS_1


*******


-di ruang tamu


"Ris,,Abah nitip pesantren sama kalian ya..Abah mau ikut nak Reno ke Surabaya hinggap satu Minggu..jadi Abah harap kamu dan Izah bisa menjaga pesantren dengan baik selama Abah tidak ada di sini" ucap kyai Hamdan


"oh Iya bah saya laksanakan sebaik dan sekuat saya" ucap ustadz Haris


"lho Syah, mana Ririn?" tanya umi Hamidah saat melihat Aisyah kembali begitu cepat tanpa membawa Ririn


"emm itu umi,,anu-" ucap Aisyah gugup


"assalamualaikum" ucap Ririn yang tiba tiba datang bersama Vino


"waalaikumsalam" ucap semua orang yang ada di ruang tamu


"ah ini dia anaknya..dari mana saja sih kamu nak..papa dan yang lainnya nunggu kamu dari tadi lhoo" ucap Angga kepada Ririn


"iya maaf tadi Ririn masih di kamar berbincang sama Abang" ucap Ririn


"ya sudah gimana kalau kita berangkat sekarang..semuanya sudah siap kan?" tanya Reno kepada yang lainnya


"Vin,kira kira kamu sudah bisa nyetir nggak?" tanya Reno


"oh bisa kok" ucap Vino


"karena ayah masih belum bisa menyetir, biar ayah ikut mobil ambulans saja..sedangkan Ririn, Rere, Aisyah, Vreya dan Lia satu mobil sama kamu ya Vin' ucap Reno kepada vino yang hanya mendapat anggukan dari anak sulungnya itu


"nah kalau begitu Sofyan satu mobil dengan Abah, ummah, firman dan Irfan..sementara Rehan,satu mobil dengan orang tua Vreya dan Lia..bisa kan Han" ucap kyai Hamdan


"iya pak kyai' ucap Rehan


setelah semua sudah siap,,mereka berangkat menuju kota Surabaya dengan anggota mobil masing masing yang sudah di persiapkan tadi


*******


-di dalam mobil Vino


Aisyah duduk di kursi paling belakang bersama Lia "Li" ucap Aisyah dengan menyenggol lengan Lia

__ADS_1


"hm?" sahut Lia singkat


"yang nyetir mobil itu siapanya Ririn sih? pacarnya ya? soalnya tadi mbak liat mereka berpelukan di dalam kamar Ririn" tanya Aisyah lugu dengan nada berbisik di dekat telinga Lia


saat mendengar pertanyaan dari Aisyah itu, Lia langsung tertawa hingga perutnya sakit "hahahaha masak iya haha" ucapannya hingga tak bisa terselesaikan dengan benar karena tertawa


semua orang yang ada di mobil terheran menatap Lia dengan tingkah laku Lia karena dia tiba tiba tertawa seperti nenek sihir yang mendapat mangsa


"eh curut! ngapa kauuu?" tanya Vreya heran


"hahaha nggak nih mbak Aisyah lucu haha" ucapnya dengan terus tertawa


"aduh kenapa si Lia malah tertawa sih bukannya jawab..malu banget akuu" ucap Aisyah dalam hati


saat sudah selesai tertawa,,Lia menarik nafasnya panjang untuk menetralkan nyawanya supaya tidak hilang kemudian dia membuka suara "Rin,,yang mengemudikan mobil ini pacarmu ya..pertanyaan dari mbak Aisyah tu" ucap Lia sedikit berteriak sehingga semua orang tertawa dengan ucapan Lia tersebut


"aduuhh apaan sih Lia kan aku Maluuu..bukannya jawab malah dipertanyakan dengan suara lantang gitu..apalagi di depan pacar Ririn pula..aaa kan malu bangeett" batin Aisyah


melihat Ririn dan Rere tertawa seperti itu membuat hati vino agak tenang karena kedua princess kesayangannya tersenyum kembali walaupun hanya karena hal kecil


setelah puas tertawa,,Ririn mengatur nafasnya untuk menjawab pertanyaan Aisyah


"mbak,,yang mengemudikan mobil ini bukan pacar Ririn..asal mbak tau dia itu lebih segalanya dari pacar menurut Ririn" ucap Ririn tersenyum


"tunangan kah?" tanya Aisyah yang masih tetap saja belum mengerti


Ririn terkekeh kecil dengan pertanyaan Aisyah "dia Abang Ririn..anak pertama bunda dan ayah..Vino Brahmana Putra Fahriza.." ucap Ririn kepada Aisyah


"bang,,kenalin dia sahabat sekaligus guru pertama Ririn saat masuk pesantren..dia juga teman sekamar Ririn Vreya dan Lia di pesantren..namanya Aisyah Fitria" lanjut Ririn


"oh hai assalamualaikum Aisyah" ucap Vino dengan melihat kaca mobil sekilas dengan melambaikan tangannya


"wa--waalaikumsalam" ucap Aisyah dengan pipi yang terlihat lebih merah


"hahaha lucu banget mbak Aisyah ni haha" ledek Vreya lagi


"aduuhh malu bangeett..bisa bisanya aku ngira abangnya Ririn itu tunangannya sihhh" batin Aisyah dengan pipi yang mulai memerah karena malu


"lucu juga ni cewek kalau lagi malu malu gitu" ucap Vino dalam hati yang diam diam melirik Aisyah dari kaca mobil dengan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2