
Mendengar namanya di sebut, Vreya langsung menoleh ke arah kursi VIP
"oh ternyata benar!" seru wanita itu lagi
"apa sebut sebut nama saya?" ucap Vreya berjalan mendekati gadis gadis tersebut
"kamu ngapain di sini? ini kan restoran mahal. sekaya kayanya kamu, ku rasa nggak mungkin mampu makan di restoran bintang lima ini deh" ucap Mita
"oh iya kah?" ucap Vreya tersenyum miring
"oh pasti kamu datang karena ada promo ya haha" ucap Adel tertawa di susul oleh yang lainnya. termasuk Vreya yang ikut tertawa
"kamu ke sini bareng siapa Vre?" tanya Arumi
Vreya menunjuk ke arah meja panjang di mana semua keluarganya sedang makan sesekali menatapnya
"haha di meja besar itu? hahaha nggak bisa pesan meja VIP ya?" ucap Mita remeh
Vreya tertawa "haha iya. setidaknya aku nggak ada niat jahat, kayak kalian. yang dimana pun kan kapan pun hatinya selalu jahat" ucapnya tersenyum miring
"jaga ucapan kamu ya. kami tak sejahat itu" ucap Arumi
"iya memang tak sejahat itu. bahkan lebih jahat dari itu hahaha" ucap Vreya tertawa
"kamu ya--" ucap Mita menggebrak meja di depannya sehingga membuat semua mata tertuju pada mereka
Byuuurr
Arumi menyiram wajah Vreya dengan air minum di atas meja "itu akibatnya karena kamu sudah buat aku kesal" ucapnya
Vreya mengepalkan tangannya geram. ia melirik meja panjang di mana keluarganya sudah berdiri semua untuk menghampirinya, begitu juga para pegawai yang khawatir kepada majikannya itu.
Vreya menggelengkan kepala memberi kode kepada mereka supaya tak mendekatinya. kemudian ia mengusap wajahnya yang basah dan beralih menatap keempat gadis di depannya
"apa?! mau melawan??" ucap Arumi
"hahaha hanya ini?" ucap Vreya tertawa
"rupanya mereka sudah mengibarkan bendera untuk berperang" ucap Lia yang masih ada di samping meja makannya
__ADS_1
"kamu mau yang lebih?!!" ucap Arumi menatap tajam Vreya
"emang bisa??" ucap Vreya menantang
Arumi mengangkat tangannya hendak menampar pipi Vreya. namun dengan cepat pula tangan Vreya menepisnya
Vreya tetap mencengkeram lengan Arumi dan melirik ke arah meja di depan mereka
"makanan kalian empat juta, minumannya dua juta. harga meja VIP nya satu juta. jadi total keseluruhan ada tujuh juta rupiah" ucapnya menghitung
"emang kenapa? kamu kaget, kalau kami makan dengan harga berjuta juta?" tanya Arumi tersenyum miring
Vreya menghempaskan tangan Arumi lalu menoleh ke arah salah satu security restoran
"kamu! sini" panggilnya dan security itu langsung berjalan ke arah mereka
"total pesanan mereka tujuh juta. kamu akan saya beri bonus dan bisa bawa pulang semua uang dari mereka, asal kamu usir mereka dan pastikan bahwa mereka sangat di larang untuk masuk ke restoran saya. paham?!" ucap Vreya tegas
Mita and the geng terdiam dan berusaha mencerna ucapan dari wanita di depannya itu. mereka terkejut saat mengerti bahwa restoran mewah yang mereka pijak saat ini adalah restoran milik Vreya.
Vreya tertawa "hahaha.. jangan terlalu menampilkan wajah terkejutnya ya, malu tuh di liatin banyak orang. makanan tujuh juta aja bangga" ucapnya tersenyum meremehkan
"seret mereka keluar!" singkat Vreya dan langsung di patuhi oleh beberapa security di sampingnya
"maaf atas ketidaknyamanannya. saya pastikan hal seperti tadi tak akan terulang lagi. hari ini saya beri diskon lima puluh persen untuk kalian yang berkunjung, sebagai tanda perminta maafan saya selaku pemilik restoran. silahkan di lanjut dan selamat menikmati" ucap Vreya tersenyum
mendengar bahwa makanan mereka mendapat diskon, semua pengunjung bersorak senang bahkan banyak yang memesan makanan lagi
Vreya duduk di kursinya kembali "kamu nggak papa?" ucap Firman yang hanya mendapat anggukan dari Vreya
"wahh gila sih..keren banget tau nggak haha" ucap Lia merasa puas
"meremehkan, mengusir, memberi diskon..wahh keren paraahh" ucap Rere bertepuk tangan heboh
"tapi kurang greget loh. masak iya nggak di tampar atau di siram balik sih Vre..kurang spektakuler kayaknya haha" ucap Vino tertawa
"bisa bisa rusak image nya Vreya sebagai pemilik restoran,,kalau Vreya nampar pipinya tadi" ucap Vreya tertawa dan di ikuti oleh yang lainnya
"Vre..mbak boleh pesan yang lain lagi nggak? pesanan yang ini mbak nggak terlalu berselera. pengen yang ini..diskon kan?" ucap Aisyah menunjuk gambar puding coklat di menu
__ADS_1
Vreya terkekeh "untuk kalian ya gratis lah. maksudku yang diskon itu untuk mereka" ucapnya menunjuk para pengunjung restoran
"kalau kamu nggak mau, kenapa tadi di pesan Syah?" tanya Rehan
"tadi pengen ini. terus sekarang pengen yang itu" ucap Aisyah
"udah udah. kalian bisa pesan apa aja kok" ucap Vreya
"pelayan!" sambung Vreya memanggil pelayan restoran itu
pelayan itu menghampiri Vreya "tolong bawakan puding coklat terbaik" ucap Vreya
"baik boss..mohon di tunggu" ucap pelayan itu kemudian segera berlalu
setelah puding datang, mereka segera menyelesaikan makanan dan segera pulang ke hotel dan dan rumah kyai Hamdan
kini hanya Vreya dan suami yang masih bicara dengan para pegawainya, serta Rere yang masih menerima telfon dari temannya. selain mereka, semua sudah pulang terlebih dahulu
"eh kakak pulang dulu ya Re. kamu pesan makanannya Gus Sofyan kan,, kamu bilang nama lengkap kakak aja mereka udah paham kok. biar nggak usah bayar" ucap Vreya
Rere yang nggak bisa menjawab perkataan Vreya karena masih tersambung ke telfonnya, hanya merespon omongan Vreya dengan mengangkat jari jempolnya
*******
"assalamualaikum" ucap Rere masuk ke dalam ruangan Ririn
"waalaikumsalam. sini masuk dulu Re" ajak Gus Sofyan
Rere masuk ke dalam ruangan "ini kak makanannya. maaf ya tadi ada sedikit kendala, jadi lama untuk nganternya" ucap Rere
"iya nggak papa" ucap Gus Sofyan tersenyum manis
"kendala apa Re?" tanya Ririn
Rere menahan senyumnya "besok pasti kak Vreya dan kak Lia ke sini dengan yang lainnya. jadi biar mereka aja yang cerita. Rere nggak kuat kak haha" ucap Rere terkekeh
"ya udah kalau gitu Rere pulang dulu ya kak. assalamualaikum" ucap Rere
"iya waalaikumsalam. kamu nyetir sendiri?" tanya Gus Sofyan yang mendapat anggukan dari Rere
__ADS_1
"ya udah hati hati Re" ucap Gus Sofyan dan Ririn bersamaan
kemudian Rere keluar dari ruangan dan pulang menuju hotel.