Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 98


__ADS_3

Pagi ini, mereka yang berlibur ke Bali hendak untuk lari pagi di sekitar hotel. jam sudah menunjukkan pukul 05.00 WIB


"Daddy sama mommy kemana ya..lama sekali" ucap Vreya


"jadi kita di sini dari tadi nungguin Daddy dan mommy kamu Vre?" ucap Lia kesal


"iya hehe..dari tadi Vreya udah panggil Daddy dan mommy Li..tapi nggak turun turun tuh" ucap Vreya


"dah lah capek ane" ucap Vreya berjalan menuju restoran di dekat mereka menunggu


tak heran jika Lia dan yang lainnya merasa kesal, karena sedari tadi mereka sudah sabar menunggu Daddy dan mommy nya Vreya yang tam kunjung datang.


"kak Lia..Rere mau yang matcha satu ya kak..makasih" teriak Rere


"Daddy kemana sih Vre? bukannya kemarin Daddy yang mengusulkan untuk kumpul jam lima? ucap Aisyah


"nggak tau lah mbak..Vreya juga bingung tuh sama mommy dan Daddy" ucap Vreya ikut kesal


"ya sudah lah nak..kita tunggu aja ya" ucap Vania


"kalau tentang sabar ya Vreya sudah sabar loh ma..tapi kenapa mommy dan Daddy nggak turun turun juga sih..bete deh" ucap Vreya


"kenapa nggak kamu samperin aja mereka?" ucap Lia datang membawa dua gelas minuman


"nih" sambungnya memberikan salah satu gelas kepada Rere


"aku tadi udah nyamperin juga Li..udah aku gedor gedor juga pintunya..tapi nggak ada jawaban tau" ucap Vreya kesal


"positif thinking aja kak..palingan mommy sama Daddy lagi kerja kelompok buat adek untuk kita" ucap Rere dengan santainya

__ADS_1


"aiishh kau ini" ucap Vreya hendak memukul Rere yang hanya cengengesan


"sudah, sudah, nggak papa..jika sampai pukul enam Daddy dan mommy kamu belum turun,,kita batalkan saja lari paginya. kita ganti besok ya" ucap Reno mengelus kepala Vreya


tak lama kemudian,, Deni dan Syakira turun menghampiri mereka yang sedang berkumpul


"kenapa kalian malah ngerumpi? nggak jadi lari pagi nih?" ucap Deni


"Daddy dari mana aja sih? dari tadi kita nunggu Daddy sama mommy doang loh ini" ucap Lia


"tau tuh..bedak Vreya juga udah habis gara gara nunggu mommy dan Daddy kelamaan" ucap Vreya berjalan mendahului keluar hotel


"ya sudah yuk berangkat" ucap Aisyah


mereka pun berangkat sesuai rencana pagi ini, yaitu lari pagi selama tiga jam. setalah tiga jam yang mereka lalui untuk berlari pagi membakar lemak, mereka kembali ke hotel lagi untuk membersihkan diri dan melakukan aktifitas yang lainnya


*******


"iya nggak ada kok sayang. semua keperluan kita sudah saya masukin ke dalam koper" ucap Gus Sofyan sembari menuruni tangga


"Afiz gimana?" ucap Ririn memastikan


"Afiz siap kok kak..nggak ada yang ketinggalan" ucap Afiz tersenyum manis


"baguslah kalau begitu. ayo kita berangkat..sebentar lagi pesawatnya akan terbang" ucap Ririn kemudian mereka berangkat menuju bandara


namun saat di tengah perjalanan,,Gus Sofyan meninggalkan sesuatu. "Astaghfirullah saya lupa" gumamnya


"apa ustadz?" ucap Ririn menoleh menatap suaminya yang sedang menyetir

__ADS_1


"dokumen yang kemarin saya kerjakan..dokumen itu niatnya mau saya kasihkan ke Muslim saat di Bali. tapi ternyata ketinggalan" ucap Gus Sofyan


"dokumennya penting, ustadz?" ucap Ririn


"iya..di dalam dokumen itu ada beberapa daftar nama santri dan santriwati yang harus ikut lomba internasional, sayang" ucap Gus Sofyan menoleh kepada Ririn sekilas


"jadi kita harus gimana dong sekarang?" ucap Afiz menatap Ririn dan Gus Sofyan secara bergantian


"ya sudah kita kembali saja" ucap Ririn menoleh Gus Sofyan dan Afiz dengan senyumnya


"tapi gimana dengan pesawatnya?" ucap Afiz


"jangan pikirin tentang pesawat dulu..yang penting dokumen itu bisa terbawa" ucap Ririn


dengan segera, Gus Sofyan memutar arah mobil untuk pulang kembali ke rumahnya. setalah mengambil dokumen tersebut, Gus Sofyan langsung melajukan mobilnya menuju bandara


namun saat mereka tiba di bandara, pesawat yang akan mereka tumpangi baru saja lepas landas. alhasil mereka tak dapat ke Bali dengan pesawat itu


"yahh..nggak bisa terbang deehh" ucap Afiz sedih


"maafin saya" ucap Gus Sofyan merasa bersalah


"nggak papa kok" ucap Ririn tersenyum manis


"maafin saya, Erina" ucap Gus Sofyan duduk di sebelah Ririn


"nggak papa, ustadz" ucap Ririn tersenyum kepada suaminya itu


"maafin kakak ya Fiz" ucap Gus Sofyan menatap Afiz yang berada di samping Ririn

__ADS_1


Afiz hanya mengangguk pelan. sebenarnya dia sangat ingin sekali berlibur dengan banyak orang, terlebih lagi Ririn ikut dengannya


Ririn berdiri dan sedikit menjauh dari Gus Sofyan dan Afiz. terlihat dia yang seperti menelfon seseorang. tak lama setelah menelfon,,dia kembali duduk di antara Gus Sofyan dan Afiz


__ADS_2