
Selama di perjalanan menuju mall,, Ririn terus memikirkan apa yang tadi dilihatnya. dibenaknya selalu bertanya-tanya,, siapa wanita tersebut dan bagaimana bisa wanita itu menggandeng Gus Sofyan seperti sudah sangat akrab.
"Kakak mau beli apa? nggak mau turun nih?" ucap Rere membuka pintu mobil kalanya
seketika lamunan Ririn musnah "oh iya udah sampai ya?" ucapnya turun dari kursi duduknya
"aelah Rin Rin,, mikirin apa aja sih. bengong Mulu kerjaannya" ucap Vreya berjalan mendekati Ririn
"hm nggak mikirin apa-apa kok" ucap Ririn tersenyum simpul
"ya udah masuk yuk" ucap Lia mengajak mereka masuk ke dalam mall
mereka masuk ke dalam mall disambut ramah oleh setiap pemilik toko di dalamnya. tak lupa juga seluruh pegawai mall tersenyum manis kepada empat gadis terhormat itu.
"sepertinya nona nona cantik ini sudah memiliki waktu senggang, sehingga dapat menyempatkan waktu untuk berkunjung ke mall ini" ucap salah satu pegawai mall dengan tersenyum ramah
"hehehe bisa aja nih mbak nya" Freya membalas senyuman pegawai tersebut
"mau mencari apa nona?" ucap pegawai toko yang lain
"eemm nggak tahu sih mau cari apa, cuma gabut aja di rumah hehehe" ucap Rere terkekeh
"oh kalau begitu, silakan dipilih yang mana yang mana suka. saya akan menemani nona hingga dan aku pulang" ucap pegawai tersebut tersenyum ramah
"Iya terima kasih" ucap Lia membalas senyuman pegawai itu
mereka pun berjalan melewati toko demi toko untuk mencari sesuatu yang mereka suka. setiap mereka berjalan, semua pasang mata yang ada di mall tersebut memperhatikan mereka dan tersenyum ramah. selain cantik, mereka juga tamu VVIP mall tersebut,,tak heran jika mereka menjadi pusat perhatian. saat mereka melewati salah satu tokoh ada seorang pegawai yang menyapa mereka.
__ADS_1
"permisi,,ada yang bisa saya bantu?" sapa pegawai tersebut
"oh tidak terima kasih. kami juga sudah membawa satu pegawai kok,, insyaallah dia bisa membantu kami jika kami membutuhkan" ucap Ririn kepada pelayanan itu
"nona Fahriza kan?" ucap pegawai itu menatap Ririn
"Iya benar" ucap Ririn tersenyum manis
"nona masih ingat saya atau tidak? saya yang tempo hari melayani nona saat hendak membeli pakaian..sekarang kenapa tuan muda tidak ikut serta, nona?" ucapan pegawai itu
Ririn sedang berusaha mengingat kapan terakhir kali ia menginjakkan kaki di mall itu. "tuan muda?" pikirnya dalam hati
"hah? tuan muda?!" ucap Lia,, Vreya dan Rere bersamaan
"oh iya iya saya ingat. terima kasih ya atas layanannya tempo hari. ini tip untuk kamu" ucap Ririn sembari memberikan beberapa lembar uang lima puluh ribuan kepada pegawai tersebut
"Iya saya tahu. tapi saya lebih ikhlas memberikan tip ini untuk kamu" ucap Ririn tersenyum manis dan meletakkan uang yang dipegangnya di tangan pegawai tersebut
"terima kasih banyak nona. jika nona butuh bantuan kelak, hubungi saya saja. saya akan membantu nona dengan tulus" ucap pegawai tersebut disertai senyum ramahnya
"iya iya. kalau begitu saya duluan. assalamualaikum" ucap Ririn lanjut berjalan kemudian diikuti oleh ketiga wanita cantik di belakangnya
"wahai nona Fahriza, kapan terakhir kali Anda menginjakkan kaki di mall ini? mengapa tidak mengajak kita untuk ikut serta?" ucap Vreya dengan logat lebay nya
"nggak tau juga sih, udah lupa. kalau nggak salah satu minggu yang lalu,, saat Ayah nyuruh aku untuk beli pakaian dokter Johan itu loh" ucap Ririn berusaha mengingat kejadian 1 minggu yang lalu
"Kakak ke mall untuk membeli baju dengan siapa? sendirian? tapi kenapa pegawai tadi bilang tuan muda? tuan muda siapa? kakak dengan Abang kah,,atau bersama cowok lain?" ucap Rere berkepanjangan
__ADS_1
"duuhh kenapa harus pertanyaan seperti ini sih..ntar kalau jawab pasti tambah panjang pembicaraan mereka tentang si ustadz. kan aku lagi nggak mood untuk bahas diaa" gerutu Ririn dalam hati
"pasti sama cowok kan? udah ketebak dari ekspresi nya kak haha" ucap Rere menertawakan kakaknya yang sedang ngelamun
"eemm waktu itu bareng sama si ustadz" ucap Ririn santai
"what!!" ucap Rere,,Lia,,dan Vreya kompak sehingga membuat Ririn dan pegawai mall di belakang terkejut
"astagfirullah. kenapa pada teriak-teriak sih? apa kalian lupa kalau ini tempat umum? emang ya, kebiasaan nggak ada akhlak deh kalian" ucap Ririn menahan malu karena di lihat banyak orang
"Iya maaf Rin. lagian kamu juga buat orang nggak percaya aja. masak iya ayah Reno ngizinin kamu keluar sama Gus Sofyan. kan nggak mungkin" ucap Lia
"Ayah ngizinin waktu itu, karena Afiz ikut serta dengan kami di dalam mobil" ucap Ririn memberi penjelasan
"lah lalu kenapa kakak tadi nggak menyebut nama Afiz saat aku tanya kakak dengan siapa ke mall ini" ucap Rere menatap kakaknya
"hm jadi sebenarnya itu, waktu perjalanan menuju mall ini,, Afiz mendapat telepon dari kawannya. dia bilang kawannya itu mau ketemuan gitu, hingga membuat Afiz turun di pertengahan jalan. gituuu gituuu gituuu" ucap Ririn dengan tetap melanjutkan kakinya melangkah
"tapi kalian nggak ada apa apa kan?" ucap Lia curiga
"ada apa apa? maksudnya apaan woy, ya nggak lah. Ngadi Ngadi ni bocah" ucap Ririn memutar bola matanya
"eh tapi ka--" ucap Lia terhenti
"eh btw gaun ini bagus banget loh" ucap Ririn mengalihkan pembicaraan supaya tidak selalu Gus Sofyan yang mereka bahas
"waaahh bener nih bagus bangett..mau ini dong empat" ucap Lia kepada pegawai yang sedari tadi mengikuti mereka
__ADS_1
"fiuuhh,, syukurlah mereka gampang dialihkan. Harus bersyukur kamu Rin, karena bisa punya otak yang pandai dan bisa di gunakan kapan saja" ucap Ririn dalam hati dengan tersenyum manis