
setelah sholat berjamaah,,Ririn menemukan sebuah buku yang tebal di teras musholla pesantren. Ririn bingung ingin membawa buku itu atau membiarkannya tetap di situ..
"Rin! ngapa di situ? hayuk kembali ke asrama..hari sudah semakin larut jika selalu termenung di tempat ini" ucap Vreya
setelah sekian lama berfikir akhirnya Ririn memutuskan untuk membawa buku itu ke kamar asramanya. dia akan merawat dan menyimpan buku itu hingga mengetahui siapa pemilik buku tersebut.
"apaan tuh?" tanya Lia saat melihat Ririn membawa sesuatu
"buku" jawabnya singkat dan masih tetap melangkahkan kakinya
"buku siapa?" tanya Vreya yang hanya mendapat gerakan bahu dari Ririn
"kamu dapat dari mana Rin?" tanya Aisyah
"dari teras musholla mbak..tadi waktu Ririn mau kembali ke kamar asrama,,Ririn melihat ada buku ini yang tergeletak di teras musholla. jadi dari pada hilang lebih baik Ririn simpan dulu kan sampai ada pemiliknya" ucap Ririn dan mendapat respon berupa anggukan kecil dari ketiga diantara mereka
*****
-di rumah Gus Sofyan
Setelah sholat berjamaah,,Gus Sofyan segera pulang karena tadi dapat pesan bahwa kyai Hamdan ingin membicarakan sesuatu padanya.
"assalamualaikum" ucap Gus Sofyan saat sampai di rumahnya dan melihat semua orang sudah berkumpul
"waalaikumsalam" jawab semua orang kompak
"ah sudah datang rupanya..sini duduk kita ngobrol hangat' ucap kyai Hamdan
Gus Sofyan pun duduk di samping ustadz Haris dan memperlihatkan wajah herannya. karena selama ini jika Abah atau ummah nya ingin membicarakan sesuatu yang penting,,nggak akan berbicara di depan banyak orang seperti ini.
"ehem jadi sebenarnya,,Abah mau ngomong sesuatu untuk Sofyan' ucap kyai Hamdan
__ADS_1
"ini tentang--" ucap kyai Hamdan terputus
huwek..
huwek..
semua anggota keluarga berubah jadi panik saat melihat Ning Izah berlari menuju kamar mandi karena merasa mual. mereka pun mengikutinya
"ada apa? apa Izah sakit?" tanya umi Hamidah dengan raut wajah khawatir
"hmm sebenarnya ummah,,Izah sekarang sedang hamil" ucap ustadz Haris yang membuat semua wajah anggota keluarga tersenyum bahagia
"mas serius ini?" tanya Gus Sofyan tak percaya
"he em" ucap ustadz Haris dengan mengangguk
"Alhamdulillah" kompak semua yang ada di luar
Ning Izah pun keluar dari kamar mandi dan kaget saat melihat reaksi keluarganya. umi Hamidah memeluknya dengan sayang dan selalu mengucap Hamdallah
"kenapa kamu nggak cerita ke ummah?" tanya umi Hamidah
"sudah sudah..sangat tidak nyaman jika berbicara di depan kamar mandi seperti ini..kita kembali ke ruang tamu saja ya" ucap kyai Hamdan dan mereka pun menuju ke ruang tamu
"sini sini duduk dekat ummah" ucap umi Hamida
"kenapa kamu nggak ngasih tau kabar gembira ini?" ucap umi Hamidah
mendengar pertanyaan seperti itu akhirnya Ning Izah memahami arah pembicaraan mereka. Ning Izah menatap suaminya dengan tatapan menuduh.
"iya mas yang cerita hehe" ucap ustadz Haris dengan senyum memperlihatkan giginya
__ADS_1
"hmm.. sebenarnya Izah mau memberi tau kabar baik ini kepada ummah dan Abah..tapi saat itu kalian masih ada di rumah pak Reno dan sangat tak nyaman jika Izah mengganggu kegiatan kalian di sana. jadi Izah urungkan niat itu sampai ummah dan Abah pulang" ucap Ning Izah menjelaskan
"jadi mulai kapan kamu di nyatakan hamil?" tanya umi Hamidah
"kurang lebih lima atau tujuh hari yang lalu ummah" ucap Ning Izah
"ya sudahlah ummah mempertanyakan hal seperti ini memangnya wajib? lebih baik kita siapkan untuk mengadakan acara tasyakuran di pesantren" ucap kyai Hamdan
"iya iya bah" ucap umi Hamidah
*******
-di asrama Ririn
"menurut kalian,,siapa pemilik buku ini ya?" tanya Ririn dengan tetap memandangi buku tersebut
"yang jelas dan pasti aku nggak tau" ucap Lia datar
"ih kan aku cuman bilang,,menurut kalian" ucap Ririn kesal
"gimana kalau kita buka saja isi bukunya" ucap Vreya
"di buka? bukannya menggunakan barang yang bukan milik kita itu dosa ya?" ucap Lia
"ya dari pada mati penasaran gini sih menurut aku lebih baik di buka dan di lihat isinya. siapa tau di situ ada namanya" ucap Vreya
"gimana nih mbak? boleh nggak?" tanya Ririn kepada Aisyah
"itu terserah kamu sih Rin..mau di buka iya atau pun nggak di buka juga iya" ucap Aisyah dengan tersenyum
"aarrgghhh binguunngg' Ririn berteriak dengan menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal. dan membanting tubuhnya sendiri ke tempat tidur
__ADS_1