Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 88


__ADS_3

Lima hari telah berlalu. kini, hari pernikahan Ririn dan Gus Sofyan semakin dekat. dua hari lagi mereka akan menjalani pernikahan sah di mata hukum dan agama


"kak, kakak ada rasa takut nggak??" ucap Rere yang sedang berada di kamar kakaknya


"takut apa cobak? lagian kakak kan nggak salah" ucap Ririn sembari menata pakaiannya di dalam lemari


"tapi yang Rere baca di dalam komik, saat wanita dan pria akan segera menikah, maka akan timbul rasa takut dan gugup" ucap Rere mengunyah makanan yang ada di mulutnya


"itu kan cuma cerita komik Re..nggak ada sangkut pautnya dengan kehidupan nyata" ucap Ririn duduk di samping Rere


Rere mengangguk kecil "jika Rere menikah nanti, apa Rere akan bernasib sama seperti kak Ririn?" ucapnya


"bernasib apaan cobak" ucap Ririn menatap adiknya lekat


"nggak boleh keluar rumah dan nggak boleh ketemu sama calon suami Rere" sambung Rere


"ya iya lah..itu kan sudah tradisi keluarga..jadi mau bagaimanapun tetap harus di lakukan" ucap Ririn mengambil sebuah novel di atas nakas


"yang nggak boleh itu hanya ketemu calon mempelai pria..bukan keluar rumah" ucap vino yang tetiba masuk ke kamar Ririn tanpa mengetuk pintu


"ih Abang ketuk dulu kali..pakai salam gitu setidaknya" ucap Ririn menggerutu


Vino terkekeh "ya udah assalamualaikum" ucapnya


"nah gitu dong, waalaikumsalam" ucap Ririn dan Rere bersamaan


"jadi kalau keluar rumah boleh, gitu?" ucap Rere tak yakin


"iya Re" ucap abangnya


"tapi kenapa kak Ririn tak keluar rumah selama dua Minggu ini?" ucap Rere menatap Ririn


Ririn tersenyum "karena ada beberapa drama yang harus kakak lihat sampai tamat sebelum kakak menjadi seorang istri nanti" ucapnya


Rere hanya mengangguk kecil dan terus memakan camilannya yang ada di atas meja.


"memangnya kamu sudah mau menikah? sama siapa?" ucap Ririn beralih menatap Rere


"nggak kok..ih apaan sih" ucap Rere menyangkal


tak lama kemudian handphone Ririn bergetar tanda ada telfon masuk


ddrrttt..


ddrrttt..


Ririn mengambil handphone nya "siapa ini?" lirihnya karena melihat nomor yang tak di kenalnya sedang menelfon


"angkat dulu aja Rin..siapa tau penting" ucap Ririn kemudian mengangkat telfonnya


"hallo assalamualaikum" ucapnya memulai


"waalaikumsalam. ini Erina kan?" ucap seseorang di seberang


"iya saya sendiri. anda siapa ya?" ucap Ririn


"saya Arumi" ucap Arumi di seberang


"oh anda. dapat dari mana nomor handphone saya?" ucap Ririn sembari duduk di samping Rere


"itu tak penting. yang penting sekarang kamu segera ke tempat saya, karena saya ingin memperlihatkan sesuatu padamu" ucap Arumi


"mager ah" ucap Ririn mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya


"sebentar lagi saya akan mengirimkan lokasi saya berada. saya harap kamu tak menghiraukannya. assalamualaikum" ucap Arumi


"waalaikumsalam" ucap Ririn kemudian menutup telfonnya


"kenapa?" ucap vino yang sedari tadi melihat adiknya sedang menelfon

__ADS_1


"nggak papa kok hehe" ucap Ririn senyum kuda


"tadi siapa kak?" ucap Rere menatap Ririn lekat


"Arumi. tau kan?" ucap Ririn memutar bola matanya jengah


"dia bilang apa?" ucap Vino


"katanya dia mau ketemu Ririn" ucap Ririn menatap Vino


"lah ngapain mau ketemu kamu?" tanya vino menatap Ririn yang hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban


"terus kamu nggak mau ketemu dia gitu?" ucap vino kembali


"nggak ah Ririn males kemana mana" ucap Ririn sembari duduk di sofa


ddrrttt..


ddrrttt..


handphone Ririn kembali bergetar. tapi yang menelfonnya bukan lagi Arumi, melainkan Vreya, sahabatnya


"hallo assalamualaikum Vre" ucap Ririn mendahului


"waalaikumsalam Rin.. aku lagi belanja di mall Pratama, tapi aku rasa dompet aku ada yang curi tadi..dan sekarang aku di kira nggak mau bayar nih sama pegawainya..cepet ke sini deh biar nggak lebih panjang urusannya" ucap Vreya menjelaskan


"what?! kamu belanja dan nggak bisa bayar? dasar memalukan" gerutu Ririn


"udah deh Rin..buruan kesini dan jangan lupa bawa Lia plus uangnya juga..jangan kelamaan karena inces nggak mau nunggu lama" ucap Vreya kemudian menutup telfonnya


Ririn menghela nafas "Ririn boleh keluar kan bang? ya udah kalau gitu Ririn pergi dulu ya assalamualaikum" ucap Ririn mengambil tas dan kunci mobilnya kemudian berlalu meninggalkan Rere dan vino di kamarnya


"kamu mau kemana Rin..biar Abang yang antar kamu ya" ucap vino mengejar Ririn yang masih menuruni tangga


"nggak usah bang makasih..Ririn ajak Lia aja nanti sekalian" ucap Ririn terus berjalan


"kamu yakin nggak mau Abang antar?" ucap vino meyakinkan


*******


Sesampainya di mall tersebut, Ririn segera bergegas menemui Vreya yang sudah berada bersama penjaga mall dan beberapa pegawai.


"maaf maaf,,saya yang akan bayar semua belanjaan yang teman saya beli" ucap Ririn mengeluarkan black card yang ada di dalam dompetnya


setelah Ririn membayar belanjaan Vreya, mereka memutuskan untuk turun dari lantai dulu dan makan malam bersama


"seorang Vreya Febriano nggak bisa bayar belanjaan? hahaha dasar miskin" ucap Lia mengejek Vreya


"bukan nggak bisa ya Li..tadi tu dompet aku ada yang curi tau" ucap Vreya memonyongkan bibirnya


"udah udah, jangan bertengkar..kamu punya hutang ya sama aku. inget loh hutang!" ucap Ririn menekan kata hutang


"ih ya udah sih..cuma segitu juga..memangnya berapa aku tadi belanja?" ucap Vreya mengambil jusnya yang ada di atas meja


"lima juta" ucap Ririn santai


"what?!! lima juta?" ucap Vreya terkejut


"iya. kalau nggak percaya, lihat aja daftar belanjaannya" ucap Ririn memakan camilan yang ada di atas meja


"kok bisa lima juta ya? biasanya kalau aku belanja nggak segitu" ucap Vreya memasang wajah herannya


"ya abisnya ente belanja banyak banget Vre..emangnya kalau belanja di sini biasa berapa?" ucap Lia memakan steaknya di atas meja


"tujuh juta kok..tapi sekarang kenapa jadi menurun sih? nggak bisa dibiarin nih, aku harus lebih rajin shopping nya" ucap Vreya bertekad (biasalah ya konglomerat)


saat ketiga gadis cantik itu tertawa-tawa dan berbincang santai, tak lama kemudian, datanglah seorang gadis yang mereka kenal. Arumi


"assalamualaikum" sapa manis Arumi

__ADS_1


"waalaikumsalam" ucap Ririn dan kedua sahabatnya


"saya tadi kirim pesan, tapi kamu tidak membalas pesan yang saya kirimkan. ternyata ada di sini" ucap Arumi dengan senyumnya


"syukurlah kita satu atap ya Erina" ucap Arumi


"apaan bersyukur? kagak ada bersyukur kalau bareng sama situ mah" ucap Lia memutar bola matanya jengah


"saya ada salah apa sama kalian?" ucap Arumi dengan wajah polosnya


"nggak perlu lah sok polos begitu..pengen muntah tau nggak" Vreya menimpali yang hanya mendapat senyuman dari Arumi


Vreya dan Lia memang sudah mengetahui kabar itu dari Rere. kabar beberapa hari yang lalu saat Arumi mendatangi kediaman Fahriza dan meminta Ririn untuk membatalkan pernikahannya dengan Gus Sofyan


"sudah lah sudah..kalian tak perlu berlaku seperti itu di depan umum..khawatirnya ada yang merekam jadi nggak enak kan" ucap Ririn menengahi


"anda bilang, anda ingin bercakap dengan saya. karena saya sudah berada di sini, mari selesaikan apa yang anda inginkan" ucap Ririn dingin


"baiklah. tapi tidak di sini, saya mau berbicara empat mata sama kamu" ucap Arumi


"nyiksa banget sih..udah di kasih hati juga mintanya jantung. dasar pelakor" ucap Lia membuang muka


"udah Li, udah.. aku kesana dulu ya..kalian pulang aja duluan..Lia bawa uang kan? pulanglah naik taksi karena aku nggak bisa nganterin kalian. aku masih ada urusan sama Arumi" ucap Ririn tersenyum manis


"tapi Rin-" ucap Vreya terputus


"nggak papa Vre,,Li. aku nggak pulang malam kok" ucap Ririn menenangkan


"santai aja, dia nggak ada apa apa nya dibandingkan musuh kita waktu SMP" bisik Ririn kepada kedua temannya


"oke,, kita pulang dulu ya Rin.. assalamualaikum" ucap Lia kemudian berlalu meninggalkan Ririn dan Arumi


"waalaikumsalam" ucap Arumi dan Ririn bersamaan


setelah kepergian Vreya dan Lia, Arumi duduk di kursi yang ada di depannya. "silahkan duduk Erina" ucap Arumi


Ririn duduk di kursi yang berhadapan dengan Arumi "saya kasih waktu anda berbicara 20 menit sebelum saya pulang" ucap Ririn dingin


"oh sangat sibuk ternyata. oke nggak akan lama kok, tenang aja. karena saya nggak suka berbasa basi, jadi saya langsung ke intinya saja" ucap Arumi memulai misinya


"buruan ah lama banget" ucap Ririn membuang muka


"saya mau minta kamu untuk sekian kalinya, batalkan pernikahan itu dan jauhi mas Sofyan, Erina." ucap Arumi dengan tatapan tajamnya


"dih..situ emang siapa cobak?" ucap Ririn mengangkat alis kanannya


"saya calon istrinya. saya tunangannya." ucap Arumi sedikit tinggi


"hahahaha dasar halu" ucap Ririn tertawa keras


"dasar nggak punya malu" ucap Arumi


Ririn memukul meja hingga mendatangkan bunyi yang sedikit nyaring "anda yang tak punya malu namun banyak halu, Arumi" ucap Ririn dengan posisi berdiri


"Omo..saya harus manggil anda dengan sebutan apa ya? Ning hafidz Qur'an? wanita pandai? atau.." ucap Ririn tersenyum miring


"pelakor?" sambung Ririn dengan sedikit membungkuk mendekatkan wajahnya ke depan wajah Arumi


tampak rahang Arumi yang mengeras pertanda bahwa dia sedang marah "berani sekali kamu, Erina" ucapnya


"apa yang saya takutkan dari anda? hah?" ucap Ririn kembali berdiri tegak


Arumi meraih handphone yang berada di atas meja dan memainkannya sejenak "apakah kamu tak takut jika ini bisa tersebar luas?" ucap Arumi menunjukkan layar handphone nya kepada Ririn


Ririn yang melihat layar handphone Arumi pun terdiam dan tak mengeluarkan sepatah katapun. ia terjatuh duduk di kursinya setelah melihat layar handphone yang Arumi tunjukkan kepadanya.


"ada apa nona Fahriza? apakah kamu takut jika sampai hal ini tersebar ke mas Sofyan dan bahkan tersebar luas se Indonesia?" ucap Arumi tersenyum miring


*NOTE

__ADS_1


-haii readers nya author.. author mau tanya nih,,pada kangen nggak dengan cerita Ririn dan Gus Sofyan? ataukah kalian sudah lupa dengan ceritanya mereka? urusan author sudah selesai dan sekarang waktunya author sering sering up untuk kalian..jangan ketinggalan kisahnya mereka ya, karena author akan selalu semangat update sekarang..jangan lupa like, komen,dan vote novel ini ya..salam rindu author


see you*:)


__ADS_2