
Kyai Hamdan dan umi Hamidah tak henti hentinya berucap syukur kepada Allah yang maha esa karena sudah memberikan rahmat berupa sadarnya Reno (ayah Ririn)
"keluarga saya mana pak kyai?" Reno memulainya
"jangan banyak fikiran dulu ya nak..kamu harus segera pulih supaya bisa ketemu dengan keluarga kamu.. insyaallah mereka dalam lindungan Allah kok" jawab kyai Hamdan
tak lama kemudian masuklah remaja cantik yang tak kelihatan lagi cantiknya karena terlalu lama menangis "assalamualaikum" ucapnya
"waalaikumsalam" jawab semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut
"ayaahhh" ucapnya sedikit berteriak dan langsung memeluk pria yang terbaring di Brankar tersebut
"aahh putri ayah..rindu ayah nggak?" ucap Reno dengan tersenyum tipis
"kalau seperti ini kisahnya,,lebih baik kita keluar saja bah..dari pada ganggu juga kan nanti jadi pingsan lagi..tambah ribet bah" ucap umi Hamidah dengan senyum dan tatapan tak melihat kepada orang yg di bicarakan
" ah ummah..makasih" ucap Ririn sadar karena dirinya lah yang disinggung mereka
" ya sudah ummah sama Abah keluar dulu ya..gabung sama Sofyan dan Irfan.. assalamualaikum" ucap umi Hamidah dan langsung pergi meninggalkan ruangan
"ya kangen lah yah..kangen banget malahan" ucap Ririn menjawab pertanyaan tadi
"oh begitukah? bunda mana nak?" tanyanya kemudian
"b--bunda" ucapnya terputus
"iya bunda kemana nak?" Reno bertanya lagi
__ADS_1
Ririn menarik nafasnya panjang dan mulai bicara "bunda, Rere, dan Abang masih belum sadarkan diri yah" ucapnya dengan sekuat tenaga menahan air matanya supaya tidak jatuh
"dimana mereka sekarang?" tanya Reno dengan berusaha tenang supaya putrinya tak menangis
"bunda ada di ruang ICU tapi kalau Rere dan Abang nggak tau ada di mana" ucap Ririn
"ayah mau melihat bunda" ucap Reno ingin bangun dari baringnya
"Iya ayah..bareng Ririn ya" ucapnya dan membantu Reno untuk duduk di kursi rodanya
saat keluar dari ruangan Reno,,mereka bingung kemana perginya kyai Hamdan,,umi Hamidah dan Gus Sofyan..di depan ruangan tersebut hanya tinggallah Irfan sendirian
"loh yang lainnya kemana fan?" tanya Ririn
"ah itu tadi anu eemm.." ucap Irfan gugup
"hey..kamu kenapa? mereka kemana fan?" tanya Ririn sekali lagi
"ICU?" ucap Ririn dan Reno bersamaan
"i--iya" ucap Irfan
tanpa berpanjang lebar lagi,,mereka segera menuju ke ruang ICU bersama..dan saat tiba di ruang ICU,Ririn heran karena disana sudah ada banyak orang termasuk keluarga sahabatnya yang juga ikut dalam kecelakaan tersebut
"ini ada apa?" ucap Ririn lugu
"Ririiinn" ucap Vreya menangis dengan memeluk Ririn
__ADS_1
"iya ini aku.. eh kalian kenapa sih?" Lia memeluk dan menangis di pundak Ririn
"bundaa Fita hiks hiks" ucap Lia terputus
"bunda? iya bunda ada di dalam..kalian sudah jenguk bunda kan" ucap Ririn yang masih tak mengerti
"Ririn,,kamu yang tabah ya' ucap Aisyah dengan memeluk Ririn dan menepuk pundaknya perlahan
"ma--maksudnya?" ucap Ririn yang sudah tak berfikir jernih lagi
"bunda Fita meninggal hiks hiks" ucap Vreya
seperti dihantam balok kayu yang besar,,hati Ririn seolah olah seperti tak berdegup lagi..begitu juga dengan Reno yang sangat terkejut..bahkan saat ia baru sadar dan membuka mata,ia harus melihat istrinya tak bernafas lagi..sangat tak di sangka bahwa hal ini akan menimpa keluarganya bahkan istrinya sendiri..mereka tak menangis dan hanya diam membisu agak lama..
Ririn berlari menuju ruang ICU dan menerobos pintu masuk ruangan..dia tak percaya apa yang di bicarakan oleh orang orang itu "Bun..bundaaa,,bunda bangun Bun..banguunn" ucap Ririn dengan mengusap air matanya kasar
"bunda Ririn di sini..di luar juga ada ayah Bun..ayah bilang ayah mau ketemu bunda..bunda bangun ya biar ayah bisa liat wajah bunda dan bisa bahagia..bangun ya bunda..ayo banguuunn" ucap Ririn yang tak mendapat jawaban apapun
"bundaaa hiks..apa yang di katanya semua orang nggak bener kan Bun hiks hiks..mereka berbohong kan bunda hiks" ucapnya dan lagi lagi tak mendapat jawaban apapun
"sayang,,ikhlasin bunda ya nak..kalau kamu seperti ini terus,bunda nggak akan pergi dengan tenang sayang..kamu harus kuat nak,ayah, Abang, dan Rere akan selalu ada untuk kamu.. ikhlas ya Rin" ucap Reno dengan berusaha untuk tidak meneteskan air matanya
"permisi..sudah waktunya jenazah untuk di masukkan ke ruang mayat" ucap salah satu suster
"nggak sus hiks..nggaaakk!!" ucap Ririn menangis histeris hingga dia pingsan
saat melihat ada pasien pingsan,,seluruh perawat yang ada di dalam ruang ICU tersebut segera bergegas dan membawa Ririn ke ruang UGD..saat melihat perawat keluar membawa Brankar yang ada Ririn di atasnya,seluruh orang yang ada di luar ruang ICU terkejut
__ADS_1
"suster dia kenapa sus? Ririn kenapa?" tanya Lia kepada salah satu perawat yang membawa Ririn ke ruang UGD
"maaf tolong beri kami lewat dulu.. permisi" ucap suster tersebut