Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 22


__ADS_3

Saat Gus Sofyan tiba di musholla rumah sakit,,tampak sekali rasa heran yang terpancar dari wajah Irfan..cara Irfan menatap Gus Sofyan seolah olah ingin menanyakan sesuatu


"assalamualaikum" Gus Sofyan memulainya supaya keadaan tidak terlalu kaku


"waalaikumsalam..eh Gus kenapa ada di sini? lalu siapa yang menjaga Ririn di ruang UGD?" tanya Irfan


"saya sudah menelfon mbak Izah tadi..jadi mbak Izah sekarang yang jaga Erina di sana..saya sekalian bisa sholat juga kan kalau ada yang jagain" ucap Gus Sofyan dengan mengukir senyuman


"oh iya Gus maaf saya sholatnya terlalu lama" ucap Irfan sungkan


"iya nggak papa kok fan..masak Iya orang sholat harus sesegera..kan nggak khusuk nantinya" ucap Gus Sofyan


"ya sudah kalau gitu saya ke sana dulu ya Gus.. assalamualaikum" ucap Irfan


"waalaikumsalam" ucap Gus Sofyan dengan mengangguk


*


*


*******


"mama buka matanya ya..Lia nunggu mau lihat senyumnya mama..mama ayo lah buka matanya mama lihat Lia sekarang sudah pandai pakai hijab lho ma..mama lihat ya perubahan Lia yang dulu dan sekarang" ucap Lia dengan menggenggam tangan mamanya dan berusaha menahan air matanya..dia tak ingin saat mamanya sadar melihat anak satu satunya menangis


"mama tau nggak,,Lia sekarang sudah mulai belajar lagi..Lia juga sudah lebih banyak memahami arti Islam yang sebenarnya ma..oh iya Lia pernah dengar ceramah saat sholat subuh..pak kyai pernah bercerita tentang kisah asmara Aisyah dengan Baginda nabi..mama mau dengerin Lia nggk?" sambungnya yang tak mendapat jawaban dari sang mama


"kalau mama mau dengar,,mama harus lihat Lia dulu..mama harus sadar dan beri Lia senyuman..mama mau dengar apa yang Lia dengar dari cerita itu kan ma?" ucapnya kemudian dan lagi lagi tak mendapat jawaban dari mamanya


"Lia,,kita harus sabar dulu ya..mbak yakin nanti mama Lia akan sadar dan bisa melihat putrinya kembali..kamu jangan sedih ya" ucap Aisyah yang berusaha menutupi rasa khawatirnya


"iya bener tu Li..gimana kalau kita makan dulu ke kantin sambil nunggu mama kamu sadar,,kita ngisi tenaga dulu ya..biar kamu juga lebih tenang" ucap Rehan yang berusaha untuk menenangkan Lia


Lia kaget saat ada sesuatu yang gerak di tangannya..saat dia sadar bahwa yang bergerak itu adalah tangan mamanya,,dia bangun dari duduknya dan hendak berlari keluar untuk memanggil dokter yang bertugas


"dok..dokter tolong..dokteerrrr" teriaknya dengan hendak berlari keluar ruangan


"eh Li Lia..mau kemana?" ucap Aisyah menahan Lia pergi dengan keadaan panik


"mama mbak..mama tadi menggerakkan jarinya..dokter dokteeerr" teriak Lia lagi


"Han tolong panggilkan dokter sekarang..aku nggak bisa biarin dia pergi dengan histeris begini" ucap Aisyah dengan tetap menahan Lia supaya tetap tenang

__ADS_1


tanpa basa basi lagi,,rehan segera menuju ruang dokter dan meminta dokter itu untuk segera memeriksa keadaan mama Lia..tak selang waktu lama,dokter itu memeriksa keadaan mama Lia dan tersenyum kepada semua orang yang ada di ruangan itu


"Alhamdulillah..keadaan Pasien sudah pulih dan sebentar lagi akan sadar..mohon kerja samanya dan tak menimbulkan suara yang terlalu keras ya" ucap dokter itu kepada Lia, Aisyah,dan Rehan


"iya dok makasih" ucap Aisyah yang langsung mendapat anggukan dari dokter dan dokter itu segera pergi dari ruangan tersebut


"mama" ucap Lia dengan mengusap air matanya


"maa" panggilnya lagi


"mama bisa denger suara Lia?" ucapnya lagi


tak lama kemudian,,Vania membuka matanya dan tersenyum melihat putrinya ada di sisinya..Vania mengangguk dengan pertanyaan Lia tadi..


"mama sadar? ah mama Lia sudah sadar..mbak mama Lia sudah bisa senyum ke Lia..mbak lihat mama Lia sadar mbak" ucap Lia senang kepada Aisyah


"Alhamdulillah" ucap Aisyah dan Rehan bersamaan


"Lia,,kita nunggu di luar saja ya..sepertinya kamu butuh waktu untuk bicara sama mama kamu" ucap Rehan yang kemudian mendapat anggukan dari Lia


"ayo Syah kita keluar" ajak Rehan kemudian


"syukurlah" ucapnya lega


"papa dimana sayang?" tanya Vania


"Lia masih belum melihat papa sama sekali ma..papa ada di kamar yang berbeda sehingga Lia nggak bisa melihat kalian berdua sekaligus" jawab Lia kepada mamanya


"ya sudah kalau begitu kamu ke papa ya sekarang..kasian papa butuh kamu" ucap Vania


"tapi ma--" ucapan Lia terhenti


"mama nggak papa sayang..kasian papa kamu sendirian" ucap Vania kemudian


"ya sudah Lia ke sana ya ma.. assalamualaikum" ucapnya kemudian pergi tanpa mendengan jawaban salam dari mamanya


"waalaikumsalam" jawab Vania saat Lia sudah tak di dalam ruangan


*


*

__ADS_1


*******


"keluarga saudari Erina" panggil salah satu suster yang keluar dari ruang UGD


"iya sus" Ning Izah, ustadz Haris, dan Irfan berdiri dan segera menuju tempat sister itu berada


"pasien sudah sadar dan bisa diajak bicara..silahkan masuk' ucap suster itu


"apa nggak sebaiknya kita nunggu Sofyan aja ya mas..nggak enak juga soalnya dari tadi sepertinya dia sangat khawatir atas keadaan pasien ini" tanya ning Izah kepada suaminya


"apa nggak sebaiknya kita lihat dulu keadaannya? setelah itu kita keluar dan tunggu sampai Sofyan datang" ucap ustadz Haris


"oh ya udah ayo kita masuk" ucap Ning Izah yang langsung diikuti oleh ustadz Haris dan Irfan


*


*


*******


"ya Allah tolong ampuni dosa hamba dan orang yang ada di sekitar hamba..tolong angkatlah semua penyakit yang di derita oleh keluarga mereka ya Allah..hamba mohon sembuhkan lah mereka dari segala penyakitnya..amiinn" doanya dalam hati


"assalamualaikum Sofyan" sapa salah satu orang yang juga berada di musholla itu


"waalaikumsalam muslim..ya Allah nggak nyangka kita bisa ketemu disini" Gus Sofyan memeluk sebagai tanda pertemuan mereka


Dia sahabat karib Gus Sofyan saat masih berada di Mesir..dia juga salah satu mahasiswa teladan di Kairo sama seperti Gus Sofyan..mereka terpisah saat muslim hendak pulang ke kampung halamannya,Medan..mereka sama sama tak percaya kalau takdir mempertemukan mereka di musholla rumah sakit itu..


"ya ya kita memang nggak bisa menyangka kalau kita akan bertemu disini..karena takdir Allah yan" ucap muslim dengan tertawa kecil


"kamu ngapain disini? siapa yang sakit?" lanjutnya lagi..


"ah ya..yang sakit itu keluarga dari beberapa santri di pondok Abah..beliau kecelakaan" jawab Gus Sofyan


"innalilahi wainailaihi Raji'un kasian sekali..lalu bagaimana keadaannya?" tanya muslim


"iya itu yang saya sendiri juga nggak tau..mangkanya kalau gitu saya harus kembali dulu supaya saya mengetahui bagaimana keadaannya" ucap Gus Sofyan


"ini kartu nama saya di sini..kalau ada apa apa telfon saja menggunakan nomor itu..dan alamat saya juga ada di sana jadi kalau kamu butuh temen curhat atau apa lah silahkan datang ya..saya harus pergi dulu assalamualaikum" ucap Gus Sofyan


"ya ya waalaikumsalam hati hati yan" jawab muslim dan segera memasukkan kartu nama yang di berikan Gus Sofyan ke dalam sakunya

__ADS_1


__ADS_2