Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 40


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang dengan indah. Lia Vreya dan Aisyah sudah terbangun sedari tadi dan menunggu Ririn yang tak bangun bangun.


"Rin bangun ini sudah subuh Rin' ucap Aisyah


"iya nih kebo banget sih kalau tidur..kita ntar telat gara gara kamu Rin" ucap Lia


"Ririiinnn" teriak Vreya di telinga Ririn yang membuat Ririn akhirnya terbangun


"astaghfirullah kalian apa apaan sih masih malam juga ganggu aku tidur" ucap Ririn


"malam malam apaan sih ngab. bangun ini dah subuh woy..ayo kita subuhan bareennggg" ucap Vreya dengan nada sedikit berteriak


"aarrgghhh iyah Iyah tunggu bentar aku mau ke kamar mandi duluuu" ucap Ririn terbangun gara gara suara Vreya yang mirip dengan toa masjid


setelah dari kamar mandi,,Ririn kembali ke kamarnya tanpa membasahi wajahnya sedikit pun


"loh kok nggak ambil wudhu?" tanya Aisyah


"udah kalian berangkat aja..aku lagi dapet nih" ucap Ririn


"ya ampun Rin,,kita dah nunggu mulai zaman Alif loh ya. dah kamu seenaknya bilang kalau kamu lagi dapet? dasar anak siluman" ucap Lia dengan wajah kesalnya


"sudah sudah,,ayo berangkat takutnya kita telat berjamaah' ucap Aisyah


mereka berangkat bersamaan dengan banyak santri dan santriwati yang hendak pergi ke musholla itu juga.


setelah selesai sholat berjamaah,,mereka kembali ke kamar asrama masing masing. tak sengaja bertemu dengan Gus Sofyan,,Lia dan Vreya pun menyapa dengan sopan.


"assalamualaikum Gus" ucap Vreya


"waalaikumsalam' ucap Gus dingin


"Gus Sofyan mau kemana nih?' tanya Vreya


"mau balik ke rumah" jawab Gus Sofyan singkat


"oh begitu ya" ucap Vreya


'iya saya duluan assalamualaikum" ucap Gus Sofyan dengan bergegas pulang


"waalaikumsalam" ucap Lia Vreya dan Aisyah dengan melanjutkan perjalanan mereka menuju kamar


"Erina kenapa tidak bersama mereka bertiga ya..apa dia sakit atau dengan tak dapat bangun tidur?" ucap Gus Sofyan dalam hati dengan tetap melangkahkan kakinya


*******

__ADS_1


Pagi pun datang dan hari ini tepat pada hari Minggu dan bertepatan pula dengan hari kebahagiaan para santri dan santriwati karena mereka di izinkan untuk keluar pesantren hingga pukul 12 siang. mereka mendapat izin tersebut langsung dari pemilik pesantren karena kabar gembira yang menimpa keluarganya juga membawa kegembiraan untuk santri dan santriwati pesantren


"hooaamm' Ririn menguap dan duduk di atas tempat tidurny itu


dia bingung saat melihat tak ada siapa pun manusia di dalam kamar itu kecuali dirinya sendiri. dan tak lama kemudian dia melihat sebuah surat di atas lokernya


-isi surat


"Rin,,hari ini adalah hari Minggu dan hari ini kyai Hamdan mengizinkan para santri dan santriwati pesantren keluar gerbang karena kabar gembira yang mengabarkan bahwa Ning Izah sedang mengandung. Ririn dan Lia tak bisa bersabar untuk menunggu hingga kamu bangun terlebih dahulu jadi mbak tuliskan surat ini. kalau kamu bangun nanti dan ingin mencari kita,,cari saja kita di warung terdekat dan toko baju dekat pesantren"


"oh jadi mereka main pergi pergi gitu aja ya..nggak nunggu Ririn juga..harus susulin nih yuhuu kapan lagi dapat kebebasan seperti ini" ucap Ririn terlari menuju kamar mandi dan segera bersiap ingin keluar pesantren


*******


setelah rapi dan bersiap,,akhirnya Ririn bergegas keluar gerbang pesantren. dan saat baru saja keluar,,dia melihat pemandangan yang sangat menyakitkan hatinya.dia melihat pemandangan itu dengan terus menerus hingga bersembunyi di bawah pohon besar yang rindang


"apa itu adalah wanita yang ingin di jodohkan dengan ustadz Sofyan?" tanya Ririn pada dirinya sendiri


dia melihat Gus Sofyan bersama dengan wanita cantik yang tak lain adalah Afiz,,sepupu Gus Sofyan sendiri. dia melihat Afiz menggandeng lengan Gus Sofyan dan bergelayut manja. dan raut wajah Gus Sofyan menandakan bahwa dia bahagia bersama wanita itu


"jika itu memang benar dan dia lah wanitanya,,maka aku memang harus mundur karena dia sangat good looking" ucap Ririn tersenyum miris


"iishh sebel sebel deh ah masak Iya orang yang mo di jodohkan sama calon laki aku lebih cantik dari pada akh sih..kan nggak adiill" ucap Ririn dengan menendang pohon besar itu


tak sengaja,,kepala Ririn kejatuhan buah dari atas pohon itu. "aauu" teriak Ririn


"Erina! kamu ngapain di situ?' tanya Gus Sofyan


"ah itu..anu.. nggak kok ustadz..nggak ngapa ngapain hihi" ucap Ririn gugup


"dia siapa?" tanya Afiz kepada Gus Sofyan


"oh iya ini kenalin dia salah satu murid kakak di kelas" ucap Gus Sofyan


"ehehe hallo nama saya Erina Angel Putri Fahriza..panggil Ririn saja sama seperti yang lainnya" ucap Ririn dengan wajah tak ikhlas


"iya hallo nama saya Syafizah Putri..panggil Afiz aja ya kak" ucap Afiz


"kakak? emangnya saya setua itu ya? kita seumuran Kaliikk" ucap Ririn dengan wajah juteknya


'eh iya maaf" ucap Afiz dengan senyum simpulnya


"Erina,,kamu mau kemana?" tanya Gus Sofyan


"nggak tau nih ustadz. kalau ustadz mau kemana?" tanya balik Ririn

__ADS_1


"saya mau ke minimarket" ucap Gus Sofyan


"ah iya ustadz saya juga mau ke minimarket tadi lupa belum beli keperluan bulanan..boleh numpang kan hehe" ucap Ririn tersenyum menampilkan giginya


"kamu kasih catatannya saja ke saya,,biar saya dan Afiz yang pergi" ucap Gus Sofyan


"ah nggak ustadz..saya mau ikut saja kan saya juga nggak mau merepotkan ustadz Sofyan dan Afiz..jadi saya mau ikut saja ya..boleh kann" ucap Ririn


"kamu nggak papa kalau ada orang lain selain kita di mobil?" tanya Gus Sofyan kepada Afiz


"oh iya nggak papa kok kak" ucap Afiz tersenyum manis


"kakak? sedekat itu kah kalian? sudah panggil kakak kakak juga? ih dasar alay deh apaan cobak' ucap Ririn dalam hati dengan memonyongkan bibirnya


Gus Sofyan hanya menahan tawa saat mendengar batinan Ririn tentang Afiz "ih kok jadi gemes gini ya liat Erina dengan ekspresi seperti itu" ucap Gus dengan tersenyum


"ya udah ayo berangkat sebelum jam 12 nanti" ucap Gus Sofyan


*******


setelah sampai dan berbelanja di minimarket terdekat,,Ririn dan Afiz menunggu Gus Sofyan di depan minimarket karena Gus Sofyan masih belum selesai berbelanja.


"Erina asalnya dari mana?" tanya Afiz dengan tersenyum


"eh eh kok manggilnya Erina sih..kan aku sudah bilang panggil aku Ririn saja seperti yang lainnya" ucap Ririn ketus


"kak Sofyan di bolehkan manggil Erina lalu kepada saya tidak?" tanya Afiz


"iya nama panggilan itu hanya untuk ustadz Sofyan saja. bisa di sebut panggilan sayang gitu,,intinya jangan panggil aku dengan sebutan Erina!" ucap Ririn dengan menekan akhir kata


"oh iya maaf Rin" ucap Afiz tersenyum simpul


"nah gitu dong..kalau boleh tau,,hubungan kamu dan ustadz Sofyan itu apa? soalnya setau aku nih ustadz Sofyan paling nggak suka kalau ada cewek cewek manja gitu. kamu siapanya ustadz Sofyan?" tanya Ririn


"pasti saingan aku kan..ngaku aja deh kalau sebenarnya kamu itu juga suka sama calon laki ane" ucap Ririn dengan nada mengejek


"nggak kok. saya memang sudah sedekat ini dari dulu dengan ustadz Sofyan mu itu. dari masih kecil saya sudah terbiasa seperti ini dan nggak bisa di ganti lagi. nggak ada yang bisa merebut posisi saya juga di hati kak Sofyan..termasuk kamu" ucap Afiz tersenyum manis


"maksud kamu ngomong gitu apa hah?!" ucap Ririn dengan sedikit berteriak


"eh kok malah marah marah sih..maaf kalau saya salah dan saya sama sekali nggak bermaksud seperti itu kok. beneran saya nggak bohong..saya memang sudah dari kecil sama kak Sofyan dan tumbuh bersama karena saya sepupu paling kecil di keluarga Abah Hamdan" ucap Afiz menjelaskan


setelah mendengar semua kata demi kata yang terlontar dari mulut Afiz,,Ririn masih tak bergerak dan sepertinya ia masih mencerna perkataan Afiz barusan. ia seolah olah beku dalam cuaca panas seperti ini. tak ada yang bisa di katakan lagi dan dia sangat merasa malu


selama perjalanan Ririn sangat menjadi pendiam dan tak berucap sepatah katapun hingga membuat Gus Sofyan terheran karena sifat barunya itu.

__ADS_1


Syafizah Putri



__ADS_2