Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 17


__ADS_3

Berlalunya matahari untuk menggantikan bulan adalah tanda bahwa malam hari akan tiba..jam dinding menunjukkan pukul 20.00 sedangkan salah satu pintu kamar asrama yg dihuni oleh 4 santriwati cantik telah tertutup dengan sempurna.


"guys" Ririn membuka pembicaraan antara mereka


"hm" jawab Vreya singkat


"Iyah, ada apa?" ucap Aisyah dengan lembut


"paan sih ganggu aja" jawab Lia ketus


"lah santai aja ngapa sih..aku cuman manggil juga" ucap Ririn dongkol


"nggak tau kenapa kok aku tiba tiba kangen ayah sama bunda yah" sambungnya


"menurut aku,rasa rindu kepada orang yang kita sayang itu wajar.. terutama kepada orang tua..yg nggak wajar itu ketika kita merindukan seseorang yg bukan mahram kita" ucap Aisyah


"Iyah mbak faham..tapi rasa kangen ini tiba tiba muncul gitu lhoo..dari tadi pagi dan kemaren kemaren itu aku nggak merasakan rindu seperti ini..aneh nggak sih?" ucap Ririn bingung


"yah nggak lah Rin..kenapa harus aneh cobak,,yah siapa tau bunda sama ayah kamu juga kangen disana" ucap Aisyah dengan tersenyum


"nah bener tu apa yg di katakan mbak Aisyah..hmm gimana kalau kamu ke rumah Abah Hamdan untuk minta izin nelfon bunda Fita dan ayah Reno" ucap Vreya memberi saran


"hey curut..tumben saranmu bener kali ini..kayaknya apa yg di sarankan sama Vreya itu bener deh Rin..coba kamu minta izin sama kyai Hamdan..boleh kan mbak?" Lia menimpali ucapan Vreya dan dengan mengarahkan kedua matanya ke arah Aisyah untuk meminta jawaban dari pertanyaannya itu.

__ADS_1


Aisyah melihat arah jarum jam yg masih menunjukkan pukul 20.10 dan segera berkata "seharusnya masih di bolehin sih..ya sudah lah kita coba saja..ayo kita harus segera ke rumah kyai Hamdan supaya tidak terlambat" ucap Aisyah kepada yg lainnya


"kuyy" ucap Ririn,, Vreya,,dan Lia serempak


kemudian mereka berempat segera menuju ke rumah kyai Hamdan untuk minta izin nelfon bunda dan ayah Ririn. tak butuh waktu lama mereka pun sudah sampai di kediaman keluarga kyai Hamdan. dengan kata basmalah mereka mulai mengetuk pintu dan berucap salam


"assalamualaikum" ucap Aisyah dan yg lainnya


"iya waalaikumsalam" ucap orang yg masih berada di dalam rumah..tak lama kemudian pintu pun terbuka dan menampilkan sosok pria tampan yg di idamkan semua wanita di dunia


"eh Gus Sofyan maaf,,apa umi Hamidah dan kyai Hamdan ada di dalam?" ucap Aisyah memberikan diri bertanya


"oh iya mari masuk" ucapnya mendahului kami masuk ke dalam rumah


"oh iya iya sebentar" terdengar ucapan dari dalam rumah dan tak lama kemudian muncullah sepasang suami istri yg sangat disegani di pesantren ini,,


"eh ada apa ini..kenapa kalian rame rame datang kemari?" tanya kyai Hamdan


"jadi begini bah,,niat kami datang kemari ingin meminta izin dari Abah dan ummah,,untuk diperbolehkan menelfon bunda dan ayah saya yang ada di Surabaya..sebenernya saya tidak tau mengapa tiba tiba saya teringat kepada beliau dan rasanya sangat ingin bertemu" ucap Ririn memberikan diri meminta izin


"hm begitu ya..ya sudah tunggu sebentar" ucap kyai Hamdan beranjak masuk ke dalam rumah..dan kembalinya pun dengan membawa handphone milik Ririn yg di sita karena harus mondok di pesantren


"ini,,silahkan kamu telfon orang tua kamu yg ada di rumah" sambung kyai Hamdan

__ADS_1


Ririn mengangguk dan segera mengambil handphone itu..dengan gerakan jari yg lincah dia mengetik nama ayah pada handphone nya tersebut..setelah cukup lama telfon itu menunggu,,akhirnya tersambung kepada orang tua Ririn yg ada di kediamannya..Ririn segera menekan tombol speaker supaya yg lain juga mendengar pembicaraan mereka


"hallo assalamualaikum" ucap ayahnya dari sebrang


"iya ayah waalaikumsalam ini Ririn" ucap Ririn dengan senangnya karena mendengar suara sang ayah yg sangat ia rindukan itu


"oh iya nak ada apa kok tumben kamu malam malam begini nelfon ayah..kamu sehat kan disana..inget ya jangan nakal dan jangan selalu bikin ribet abah Hamdan dan ummah Hamidah disana nak..kamu harus patuhi segala peraturan pesantren" ucap ayah nya mengingatkan


mendengar tutur kata ayahnya yg sangat perhatian padanya,,Ririn merasa terharu dan ingin memeluknya sekarang juga..namun itu tidak mungkin terjadi karena ia harus berusaha menjadi dewasa seperti keinginan mereka "iya ayah Ririn sehat..lagian Ririn nggak nakal kok disini..nggak buat Abah dan ummah ribet juga..ayah jangan khawatir ya..eh iya ayah dan bunda disana gimana kabarnya?" ucap Ririn yg membendung air matanya sekuat mungkin untuk tidak jatuh..


"ayah Reno..Vreya kangen sama Daddy dan Mommy yah..tolong kasih tau mereka kalau Vreya kangen ya ayah" Vreya ikut nimbrung


terdengar suara tertawa kecil dari sebrang telfon "iya iya Vre..kamu tenang saja pasti Daddy dan Mommy kamu juga kangen kok" ucapnya kemudian


"ayah,,Ririn kangen bunda dan ayah" ucap Ririn meneteskan air matanya


"iya sayang besok kita akan menjenguk kamu disana ya,,kamu jangan sedih ayah akan bawa Abang dan Rere juga..pasti mereka senang akan bertemu denganmu..ayah juga akan mengajak daddy nya Vreya dan papa nya Lia kalau mereka tidak sibuk..kalian baik baik di sana ya..jangan lupa sholat dan makannya ya nak" ucap ayah Ririn dengan rasa perhatian nya


"iya ayah..kalau begitu Ririn tunggu kedatangan ayah besok ya.. assalamualaikum ayah" ucap Ririn mengakhiri telfonnya itu


Ririn mengembalikan handphone itu kepada kyai Hamdan "terima kasih abah,, ummah,,dan maaf telah mengganggu waktunya" ucap Ririn tidak enak hati


"ah tidak apa apa nak..anggap kami sebagai keluarga mu saja ya..ini sudah malam lebih baik kalian segera kembali ke asrama" ucap umi Hamidah dengan lembut

__ADS_1


"iya ummah terima kasih.. assalamualaikum" ucap Ririn dan segera pergi dari rumah kyai Hamdan untuk menuju asrama nya


__ADS_2