Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 108


__ADS_3

"Sayang..makan di luar yok" ucap Gus Sofyan masuk ke dalam kamar


"salam duluu" ucap Ririn dingin sembari memainkan handphone nya


"iya maaf.. assalamualaikum istrikuu" ucap Gus Sofyan duduk di samping Ririn


"waalaikumsalam" ucap Ririn terus sibuk dengan handphone nya


"makan di luar yok" ucap Gus Sofyan sekali lagi


"nggak" ucap Ririn singkat


"kenapa? nanti kita cari jagung bakar" ucap Gus Sofyan membujuk


"Ririn bilang nggak ya nggak..maksa banget sih" ucap Ririn kesal


"kamu masih marah ya" ucap Gus Sofyan


"nggak tau" ucap Ririn singkat


"ya udah maaf" ucap Gus Sofyan sendu


"tadi aja nggak mau ngalah..sekarang sok sok sedih minta maaf" ucap Ririn membuang muka


"iya saya nggak sengaja loh tadi" ucap Gus Sofyan mencari alasan


"dih..alasan" ucap Ririn dingin


"ya udah iya maaf, sayang..janji nggak ngulangin lagi kok" ucap Gus Sofyan menyodorkan jari kelingkingnya


"kamu kalau nanti mau ikut mbak Izah juga nggak papa..saya ngizinin juga" ucap Gus Sofyan


Ririn langsung menatap wajah Gus Sofyan "ehem..ya udah Ririn maafin" ucap Ririn


"makasih" ucap Gus Sofyan mencium pipi kanan Ririn


"makan sekarang ya" ucap Gus Sofyan


Ririn menggeleng "Ririn pengen martabak" ucapnya


"ya udah ayo cari" ucap Gus Sofyan


"tapi Ririn mau, ustadz yang Carikan untuk Ririn" ucap Ririn manja


"maksudnya?" ucap Gus Sofyan tak mengerti


"ustadz yang keluar beli martabak..Ririn nonton drama di sini" ucap Ririn girang


Gus Sofyan menghela nafasnya panjang "ya udah..tunggu di sini ya, saya keluar dulu bentar" ucapnya yang hanya mendapat anggukan dari Ririn

__ADS_1


Gus Sofyan mencium kening Ririn dan berdiri untuk pergi membeli martabak keinginan istrinya.


"mau kemana Yan?" ucap ustadz Haris yang melihat Gus Sofyan hendak keluar rumah


"Erina ngidam martabak mas" ucap Gus Sofyan menghentikan langkahnya


"wah kebetulan sekali..mas nitip ya,,soalnya mbak kamu juga ngidam martabak" ucap ustadz Haris


"lah..mas mau kemana? kok nggak beli sendiri?" protes Gus Sofyan


"mas ada tugas untuk nyimak para santri hafalan, Yan" ucap ustadz Haris


"oh ya udah kalau gitu Sofyan aja yang beliin martabaknya mbak Izah" ucap Gus Sofyan


"iya Yan..makasih ya" ucap ustadz Haris berjalan keluar rumah


"eh nanti langsung kasih ke mbak Izah di kamar ya, Yan" ucap ustadz Haris


"oke mas" ucap Gus Sofyan kemudian pergi mencari penjual martabak


*******


-di kamar Rere


"duh..kok perasaan Rere nggak enak ya..apa ada sesuatu yang terjadi" ucap Rere resah


tok..


tok..


"eh ayah..kenapa yah?" sambung Rere saat melihat ayahnya yang masuk ke dalam kamarnya saat itu


"kamu kok belum tidur" ucap Reno


"ini masih belum terlalu malam yah..memangnya ada perlu apa ayah ke kamar Rere?" ucap Rere


"ayah mau ngajak kamu jalan jalan" ucap Reno


"oh gitu..ya udah sekarang ayah tunggu di bawah aja..bentar lagi Rere siap kok" ucap Rere


"ya udah..kamu jangan lama lama ya..kita cuma mau ke mall aja kok" ucap Reno kemudian berjalan menuju lantai bawah


"oke yah" ucap Rere membentuk huruf O dengan tangannya


setelah siap siap,,Rere bergegas turun menuju lantai bawah, dimana sang ayah menunggu kehadirannya


"ayo yah..Rere sudah siap" ucapnya


kemudian mereka berangkat menuju mall mereka. saat berada di mobil pun, Rere masih terlihat sangat resah dan bimbang dengan rasa yang ada di hatinya

__ADS_1


"kamu kenapa nak?" ucap Reno tetap fokus menyetir


"ah kenapa? nggak papa kok yah" ucap Rere bohong


"ayah lihat, sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu..ada apa?" ucap Reno bertanya


Rere diam sejenak "perasaan Rere nggak enak yah" jujurnya


"memangnya kenapa?" ucap Reno tak paham


"Rere juga nggak tau..tapi perasaan Rere nggak enak loh dari tadi" ucap Rere


tanpa banyak bicara, Reno segera mengambil handphone nya dan mendial nama Ririn. kemudian menekan tombol spiker supaya Rere bisa mendengarnya juga


"hallo assalamualaikum yah..ada apa?" ucap Ririn di seberang


"waalaikumsalam Rin..kamu nggak papa kan?" ucap Reno


"Ririn nggak papa.. memangnya kenapa? ayah dan Rere ada masalah? atau Abang?" ucap Ririn


"ayah nggak papa nak..hanya saja, Rere merasa perasaannya nggak enak..dia seperti khawatir akan terjadi sesuatu pada orang terdekatnya" ucap Reno menjelaskan


"oh Ririn nggak papa kok yah..bilangin sama Rere juga,,jangan terlalu banyak pikiran..nanti sakit loh" ucap Ririn memperingati


"iya kak maaf" ucap Rere yang mendengar ucapan Ririn


"Sofyan mana Rin? kok kayaknya nggak ada di situ" ucap Reno


"ustadz Sofyan beli martabak yah..tadi tiba tiba Ririn pengen martabak hehe" ucap Ririn terkekeh


"oh mulai ngidam nih" ucap Rere ikut terkekeh


"haha iya deh kayaknya" ucap Ririn tertawa


"ya sudah kalau kamu nggak papa,,ayah tutup telfonnya dulu ya..jangan ngangkat yang berat berat, dan jaga baik baik cucu ayah.. assalamualaikum" ucap Reno


"iya yah iya.. waalaikumsalam" ucap Ririn kemudian mematikan telfonnya


"tadi sebelum berangkat, Abang nelfon ayah..dia bilang keadaan di sana baik baik saja..ya walaupun masih sibuk karena banyaknya pasien" ucap Reno yang hanya mendapat anggukan kecil dari Rere


cling..


notif dari handphone Rere. segera ia membuka dan ternyata pesan dari dokter Johan. ia membuka dan membaca pesan tersebut


*isi pesan


"assalamualaikum calon istri..maafkan saya yang lama tak memberi kabar karena tadi masih sangat disibukkan dengan banyaknya pasien. sekarang saya mendapat waktu untuk menghubungimu. don't worry and keep praying for me to come back soon (jangan khawatir dan terus doakan saya agar cepat kembali) assalamualaikum"


Rere yang membaca pesan itu merasa sangat lega. seperti beban di hatinya telah terhapus mengikuti angin yang bertiup saat itu. ia tersenyum manis dan terus membaca pesan itu berkali kali

__ADS_1


"ehem..sepertinya pesan itu yang dari tadi kamu tunggu" goda Reno yang melihat anaknya senyum senyum sendiri menatap layar handphone


"ih ayah apaan sih" ucap Rere malu


__ADS_2