
Tiga bulan telah berlalu..setelah kepergian sikembar, tak banyak yang berubah kecuali Ririn. Wanita cantik itu tak pernah berbaur dengan banyak orang lagi selain keluarganya. ia terus meratapi kesalahannya karena lalai menjadi seorang ibu yang baik.
"sayang,,abi pulang" ucap Gus Sofyan masuk ke dalam kamarnya
Ririn berdiam diri di atas kasur dengan mata yang menatap kosong. Gus Sofyan mencium kening Ririn penuh rasa sayang
"sudah makan?" ucapnya yang mendapat gelengan dari Ririn
"dinner mau nggak?" tawar suaminya
Ririn tak menjawab. ia hanya mendongak menatap Gus Sofyan. tak terasa air matanya jatuh saat melihat wajah tampan suaminya itu
Gus Sofyan tersenyum tipis dan mengusap air mata Ririn "Abi bersiap dulu ya.. tunggu sebentar aja" ucapnya
Gus Sofyan segera bergegas menuju ke kamar mandi dan tak lama kemudian ia keluar dengan handuk yang sudah menutupi tubuh kekarnya
"aahh segarnyaa" lirih Gus Sofyan dengan mengibas-ngibaskan rambut basahnya
Gus Sofyan keluar dari kamar mandi dan tetap melihat Ririn dengan posisi yang sama, duduk di atas ranjang dengan tatapan kosongnya. keadaan seperti itu sudah menjadi hal biasa bagi Gus Sofyan setelah kepergian sikembar.
beberapa dokter yang sudah memeriksa Ririn mengatakan bahwa Ririn sedang mengalami stress berat. Gus Sofyan bahkan sudah check up ke dokter terbaik, namun jawaban mereka sama, Ririn sangat stress dan membutuhkan perawatan medis secepatnya.
namun Gus Sofyan sangat tidak tega jika harus membiarkan Ririn dirumah sakit jiwa. jadi ia memutuskan untuk membantu Ririn supaya bisa segera pulih dengan rawat jalan dokter keluarga Fahriza.
"bisa pilihin baju yang cocok nggak, yang?" ucap Gus Sofyan mengeringkan rambutnya di depan cermin
tak ada jawaban dari Ririn. Gus Sofyan menoleh dan segera berjalan ke arah istrinya itu.
dengan lembut Gus Sofyan menyentuh pipi Ririn "bisa pilihin baju yang cocok nggak, yang? abi kedinginan nih nggak ada bajunya" ucap Gus Sofyan mengulang
__ADS_1
Ririn beranjak pelan dari duduknya. ia berjalan kearah lemari besarnya. kemudian ia mengeluarkan sebuah pakaian yang menarik perhatiannya sejak membuka lemari
"pakai ini aja" lirihnya hampir tak terdengar
Gus Sofyan tersenyum tipis "akhirnya" lirihnya dalam hati
"yaudah aku pakai yang itu" ucap Gus Sofyan bangkit dan mencium pipi Ririn singkat
*******
"uuhhh gemes banget sih anak mamaaa" ucap Aisyah gemas melihat putri kecilnya yang memakai bandana
Aisyah sudah melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik. wajah anaknya itu lebih mirip dengan Rehan, suaminya. nama anak Aisyah adalah ZAHRA SHARIKA
"sayang, jas aku yang warna navy dimana ya? udah kamu setrika belum?" ucap Rehan bertanya
Aisyah menoleh "udah kok..aku letak di lemari gantung kalau nggak salah. coba cari aja" ucap Aisyah
Aisyah menghembuskan nafasnya "yaudah biar aku yang cari. nih kamu jaga Zahra dulu" ucapnya
Rehan berbinar kemudian berjalan ke arah putri kecilnya "uwaahh..anak papa cantik sekaalii" ucapnya mencium pipi gembul Zahra berkali kali
"ya cantik dong..kan anak papa Rehan haha" sambungnya tertawa
Zahra memainkan jari tangannya dan menatap tak paham dengan tingkah papanya itu. bayi lucu yang sangat menggemaskan..
muach..
muach..
__ADS_1
muach..
"iihhh gemes banget siihh..pengen gigit deh rasanyaa" ucap Rehan mulai mendekatkan wajahnya ke arah pipi Zahra, berniat menggigit pipi anaknya itu
"heh!! mau ngapain?!!" ucap Aisyah datang dengan melempar jas yang sedang dicari rehan sebelumnya
Rehan tertangkap basah "dikit doang Syah" lirihnya
"dikit dikit!! Zahra kalau nangis gak dikit nanti!" marah Aisyah
"hehe ya udah iya maaf..cantik banget sih kalau marah" ucap Rehan membujuk sembari menyentuh dagu Aisyah
Rehan berjongkok ke arah sofa dimana Zahra berbaring disana "sayang, mama kalau marah gitu tambah cantik ya.. papa jadi takut kalau mama diambil orang nantinya" ucapnya seakan berbicara Dengan bayi kecilnya
seakan paham yang dikatakan papanya, Zahra mengangkat kaki kecilnya lucu..sembari bergumam kecil. kejadian itu sangat menggemaskan bagi Rehan hingga mau tak mau ia harus mencium pipi anaknya berulang kali
Aisyah terkekeh melihat interaksi ayah dan anak itu "udah ah sana pergi! katanya mau meeting" ucapnya sedikit mendorong Rehan kemudian mencium tangan Rehan cepat
Rehan terkekeh "ya udah aku berangkat dulu ya.. assalamualaikum istri dunia akhirat" ucap Rehan mencium pipi dan kening Aisyah
Aisyah tersenyum manis "waalaikumsalam ayah dari anak anakku..hati hati ya" ucapnya manis
Rehan terkekeh dan mengangguk kecil. ia segera bergegas keluar rumah dan menuju kantornya untuk mengadakan meeting dengan klien pentingnya
ZAHRA SHARIKA
NOTE
__ADS_1
-hallo guys, ketemu author lagi nih hehe..untuk sekarang author up tentang Ririn dan Aisyah dulu ya..di episode berikutnya ada Lia, Rere, dan Vreya. author berniat untuk mempercepat alur cerita novel ini..karena author hanya takut kalian bosan menunggu dan membaca alur cerita yang gitu gitu aja..dan bagi yang tanya Arumi and the geng kenapa nggak dihukum, itu salah ya guys..mita dan Arumi sudah berada di balik jeruji besi akibat Lia, hanya saja author takut kelewat batas kalau masukin part mereka karena novel ini bertema pesantren dan jauh dari kekerasan..maafin author yaaa..salam rindu author 😚
See you:)