Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 161


__ADS_3

Vino telah sampai di depan rumah kyai Hamdan. ia tak mengerti dengan keadaan saat ini. yang ia tahu bahwa adiknya sedang menangis dan itu sangat menyakiti hatinya sebagai Abang. Vino pun mengetuk pintu rumah kyai Hamdan


"assalamualaikum" ucapnya sembari mengetuk


"waalaikumsalam," ucap Ririn membuka pintu


Ririn menyodorkan koper dan tas perlengkapan Aera kepada abangnya "ayo kita pergi sekarang bang, mumpung yang lainnya pada di pesantren" ucap Ririn


Vino terdiam dan mencerna setiap kata adiknya. jadi maksud Ririn, dia mau kabur tanpa sepengetahuan keluarga Gus Sofyan. dan itu sangat tak mengenakkan hati Vino


"iya iya, sebentar lagi kita pergi ya.. sekarang Abang numpang ke kamar kecil dulu ya" ucap Vino kemudian bergegas mencari kamar mandi


setelah berada di kamar mandi, Vino mengambil ponselnya dan segera mengetikkan sebuah pesan kepada Gus Sofyan, supaya ketika ia kembali dan tak melihat istrinya, ia tak akan kaget. jadi Vino memberi kabar terlebih dahulu sebelum menculik adik dan keponakannya itu


"sudah bang? ayo cepet cepet" ucap Ririn sangat terburu-buru


"iya iya nih ayo berangkat" ucap Vino kemudian meletakkan koper dan tas Aera di kursi penumpang mobilnya


setelah beberapa menit, akhirnya mereka berhasil pergi dari kawasan pesantren kyai Hamdan. ada sedikit rasa lega di hati Ririn karena tak ketahuan oleh Gus Sofyan saat keluar rumah tadi


"kamu kenapa?" tanya Vino di dalam mobil


Ririn mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela "sakit hati" lirihnya singkat sembari menarik nafasnya panjang


"yaudah kalau kamu gak mau cerita sekarang gapapa, tapi Abang kasih saran nih ya.. lebih baik kamu cerita dan jangan dipendam sendiri..nanti jatuhnya jelek hati loh" ucap Vino menjelaskan dan Ririn hanya berdehem singkat


"kamu mau pulang, atau ke rumah ayah?" tanya Vino


"kerumah ayah aja deh. males ketemu ustadz Sofyan" lirihnya yang hanya diangguki oleh Vino

__ADS_1


"eh ngomong ngomong, Abang sama kak Alin mau ke Spanyol Minggu depan. kamu ikut gak??" tanya abangnya


"ngapain ke Spanyol?" tanya Ririn sewot


"Abang ada jadwal operasi saudara Raja Spanyol, dan kak Alin jadi dosen tamu di salah satu kampus disana" ucap abangnya


"lah terus kalau Abang sama kak Alin kerja, Ririn gimana dong?" tanya Ririn


"ya kamu jalan jalan bareng Aera lah..mudah bukan?" ucapnya


"males ah. gak pengen ke Spanyol, pengennya ke Dubai" ucap Ririn


"cuma Dubai mah yaudah pergi sana. di sana ada perusahaan ayah juga kan? jadi bisa bantu bantulah dikit" ucap abangnya


"ih Abang gak paham deh! Ririn pengen ke Dubai jalan jalannya, bukan mau kerja" ucap Ririn sewot yang mampu mengundang tawa Vino karena berhasil membuat adiknya itu kesal


"eh anak mommy udah bangun" ucap Ririn mencium kening Aera


"Aera sekarang di mobil uncle Vino. kenapa sayang?" tanya Ririn


"Abi nana?" ucap Aera mengedarkan pandangannya keseluruhan penjuru mobil


"eemm, Abi ada kerjaan sayang..jadi untuk sementara waktu ini, Aera berdua sama mommy aja ya" jelas Ririn berbohong kepada anaknya


Aera hanya mengangguk paham "Ami, Aya au cucu kiyat (mommy, Aera mau susu coklat)"


"Aera mau berapa nak?" tanya Vino mengelus kepala Aera


"sedini (segini)" ucapnya membuka semua jari tangannya

__ADS_1


"oh ahhahaha oke oke uncle beliin ya bentar lagi hahaha" tawa Vino dan Ririn


"banak banak ya tel (banyak banyak ya uncle)" ucapnya gemas


"hahaha iya sayang" ucap Vino mencium pipi gembul Aera, karena saat itu mobil mereka berhenti karena lampu merah


*******


sesampainya di rumah keluarga Fahriza, Aera kembali tertidur dan Vino yang menggendongnya hingga ke dalam kamar "kamu istirahat juga ya, jangan begadang" ucap Vino setelah meletakkan Aera di kasurnya


"iya bang, makasih ya udah mau jemput Ririn" ucap Ririn berterima kasih


"untuk princess nya Abang yang satu ini apa sih yang nggak?" ucap Vino mencubit pipi Ririn


"kalau ada masalah, kamu cerita ya..kalau gak mau cerita sama Abang, cerita sama kak Alin aja nggak papa, jangan di pendam sendiri. oke?" sambung Vino mengelus kepala adik tersayangnya itu


"iya bang, makasih" ucap Ririn yang diangguki Vino


"ya udah kalau gitu Abang ke kamar dulu ya, jangan banyak pikiran. good night princess" ucap Vino sembari mencium kening Ririn dan berlalu meninggalkan kamar adiknya itu


"maafin Ririn ya bang, Ririn gak tau harus mulai ceritanya dari mana. karena Ririn sendiri belum yakin dengan tindakan ustadz Sofyan. Ririn harus memastikan terlebih dahulu, Ririn janji gak akan bikin kalian semua repot dan ikut pusing masalah rumah tangga Ririn ini" ucapnya dalam hati


-NOTE


haii haii readersnya author!! minal aidzin wal faidzin ya kalian semuaa, mohon maaf lahir dan batin.. mohon maaf juga karena author yang banyak dosa ini jarang update untuk kalian hehe, pokoknya love you all❤️❤️❤️❤️❤️


eh jangan lupa pantengin SUAMI PILIHAN ALLAH terus ya, sebentar lagi ada hal tak terduga loh,,jangan sampe ketinggalan!


see you:)

__ADS_1


__ADS_2