Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 28


__ADS_3

waktu silih berganti,siang malam telah terlewati..hari ini tepatnya hari ke tujuh setelah meninggalnya Zefita (bunda Ririn). hari dimana Ririn sudah merasa ikhlas atas kepergian bundanya. Irfan,, Rehan,, dan Firman pun sudah kembali ke pesantren terlebih dahulu karena perintah kyai Hamdan. Reno dan orang tua Lia sudah bisa berjalan kembali,,begitupun dengan orang tua Vreya yang sudah mulai pulih juga. akan tetapi, orang tua Vreya dan Lia tak menginap di rumah Reno lagi karena suatu urusan yang harus mereka hadapi di rumahnya.


"dimana Ririn?" tanya Vino kepada semua orang yang ada di ruang tamu


"nggak tau..tapi sepertinya ada di kamar deh bang soalnya tari Lia liat,dia ada di balkon kamar..katanya liat bintang" ucap Lia kemudian vino segera menuju kamar Ririn


"siapa dia? kenapa dia menanyakan keberadaan Erina? memangnya sesepesial itu ya hubungannya dengan Erina..dan satu lagi,kenapa dia selalu ada di rumah ini? ah biar saja lah ngapain juga saya ngurusin hidupnya" ucap Gus Sofyan dalam hati


"kalau dia memang ada di kamarnya,, tadi waktu aku ketuk pintunya harusnya dia jawab dong" ucap Aisyah


"lalu?" tanya Vreya kepada Lia


"tapi aku liat tadi dia ada di balkon kok" sambung Lia


"ehem! lebih baik kita periksa dulu..jangan menyangka nyangka takutnya jadi suudzon nantinya" ucap Gus Sofyan


kemudian mereka beramai ramai pergi melihat Ririn karena khawatir terjadi apa apa dengannya


tok


tok


tok


"Rin..keluar yok nak!" ucap Reno mengetuk pintu kamar Ririn yang tak ada jawaban sedikit pun

__ADS_1


"Ririn..ayo keluar" ucap Vino agak berteriak juga


"Rin..kamu di dalam kan..keluar kau curut!" ucap Lia berteriak sangat kencang


"kok nggak ada suara dan jawaban ya..atau jangan jangan--" ucap Vreya tak terselesaikan


"Ririn,,kalau kamu di dalam, ayah minta kamu menjauh dari pintu ya nak..ayah dan yang lain akan mendobrak pintu ini..menjauh ya nak" ucap Reno berteriak dan memberi ancang ancang kepada Gus Sofyan dan Rehan untuk mendobrak pintunya


gubrak!!!


tak ada satupun orang di dalam kamar. Vreya dan Lia mencari ke dalam kamar mandi namun hasilnya nihil mereka tak menemukan Ririn di sana. Reno berinisiatif untuk menelfon Vino namun tak ada jawaban..mereka semua tambah panik karena ketidak beradaan Ririn dan Vino


Gus Sofyan tak sengaja melihat Ririn yang berada di balkon kamar. balkon itu tertutup dengan pintu kaca yang di lengkapi oleh tirai yang sangat tebal. jadi siapapun yang ada di balkon tersebut tak dapat mendengar sesuatu yang ada di luar kamar. Gus Sofyan tak sengaja mendengar suara hati Ririn


"Ririn bahagia bisa jadi orang yang di sayangi Abang..dengan begitu Ririn bisa selalu berada di sisi Abang saat Ririn butuh sosok penyemangat" ucapnya dalam hati dengan memandang Vino yang berada di sampingnya. dan ucapan itu berhasil membuat Gus Sofyan mengerucutkan bibirnya kesal


karena hanya Gus Sofyan yang sudah melihat keadaan Erina,,jadi Gus Sofyan kembali turun duluan menuju ruang tamu


"eh yan kamu mau kemana? kan Ririn masih belum di temukan" ucap kyai Hamdan dengan memegang lengan Gus Sofyan


"Ririn sudah aman dengan lelaki itu..tadi Sofyan liat dia di balkon kamar" ucap Gus Sofyan dengan tersenyum kecut dan pergi meninggalkan kamar Ririn


Vreya yang berada di belakang kyai Hamdan dapat melihat ekspresi wajah Gus Sofyan saat sedang seperti itu. dan saat Gus Sofyan melewatinya dia berkata dalam hatinya "ah kiyowo (imut)" dan hanya mendapat lirikan sinis dari Gus Sofyan


*******

__ADS_1


-balkon kamar


"Abang" panggil Ririn


"hm?" jawab vino dengan menoleh menatap wajah adiknya itu


"Abang mau janji sama Ririn nggak?" tanya Ririn


"janji apa?" Vino bertanya balik


"Abang harus janji jangan pergi kemana mana dan nggak boleh pergi jauh jauh dari ayah dan Rere. Ririn mau melanjutkan sekolah di pesantren dan Ririn akan jauh dari ayah dan nggak bisa jagain ayah. makanya Ririn minta Abang untuk selalu jaga ayah dan selalu bahagiakan Rere apapun yang terjadi. jaga pola makan ayah,,jaga kegiatan ayah sehari hari,,jangan biarkan ayah kelelahan,,dan jangan biarin Rere pulang telat apalagi hingga larut. bisa bang?" ucap Ririn kepada abangnya


"siap tuaann" ucap Vino dengan menunduk memberikan hormat seperti menyambut putri kerajaan


Reno dan yang lain merasa lega saat melihat mereka sangat akur satu sama lain. hingga tak sadar air matanya jatuh ke pipinya dan segera pula ia hapus karena takut Rere melihat ayahnya menangis


"ehem..gimana kalau kita jalan jalan aja yah.. shopping gitu contohnya..kita have fun bareng bareng yah..kata teman Rere,,nanti di alun alun Surabaya ada pasar malam..kita kesana yuk dan sebelum itu kita harus berbelanja baju dulu yah ke mall..ayo ayo" ucap Rere dengan baby face nya


tak kuasa untuk menolak permintaan putri bungsunya itu, alhasil Reno hanya bisa mengangguk dan meminta semua orang untuk bersiap siap karena mereka akan segera pergi.


"Rin,,Vin!" Reno mengetuk pintu kaca yang membatasi balkon dan kamar Ririn


Ririn pun masuk ke dalam kamar di ikuti oleh vino di belakangnya "iya ada apa yah" tanya Ririn


"Rere minta pergi shopping dan pergi ke pasar malam katanya,,kamu dan Abang juga ikut ya. kita semua ikut tak ada yang di rumah selain para ART dan pak Toni. nanti kita bawakan buah tangan saja buat mereka ya" ucap Reno

__ADS_1


"jadi?" tanya Vino


"jadi kalian harus segera bersiap,,karena jika kalian lama, si Rere pasti akan marah nantinya..dah lah siap siap cepet' ucap Reno dan segera pergi keluar dari kamar Ririn diikuti oleh Vino


__ADS_2