
Jam menunjukkan pukul 19.35 WIB. Ririn dan Gus Sofyan baru saja selesai ngaji dan sholat isya berjamaah.
"ustadz, jalan jalan yuk" ucap Ririn sembari memperhatikan suaminya yang tengah memainkan laptopnya
"kemana? udah malam loh ini" ucap Gus Sofyan tetap fokus pada laptopnya
"jalan jalan ke mall..Ririn pengen belanja, ustadz" rengek Ririn
"besok aja ya sayang..sekarang sudah malam loh. pasti mall nya sudah tutup" tolak halus Gus Sofyan
"ih ustadz..ini masih belum jam delapan loh" ucap Ririn berusaha
"ustadz kan sayang Ririn, jadi alangkah baiknya kalau ustadz nurutin apa kemauan istrinya.. iya kan?" sambungnya menarik tangan Gus Sofyan dari atas keyboard laptop
Gus Sofyan menutup laptopnya dan meletakkan di atas meja, lalu tersenyum manis di depan wajah istrinya "ya udah ayo siap siap. saya tunggu di bawah ya" ucap Gus Sofyan kemudian turun terlebih dahulu
tak lama kemudian, Ririn turun dengan pakaian yang siap untuk dipakainya jalan jalan "cantik nggak?" ucapnya meminta pendapat sang suami
"hm" ucap Gus Sofyan dengan mengangguk kecil
-di dalam perjalanan
"ihh cantik banget ya, Ririn kalau gini" ucap Ririn dengan memandangi wajahnya di kaca
"iya kan ustadz..Ririn cantik kan..iya kan?" ucap Ririn tanpa henti
"iya sayang..cantik kok" ucap Gus Sofyan tersenyum sekilas kemudian fokus menyetir kembali
"eh saya mau jujur sesuatu sama kamu" ucap Gus Sofyan
"jujur apa? silahkan" ucap Ririn
"sebenarnya saya bisa mendengar suara hati orang. jangan kaget ya" ucap Gus Sofyan
"what?! beneran?!" ucap Ririn
"kan saya sudah bilang. jangan kaget" ucap Gus Sofyan
"ehehe..jadi sebenarnya dari dulu tu Ririn nggak percaya yang kayak gituan loh ustadz" ucap Ririn
"maksudnya?" ucap Gus Sofyan tak mengerti
"iya..nggak percaya kalau ada orang yang bisa mendengar suara hati orang di sekitarnya" ucap Ririn menatap Gus Sofyan yang sedang menyetir
"nggak percaya kalau ada orang yang bisa melihat hantu, juga. nggak tau sih asalnya dari mana. tapi Ririn nggak percaya aja, gitu" sambungnya
"ustadz bohong pasti kan" ucap Ririn
"saya jarang berbohong" ucap Gus Sofyan
__ADS_1
"oke kita coba. kalau ustadz bisa mendengar suara hati Ririn sekarang, Ririn akui kalau ustadz nggak bohong" ucap Ririn semangat
"oke" ucap Gus Sofyan
"kalau ustadz bisa mendengar suara ini, ucapkan kembali ya. Ririn cantik!" ucap Ririn dalam hati
"Ririn cantik" ucap Gus Sofyan singkat
"wah..kok tauu" ucap Ririn tak percaya
"lagi dong lagi lagi" sambungnya semangat
"i love you, Sofyan Ali Hamdan..haha pasti nggak akan bisa" batin Ririn
Gus Sofyan tersenyum sekilas menatap istrinya "i love you too, Erina Angel Putri Fahriza" ucap Gus Sofyan
"waahhh hebat sekali suami Ririn..uuuhh makin sayang dehh" ucap Ririn bergelayut manja di lengan kiri Gus Sofyan
"eh tapi sejak kapan ustadz bisa denger kayak begituan?" ucap Ririn duduk di tempat semula
"sejak lahir lah" ucap Gus Sofyan
"berarti ustadz tau semua dong apa yang Ririn bicarakan dalam hati" ucap Ririn menatap suaminya
"iya lah. gimana sih" ucap Gus Sofyan
setelah banyak berbincang di dalam mobil,,kini mereka telah sampai di mall milik keluarga Ririn. seperti biasa,, banyak pegawai yang menyambut kedatangan wanita cantik itu.
"selamat datang nona Fahriza,,tuan muda" ucap salah satu pegawai
“iya terima kasih” ucap Ririn dengan menampilkan senyum indahnya
“apakah ada yang bisa saya bantu nona,,tuan?” ucap pegawai tersebut
“oh tidak,,tidak perlu. Saya hanya ingin mencari sesuatu dengan suami saya” ucap Ririn tersenyum manis
“baiklah jika begitu. mari saya antar anda mengelilingi mall ini” ucap pegawai itu
“saya akan menjaga istri saya dengan baik. Jadi anda tak perlu risau” ucap Gus Sofyan dengansenyum tipisnya
“baik tuan,,silahkan” ucap pegawai tersebut mempersilahkan Gus Sofyan dan Ririn berjalan bersama
Mereka jalan berdua layaknya sepasang kekasih. Tak sedikit pasang mata yang menatap Gus Sofyan dan Ririn saat mereka mengelilingi mall tersebut. Banyak pula yang berkomentar serta berbisik satu sama lain.
Saat sedang berbelanja,,Ririn melihat sepasang piyama couple yang terpajang di salah satu toko “ustadz liat deh..lucu ya” ucap Ririn sembari mnunjuk piyama tersebut.
“hm” ucap Gus Sofyan singkat
Ririn yang melihat respon Gus Sofyan tak terlalu meyukai pakaian yang di tunjuknya tadi,,langsung terdiam dam melanjukan jalannya kembali “sepertinya ustadz nggak suka piyama itu deh..ya udah lah nggak papa juga lagian piyama Ririn kan banyak” ucap Ririn dalam hati
__ADS_1
Gus Sofyan yang mendengar ucapan Ririn pun tersenyum gemas kemudian menahan lengan Ririn dan membawanya untuk kembali ke toko sebelumnya. Ririn yang mendapat perlakuan seperti itu pun bingung harus melakukan apa
“kenapa?” ucap Ririn bingung menatap sang suami
“katanya mau piyama yang itu” ucap Gus Sofyan menunjuk piyama yang Ririn pilih
“bukannya ustadz nggak mau ya?” ucap Ririn
“saya bilang hm bukan nggak mau,,, sayang” ucap Gus Sofyan
“jadi ustadz mau beli piyama yang Ririn tunjuk itu?” ucap Ririn memastikan
“iya..ambil aja” ucap Gus Sofyan
Ririn mengambil piyama yang dipilihnya tadi. Kemudian mereka lanjut berjalan dan berbelanja di mall itu. Setelah mereka puas berbelanja,,mereka memutuskan untuk makan di restoran mall tersebut. Tak lama setelah makan,,Ririn seperti melihat orang yang mereka kenal. Kemudian Ririn menghampiri meja orang itu.
“assalamualaikum” sapa Ririn
“waalaikumsalam..kak Ririn” ucap orang itu kemudian memeluk Ririn
“kamu ngapain di sini?” ucap Ririn
“Afiz belanja nih sama teman teman..kalau kakak Ngapain di sini sendirian?” ucap Afiz
“kakak nggak sendirian kok. Itu di sana ada ustadz lagi pesan makanan” ucap Ririn menunjuk Gus Sofyan yang sedang mengantri di kasir
“oh iya Afiz lupa kalau kak Ririn sudah menikah..maaf ya Afiz nggak hadir waktu acara nikahan kakak..mama Afiz sakit waktu itu, jadi Afiz harus kembali ke jawa barat” ucap Afiz
“iya nggak papa kok fiz.. kakak faham kok..oh iya, Terus gimana dengan kondisi mama kamu sekarang?” tanya Ririn
“alhamdulillah,, mama sekarang sudah lebih baik dari pada yang kemaren kak” ucap Afiz tersenyum manis
“alhamdulillah kalau begitu. Eh iya,,kamu kan nggak hadir nih di acara nikahannya kakak,,gimana kalau sekarang ikut kakak aja. Kamu tidur di rumah kakak. Mau kan?” ucap Ririn penuh harap
“kita besok juga mau melakukan perjalanan ke Bali..kamu ikut ya fiz” ucap Ririn
“ehem..assalamualaikum. ada apa nih kok ngobrol nggak ada yang ngajak saya” ucap Gus Sofyan yang tetiba muncul di belakang Ririn
“eh ustadz. Ini loh,,Ririn ajak Afiz nginap di rumah kita..boleh kan?” ucap Ririn menata sang suami
“padahal kan saya mau pacaran sama Erina..bocil satu ini ganggu aja sih. Nggak jadi kan akhirnya ” umpat Gus Sofyan dalam hati
“kalau saya sih,,terserah kamu saja. Kalau itu yang kamu mau,,ya sudah ajak saja. Tapi Afiznya mau atau tidak?” ucap Gus Sofyan beralih menatap Afiz
“ya udah kalau gitu Afiz mau..hitung hitung bayar hutang hehe” ucap Afiz senyum kuda
“hufh..pakai mau segala sih ni Afiz..gagal total deh rencana saya” ucap Gus Sofyan dalam hati
Mereka pulang kembali untuk beristirahat dan menyambut esok hari untuk perjalanan yang cukup jauh
__ADS_1