
Hari berganti hari..waktu berganti waktu..dan bulan telah berganti beberapa kali. pernikahan Ririn dan Gus Sofyan telah berlangsung selama lima bulan. Lima bulan terakhir mereka menikmati hidup bersama dengan suka dan duka. begitu pula dengan Aisyah dan Rehan yang selalu bersama apapun keadaannya
"sayang..sini deh" teriak Gus Sofyan dari dapur
"kenapa?" ucap Ririn menuruni tangga
"coba masakannya nih..saya puasa, jadi kamu saja yang komentar" ucap Gus Sofyan memberikan sendok yang berisi ayam kepada Ririn
Gus Sofyan rutin puasa Senin Kamis. biasanya ia selalu ditemani oleh sang istri. namun Minggu ini, Ririn merasa seperti tak enak badan. jadi ia tak menemani suaminya puasa rutin
"hm enak kok..tapi kurang garamnya deh ustadz" ucap Ririn
"katanya enak..tapi kok kurang garam" ucap Gus Sofyan menambahkan garam di masakannya
tak lama kemudian,,terdengar suara bel rumah yang berbunyi.
"Ririn aja yang buka" ucap Ririn kemudian berjalan menuju pintu
di rumah Ririn dan Gus Sofyan memang tak ada ART. bukan karena tak mampu, tapi Ririn merasa bahwa ia masih bisa mengurus rumahnya berdua dengan suami tanpa adanya ART di rumah tersebut
"assalamualaikum" ucap Aisyah yang langsung memeluk Ririn
"waalaikumsalam..wah kedatangan tamu pagi pagi nih..mari masuk" ucap Ririn kemudian masuk ke dalam rumah dan diikuti oleh Rehan dan Aisyah
"Gus Sofyan mana Rin?" tanya Rehan
"oh masih masak di dapur..tunggu sebentar ya, biar aku panggilkan" ucap Ririn pergi memanggil Gus Sofyan yang berada di dapur
tak perlu waktu lama,,Gus Sofyan datang dengan minuman yang ada di tangannya.
"assalamualaikum..apa kabar nih..ini silahkan diminum" ucap Gus Sofyan meletakkan dua gelas di atas meja
"ada kabar apa nih? nggak mungkin dong kalian sepagi ini datang hanya untuk mengobrol santai" ucap Gus Sofyan
"tadi ayah telfon dan bilang sama Aisyah..ayah suruh Aisyah untuk menjemput Gus Sofyan dan Ririn menuju rumah utama" ucap Aisyah
"oh begitu. memangnya ada apa?" ucap Gus Sofyan
"karena saya dan Aisyah tidak tau,,makanya saya kemari untuk menjemput Gus Sofyan dan Ririn supaya pergi bersama mencari jawabannya" ucap Rehan
"ya sudah kita pergi..tapi kita makan dulu sekarang.. ustadz Sofyan sudah masak nih..mari sini sini" panggil Ririn
setelah mereka makan,,mereka segera menuju rumah utama, dimana Reno dan Rere tinggal. saat mereka sampai di rumah megah itu, sudah banyak yang berkumpul di ruang keluarga
"assalamualaikum..waahh ramai sekali" ucap Ririn girang
"waalaikumsalam. nah sini sini duduk" ucap Reno menepuk sofa kosong di sebelahnya
"ada apa yah? kenapa ayah manggil kita semua?" ucap Aisyah
"iya tuh..biasanya juga kalau ada hal penting bisa di bicarakan di telfon kan. kenapa harus kumpul segala yah? bosen nih Vreya lihat wajah bang vino" ucap Vreya
__ADS_1
"ini masalah yang lebih penting dari pada yang penting" ucap Reno
"masalah apa sih Ren?" ucap Angga
"kita tung-" ucap Reno terputus
"Sorry, I am late (maaf, saya terlambat)" ucap seseorang yang baru datang
"nggak papa kok dokter Johan..sini sini silahkan duduk" ucap Reno
"loh..kok ada dokter ganteng?" ucap Vreya
"ya Allah Vre..di sini ada tunangan kamu loh" ucap Vania
"ih nggak papa juga kali ma. lagian kan masih tunangan,,bukan suami..jadi masih boleh lah lirik lirik cowok ganteng hehe" ucap Vreya melirik Firman sekilas
"jadi,,apa yang mau di bicarakan ayah,,sampai sampai ada dokter Johan segala" ucap Lia
"karena kalian semua sudah penasaran,,jadi ayah akan kasih tau sekarang" ucap Reno
"ya udah ih cepet yah..kepo nih" ucap Vreya
"sabar curut!" ucap Lia
"Rere akan segera menikah dengan dokter Johan" ucap Reno yang mampu membuat semua orang terkejut
"hah? yang bener?" ucap semua kompak
"Rere beneran mau nikah sama dokter Johan?" ucap Ririn
"kok Abang nggak tau?" ucap vino
"kok kak Vreya nggak di kasih tau Re?" ucap Vreya
"kak Lia juga nggak dapat kabar. jahat ih" ucap Lia protes
"kalian saling sayang? saling cinta? jangan anggap pernikahan hal yang main main loh Re..kak Aisyah kaget loh" ucap Aisyah
"hahahaha" tawa Rere pecah
"kalian semua lucu deh..tanya tuh satu satuu..jangan kayak pasir di pesisir pantai..banyak banget haha" ucapnya
"ya sudah kalau gitu, jawab satu satu pertanyaan dari kami" ucap Gus Sofyan
"Rere sudah di lamar sama dokter Johan. tapi Rere nggak mau tunangan,,maunya langsung nikah aja..biar nggak terlalu banyak buat uang..mending buat shoping kan" ucap Rere
"kapan dokter Johan ngelamar kamu?" ucap Vino
"dua bulan yang lalu" ucap Rere santai
"bener dok?" ucap Deni
__ADS_1
dokter Johan mengangguk "saya mau jujur sesuatu. sebenarnya saya suka sama Erina" ucapnya
"lah terus kok nikahnya sama Rere?" ucap Lia
"iya. saya suka sama Erina..tapi itu dulu dan tidak sekarang karena dia telah mempunyai suami" ucap dokter Johan tersenyum
"Rere tau tentang ini?" tanya vino menatap Rere yang berada di sampingnya
"iya Rere tau. dokter Johan sudah ngomong waktu melamar Rere" ucap Rere mengangguk
"apa dokter Johan benar benar cinta sama Rere?" tanya Rehan
"insyaallah. jika Reina takdir saya, saya akan mencintainya seperti rasulallah mencintai Siti Khadijah" ucap dokter Johan
"dokter.." ucap Lia terhenti
"seperti yang kalian dengar..dokter Johan sudah masuk Islam supaya bisa menikahi Rere" ucap Reno tersenyum
"apa kalian setuju jika Rere menikah dalam waktu dekat ini?" sambung Reno
"kami sih setuju" ucap Angga dan Vania bersama
"hm kami juga setuju" ucap Deni dan Syakira bersama
"kalian gimana?" ucap Reno menatap anaknya satu persatu
"mungkin om nggak minta pendapat Firman,,tapi Firman setuju kok, atas pernikahan ini" ucap Firman senyum kuda
"ih PD banget sih" ucap Vreya yang hanya mendapat senyuman manis dari Firman
"Vreya sih setuju yah..asalkan dokter Johan nggak buat Rere nangis aja" ucap Vreya santai memakan kuacinya
"saya akan berusaha membuat dia bahagia selalu" ucap dokter Johan
"Lia Setuju setuju aja kok yah" ucap Lia mengangguk kecil
"vino setuju asal Rere bahagia" ucap vino mencium kening Rere sekilas
"makasih bang" ucap Rere yang hanya mendapat anggukan dari Vino
"Ririn dan Sofyan?" ucap vino menoleh menatap Ririn dan suaminya
"kalau kalian setuju, kenapa kita tidak?" ucap Ririn tersenyum manis
"Alhamdulillah.. Aisyah dan Rehan bagaimana?" ucap Reno beralih menatap Aisyah dan Firman
"Rehan setuju kok yah" ucap Rehan kemudian menoleh kepada sang istri
"Aisyah mau tanya sesuatu sebelum menyetujui pernikahan Rere" ucap Aisyah
"apa sayang? tanyakan saja" ucap Reno
__ADS_1
"dokter Johan bilang, pernah menyukai ririn. apa dokter Johan ingin menikahi Rere karena wajahnya sama dengan Ririn?" ucap Aisyah kemudian semua mata beralih menunggu jawaban dari dokter Johan