Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 55


__ADS_3

"k-kakak?" ucap Gus Sofyan


Reno dan Rere menahan tawa mereka supaya tak pecah. namun Vreya dan Lia tak bisa menahannya lagi


"hahaha jadi selama ini Gus Sofyan salah faham haha" ucap Vreya


"haha lucu sekali haha nggak nyangka ternyata orang pendiam bisa cemburu juga hahaha" ucap Lia


"aish..sudah lah kalian ini kenapa ketawa sih..kasian kan Sofyan malah tersipu karena kalian ketawain..sudah sudah" ucap vino


"ehehe iya bang maaf. eh Abah,,ummah,,ayah,,kami permisi dulu ya. sepertinya yang ada di sini hanya keluarga Ririn Saja. kami tak harus ada di sini kan jadi kami pamit. assalamualaikum" ucap Lia


"lah kan kamu anak ayah Reno juga..tapi kalau kamu mau istirahat sih nggak papa ya sudah waalaikumsalam hati hati ya nak" ucap Reno


"oke yah" ucap Lia dan Vreya bersamaan kemudian mereka bertiga keluar dari rumah kyai Hamdan


"sudah bang..Abang diam saja tak perlu bicara" ucap Ririn yang masih kesal


"aaw aaww..pelan pelan Rin..kamu kalau nggak ikhlas ngobatin Abang jangan ngobatin lah..biar Rere aja yang ngobatin Abang" ucap Vino kesakitan


"ish Abang sih juga bicara doang. nggak liat Ririn nih yang lagi ngobatin luka Abang malah seenaknya aja ngomong" ucap Ririn


Vino tersenyum miris menahan rasa sakit dari luka dan memar memar yang ada di wajah tampannya itu.


Gus Sofyan yang merasa bersalah sekaligus malu hanya menundukkan kepalanya dan tak berani melihat ke arah semua orang yang ada di ruang tamu itu.


"sudah nak..om tau kalau kamu merasa bersalah atas kejadian ini. kamu nggak perlu seperti ini. mereka hanyalah adik kakak dan tak ada hukumnya jika mereka tak boleh bersentuhan" ucap Reno dengan menepuk pundak Gus Sofyan


"nak Reno..Abah minta maaf ya atas kelakuan Sofyan yang kelewat batas. untuk vino juga Abah minta maaf ya nak. nanti kamu bisa Abah antarkan ke rumah sakit supaya lukamu itu lekas sembuh" ucap kyai Hamdan


"nggak usah seperti itu lah bah. saya faham ini hanyalah ketidak sengajaan dan kita tak perlu memperpanjang lagi masalahnya. vino juga tak sesakit itu sepertinya" ucap Reno

__ADS_1


"iya juga sih bah..vino nggak sesakit itu kok' ucap Vino


"dah siap. Ririn sudah ngobatin Abang. sekarang Ririn mau ke asrama dulu,,mau mandi" ucap Ririn kepada abangnya dengan nada yang masih kesal


"lah kok buru buru. Abang, ayah dan Rere juga baru sampai..kenapa langsung di tinggal?" tanya Vino


"nggak papa Ririn males aja liat muka Abang. bete" ucap Ririn


"Ririn pergi dulu ya bah..ummah.. assalamualaikum" ucap Ririn kemudian keluar rumah dengan wajah kesalnya


"apa yang kamu tunggu?" ucap Reno kepada Gus Sofyan


"hm maksudnya?" tanya Gus Sofyan tak mengerti


"om faham kamu suka sama Ririn. kejar dia dan minta maaf sekarang. om tau dia sangat sakit hati dan kecewa karena kamu telah melukai abangnya" ucap Reno


Gus Sofyan menoleh ke arah keluarganya dan mendapat anggukan kecil dari kyai Hamdan


"gimana caranya ayah tau kalau kak Sofyan suka sama kakak?" ucap Rere tak mengerti


"karena Abah Hamdan sudah ngasih tau ayah tadi malam. iya kan?" ucap vino


Reno terkekeh kecil "karena dengan perlakuan Sofyan kepada Abang kamu tadi,,sudah bisa menunjukkan bahwa Sofyan sayang sama kakak kamu" ucap Reno mengusap ujung kepala Rere


"oh begituuu" ucap Rere tersenyum


"sekali lagi saya minta maaf karena perilaku Sofyan yang sangat kekanak Kanakan tadi" ucap kyai Hamdan


"tak masalah bah..saya mengerti kok namanya juga anak muda kan wajar wajar saja" ucap Reno


*******

__ADS_1


"Erina!" panggil Gus Sofyan


"Erina tunggu..saya mau bicara sama kamu" sambungnya


"Erina berhenti!" ucap Gus Sofyan kemudian Ririn menghentikan langkahnya


"saya mau bicara sama kamu" ucap Gus Sofyan


Ririn melirik jam tangannya "5 menit" ucap Ririn singkat


Gus Sofyan menarik nafasnya panjang "saya minta maaf karena kejadian tadi" ucap Gus Sofyan


"terus?" ucap Ririn ketus


"ya tidak ada terus terus..saya minta maaf aja karena tingkah saya yang tidak sopan tadi melukai hati kamu" ucap Gus Sofyan merasa bersalah


"baguslah kalau sadar. waktunya sudah habis. saya permisi assalamualaikum" ucap Ririn kemudian berjalan meninggalkan Gus Sofyan


"Erina, tunggu" ucap Gus Sofyan


Ririn menghentikan langkahnya "ada apa lagi ustadz? kan tadi sudah di jelaskan dan waktunya sudah habis. saya harus segera pergi" ucap Ririn berbalik melihat Gus Sofyan yang berada sedikit jauh di belakangnya


"saya mendengar iklan yang di bintangi oleh orang Korea di televisi" ucap Gus Sofyan


"ah nggak penting" Ririn memutar bola matanya jengah dan berbalik hendak melanjutkan langkahnya untuk pergi ke kamar asrama


"dan yang saya ingat hanya saranghae" ucap Gus Sofyan


sontak Ririn menghentikan langkahnya ketika mendengar Gus Sofyan mengatakan kalimat tersebut. Ririn tersenyum dan tak percaya bahwa ustadz idamannya itu mengucapkan satu kata dalam bahasa Korea yang sangat membuat Ririn bahagia. namun karena dia tak ingin Gus Sofyan melihat bahwa dia tersenyum,,jadi Ririn melanjutkan langkahnya menuju kamar asrama.


NOTE

__ADS_1


Saranghae (aku mencintaimu)


__ADS_2