
"belalti Aya nidam cucu ya mi?" tanyanya mendongak kembali menatap mommy nya
"duh salah mengartikan deh ni. bantuin Ririn bi" lirih Ririn dalam hati
Gus Sofyan tertawa mendengarnya "eemm, kenapa Aera pengen tau arti ngidam?" tanya Gus Sofyan
"talena Aya nidam tau (karena Aera ngidam tau)" ucapnya menatap abinya itu
Gus Sofyan terkekeh dan mengelus Surai lembut putrinya itu "ngidam itu keinginan sayang. tapi, keinginan untuk orang yang sedang hamil" jelas Gus Sofyan
"hamil tu apa bi?" tanya Aera lagi
"hamil itu, kayak mommy. di dalam perutnya ada adek bayi" jelas Gus Sofyan lagi
Aera mencerna ucapan abinya "di pelut Aya ada juda?" tanyanya menatap perutnya yang buncit
Ririn tertawa "nggak ada sayang" ucapnya mencium pipi Aera gemas
"to da ada? (kok gak ada?)" tanyanya mendongak menatap Ririn
"karena yang bisa hamil itu hanya orang dewasa sayang. hanya orang besar aja. kalau Aera kan masih kecil, jadi gak bisa" jelas Ririn
Aera mengangguk paham "dinana calanya bial bisa hamil?" tanyanya lagi
"duh mampus nih, harus jawab apa nih kalau pertanyaannya kayak begini" ucap Ririn frustasi dalam hati
Gus Sofyan terkekeh pelan "eemm, Aera mau susunya coklat, vanila, atau strawberry sayang?" tanya Gus Sofyan mengalihkan pembicaraan
"stlobeli" ucapnya antusias
"hufh selamat" ucap Ririn dalam hati
__ADS_1
Gus Sofyan terkekeh "ya udah kalau gitu, Aera bobo dulu ya..nanti kalau sudah sampe di rumah nenek, Abi bangunin. oke?" ucap abinya
"otee!" ucapnya antusias kemudian bersender di pelukan mommy nya
tak butuh waktu lama, Aera pun tertidur di pelukan sang ibu. ibunya pun ikut tertidur bersandar di jendela mobil
*******
"sayang.." panggil Gus Sofyan membangunkan istrinya
ia mencium kening istrinya dan mencium pipi anaknya "eunghh" lenguh Ririn terbangun dari tidurnya karena merasa ada sesuatu yang menyentuhnya
"udah sampe nih, turun yuk" ucap Gus Sofyan mengambil alih gendongan Aera di pelukan Ririn
"uuhh cantiknya putri abii" gemasnya dengan pelan menggendong dan membawanya ke dalam rumah
"kok Abi belanja gak bangunin Ririn?" tanya Ririn menatap Gus Sofyan yang berjalan di sampingnya
"Abi liat kamu kayak lelah banget, jadi Abi gak tega banguninnya" ucapnya tersenyum manis
"gapapa sayang. demi kamu sama Aera, apa sih yang nggak" ucapnya lembut
"susunya Aera dapet?" tanya Ririn membuka dan melihat lihat kantong kresek di tangannya
"iya dapet kok. dilihatnya nanti pas di dalam aja ya, anaknya juga masih tidur nih kasian takut terganggu" ucap Gus Sofyan lembut dengan mengelus kepala Ririn
saat sampai di depan rumah, mereka melihat pintu rumah yang tak terkunci. sepertinya sedang ada tamu, pikir mereka
"assalamualaikum" lirih keduanya bersamaan
"waalaikumsalam" jawab kompak semua yang berada di dalam rumah
__ADS_1
benar saja dugaan mereka. memang ada tamu
"nah ini orangnya. KAMU SETELAH BIKIN ANAK SAYA HAMIL, BERANI BERANINYA MENGHILANG DAN MENIKAH DENGAN WANITA LAIN!!" teriak seorang wanita paruh baya dengan menunjuk Gus Sofyan yang baru saja masuk ke dalam rumah bersama istri dan anaknya
DEGG!
Ririn masih terkejut dan tak bisa berkata apa apa. ia masih mencerna dengan baik, apa yang dikatakan wanita paruh baya di depannya itu. bahkan untuk membatin pun, ia rasanya masih susah.
Aera bergerak karena kaget. "sustt,,sustt,sustt" lirih Gus Sofyan mengelus dan sedikit menepuk nepuk punggung putrinya supaya bisa tertidur lagi
setelah dirasa putrinya kembali tidur pulas, Gus Sofyan menatap dengan tak ramah ke arah wanita yang sudah berteriak tadi "Wanita yang sudah berumur seperti anda, seharusnya tau situasi ketika ingin berteriak. saya kembali lagi setelah saya menidurkan putri saya di kamar" ucap Gus Sofyan dingin dan menarik tangan Ririn ke kamarnya
-Di kamar
Gus Sofyan meletakkan Aera di kasur empuknya dan mencium keningnya dengan penuh kasih sayang "maafin Abi ya sayang, bikin kamu kaget tadi" ucapnya lembut dan berdiri tegak menghadap Ririn
Gus Sofyan bergerak untuk memeluk istrinya. Ririn menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya "maaf ya, abi akan lurusin semua kembali. semua akan baik baik saja. kamu percaya Abi kan?" tanyanya lembut
Ririn melepaskan pelukannya dan tersenyum simpul sembari mengangguk "iya bi, Ririn percaya kok" ucapnya
Gus Sofyan menunduk dan mulai berbicara dengan perut rata Ririn "maafin Abi ya dek, pasti kamu kaget juga tadi. sama kayak kak Ra kan? adek jagain mommy ya..love sayang" ucapnya mencium perut Ririn dan berdiri kembali, untuk mencium pipi mommy nya
"kamu tunggu di sini aja ya" ucap Gus Sofyan
Ririn menggeleng "Ririn mau ikut bi" ucapnya
Gus Sofyan tersenyum "di sini aja sayang. kasian Aera kan sendirian" ucapnya
Ririn tak menggubris perkataan suaminya. ia beralih untuk mencari dot Aera di tasnya. ia tak lupa untuk mengeluarkan semua mari susu yang biasanya Aera makan buat cemilannya.
Ririn meletakkan semuanya di samping guling yang membatasi Aera. ia tersenyum tenang "sudah selesai. kalau ada itu, Aera gak bakalan nangis kok" ucapnya tersenyum manis ke arah suaminya dan mereka pun keluar bersamaan
__ADS_1
-Tiga part malam ini yang berhasil revisi. dua part nya lagi, mungkin berhasil saat dini hari atau bahkan besok..jangan jenuh dan jangan cape nunggu kelanjutannya ya, dari sini bakalan ada konflik yang makin seru loh! kira kira novel ini happy end atau sad end yaa?? pantau terus yok!!
Miss you and happy new year guys!! muach muach muach ihiii😁😘😘