
Dokter Johan yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya menghela nafasnya panjang "dulu saya memang pernah menyukai Erina, bahkan hampir tak bisa melupakannya. tapi setelah saya bertemu dan mengenal adiknya lebih dekat, saya menemukan sesuatu yang berbeda di dalam Reina" ucap dokter Johan menjelaskan
"bukan karena wajah yang sama,,tapi saya benar benar mencintai anak bungsu tuan Fahriza karena perbedaannya dengan Erina" sambung dokter Johan tersenyum menatap Rere
"saya sudah melalui waktu hampir setengah tahun untuk melupakan Erina..dan saya berhasil melupakan Erina karena kehadiran saudari kembarnya ini" ucap dokter Johan
"ya sudah yah, Aisyah setuju jika mereka di nikahkan" ucap Aisyah
"Alhamdulillah..ayah sudah menentukan tanggal baik untuk pernikahan mereka. satu bulan kedepan acara akad nikah yang akan di laksanakan di gedung pilihan ayah" ucap Reno antusias
"sudah lama rasanya Ririn nggak melihat ayah sebahagia ini setelah bunda meninggal" ucap Ririn dalam hati sembari tersenyum menatap ayah di sampingnya
"bunda di sana juga bahagia melihat anak dan suaminya bahagia di sini, sayang..jangan sedih ya" bisik Gus Sofyan
Ririn tersenyum "iya ustadz" ucapnya lembut
"mau ngasih tau sekarang nggak?" ucap Gus Sofyan berbisik
"nggak papa?" ucap Ririn berbisik juga
"nggak papa dong" ucap Gus Sofyan mengelus kepala Ririn
"apa apaan nih..kenapa ada pemandangan yang buat Lia iri" sindir Lia
"kamu mah, semua dibuat iri Li" ucap Aisyah terkekeh
"setau Lia,,nggak baik loh mengumbar kemesraan di depan jomblo" ucap Lia
"hahahaha dasar kamu" tawa semua orang
"perhatian semua,,Ririn mau kasih tau sesuatu" ucap Ririn berdiri dari duduknya
"apa Rin? kenapa?" ucap Vino
"iya nak..kenapa?" ucap Syakira
Ririn tersenyum manis menatap mereka satu persatu "inii" girangnya mengeluarkan sebuah alat dari tasnya
"apa itu?" ucap Firman
FLASHBACK ON
"ustadz,,ada mbak Aisyah dan Rehan tuh di depan..ayo ke depan bareng bareng" ucap Ririn
"iya sayang,, sebentar lagi ya..ini tinggal sedikit" ucap Gus Sofyan yang masih memasak
huuwekk..
huwekk..
Ririn berlari menuju kamar mandi di kamarnya. Gus Sofyan yang melihat istrinya seperti itu, segera mematikan kompor dan menyusul Ririn khawatir
__ADS_1
"sayang..kamu nggak papa?" ucap Gus Sofyan di depan kamar mandi
"sayang" panggil Gus Sofyan mengetuk pintu kamar mandi
"Erina,,saya masuk ya" ucap Gus Sofyan kemudian masuk ke kamar mandi
terlihat Ririn yang menangis di depan wastafel kamar mandi, membuat Gus Sofyan semakin khawatir terhadap kondisinya
"hei,,kamu kenapa? ada yang sakit? kita ke dokter sekarang ya sayang" ucap Gus Sofyan yang hanya mendapat gelengan kecil dari Ririn
"kenapa, hmm? sini cerita" ucap Gus Sofyan memeluk Ririn
"Ririn.." ucap Ririn memberikan tespek kepada Gus Sofyan
Gus Sofyan tak mengerti dengan benda di tangannya "heem? kenapa sayang?" ucap Gus Sofyan terus memeluk Ririn
"hamil" gumam Ririn kecil hampir tak terdengar, namun masih tertangkap oleh telinga Gus Sofyan
"apa? kamu serius?" ucap Gus Sofyan melepas pelukannya dan menatap istrinya lekat
Ririn hanya mengangguk dan tersenyum "Alhamdulillah" ucap Gus Sofyan yang terus menghujani ciuman bahagia di kening dan pipi Ririn kemudian memeluknya kembali
"nanti kita kasih tau keluarga yang lain ya..sekarang kita turun, ada Aisyah dan Rehan kan di bawah" ucap Gus Sofyan
"astaghfirullah..Ririn lupa..iya ustadz, ayo ayo" ucap Ririn menarik tangan Gus Sofyan untuk turun ke ruang tamu
FLASHBACK OFF
"Alhamdulillah,,selamat ya sayang" ucap Syakira berdiri mencium pipi kanan Ririn
"makasih mom" ucap Ririn tersenyum lebar
"selamat ya sayang..di jaga baik baik loh" ucap Vania memeluk Ririn
"iya ma..pastinya" ucap Ririn terkekeh
"Alhamdulillah Rin..selamat ya" ucap Aisyah memeluk Ririn
"makasih,,cepat nyusul ya mbak" ucap Ririn
semua orang memberikan selamat kepada Ririn dan memeluknya bergantian. namun tidak dengan Vreya dan Lia, mereka masih tak mengerti dengan keadaan yang terjadi
"kenapa nih pada berpelukan seperti Teletubbies?" ucap Vreya bingung
"tau tuh..persis Lala Po" ucap Lia kesal
"karena sebentar lagi kamu akan punya ponakan Vre, Li" ucap Aisyah
Vreya dan Lia yang masih tak mengerti inti pembicaraan,,hanya termenung dan berusaha meresapi ucapan Aisyah
karena sudah putus asa dengan otaknya,,akhirnya Vreya mengambil handphone nya untuk mencari arti garis dua di google
__ADS_1
"what!! beneran nih?" ucap Vreya antusias
"kenapa? kenapa? kasih tau woy" ucap Lia bingung
Vreya memberikan handphone nya supaya Lia dapat membaca arti garis dua dari google.
"ma-maksudnya Ririn hamil gitu?" ucap Lia yang hanya diangguki oleh Ririn
"aaaahhh terhuraaa..party kuyy" ucap Lia memeluk Ririn
"selamat ya Rin..semoga debay nya cantik kayak Lia" ucapnya mengelus perut Ririn yang masih rata
berbeda dengan Lia yang langsung memeluk Ririn,,Vreya malah berjalan menuju tempat duduk Gus Sofyan
"good job Gus" ucap Vreya mengacungkan dia jempolnya
"hahahaha dasar kamu tu ya Vre..ada ada aja" ucap Syakira tertawa
mereka semua tertawa lepas karena tingkah Vreya.
"nggak mau tau ya Rin..nanti kalau kamu lahiran,,anak kamu harus jadi menantu aku..harus!" ucap Vreya memeluk Ririn dan mengelus perut Ririn yang masih rata
"selamat ya, Erina" ucap dokter Johan
"iya dokter terima kasih. semoga Rere nanti juga dapat menyusul ya, kalau sudah nikah" ucap Ririn
"ya pasti dong Rin..kan menurut dokter Johan, nggak dapet kakaknya, adiknya pun jadi hahaha..nanti pasti kembar juga..ya kan dokter hahaha" ucap Lia
"hahahaha" semua orang tertawa dengan omongan Lia
"Alhamdulillah..sebentar lagi ayah punya cucu..selamat ya nak" ucap Reno memberi ciuman sayang di kening Ririn
"iya ayah.. terima kasih" ucap Ririn memeluk ayahnya
"karena ini cucu pertama ayah,,ayah akan mengadakan party besar untuk merayakannya" ucap Reno
"jangan yah..nanti saat empat bulan saja baru kita party besar besaran..jangan sekarang, di hemat uangnya, kata mbak Aisyah" ucap Ririn tersenyum melirik Aisyah sekilas
"kamu bisa aja" ucap Aisyah terkekeh
"oh ya, apa keluarga kamu sudah dapat kabar ini Yan?" ucap Deni
"belum om. rencananya siang ini Sofyan mau memastikan dulu ke dokter, setelah itu baru pulang ke rumah Abah dan ummah" ucap Gus Sofyan menjelaskan
"ya sudah kalau begitu kalian istirahatlah dulu ya..jangan capek capek untuk Ririn..dan untuk Sofyan, jangan di abaikan istrinya" ucap Syakira
"iya Tante" ucap Gus Sofyan tersenyum lebar
___________________________
-maaf lahir dan batin ya, para readers 🙏🏻😚
__ADS_1