Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 99


__ADS_3

melihat Afiz yang menampilkan wajah sedihnya, Ririn tersenyum dan mengusap kepala Afiz perlahan


"kita tetap liburan kok.. sebentar lagi Jet nya sampai di depan sana" ucap Ririn menunjuk lapangan pesawat


"jet siapa?" ucap Afiz yang masih terlihat sedih


"punya keluarga Fahriza. tadi kakak sudah izin ke ayah" ucap Ririn tersenyum manis


"Jet pribadi kak? kita naik Jet pribadi?" ucap Afiz tak percaya bahwa keluarga Ririn memiliki Jet pribadi


Ririn hanya mengangguk pelan. beberapa menit mereka menunggu, akhirnya Jet tersebut sampai juga di lapangan take off


"ayo kita berangkat. jet nya sudah sampai" ucap Ririn


kemudian mereka berangkat liburan ke Bali dengan menggunakan jet pribadi itu. Afiz masih tak percaya dan sangat bahagia karena dia berada di alat transportasi yang indah ini. walaupun sering keluar negeri dengan pesawat, namun belum pernah rasanya Afiz duduk di kursi yang sekarang ia duduki


tak lama kemudian,, mereka sampai di Bali dengan di sambut oleh beberapa bodyguard Reno. seperti biasa,, Reno menyiapkan bodyguard untuk mengawal Ririn menuju hotel supaya dapat sampai dengan selamat


"ih ayah,,padahal kan Ririn udah gede..udah ada ustadz juga di sini..tapi tetap aja di atur bodyguard segala" ucap Ririn dalam hati


"nggak papa sayang.. bersyukur" ucap Gus Sofyan yang mendengar batinan Ririn


"eh iya Ririn lupa heheh.. Alhamdulillah" ucap Ririn kemudian


mereka telah sampai di hotel Reno. di sana ada beberapa pelayan hotel untuk menuntun Ririn sampai ruangan Reno berada


"mari nona, saya antar" ucap pelayan itu


tak butuh waktu lama,, Ririn langsung masuk menuju ruang Reno berada.


*******


"assalamualaikum" ucap Ririn masuk ke ruangan yang sangat megah

__ADS_1


"waalaikumsalam" ucap semua orang yang berada di ruangan tersebut


"gimana? perjalanan lancar?" ucap Deni


"lancar kok dad.. Alhamdulillah" ucap Ririn


"Alhamdulillah" ucap Reno


"ya sudah lebih baik kalian istirahatlah dulu..nanti malam kalian harus kumpul di sini lagi ya. jangan nakal dan alasan untuk tidak berkumpul loh" sambungnya menatap semua orang yang berada di situ


"baik yah" ucap semuanya kompak


mereka pun menuju kamar mereka masing masing untum beristirahat hingga nanti malam untuk menepati janji


*******


-dikamar Gus Sofyan


"assalamualaikum" ucap Ririn masuk


"sholat dulu yuk..setelah itu beres beres barangnya" ucap Gus Sofyan meletakkan koper di sebelah lemari


"ya udah kalau gitu Ririn duluan yang ngambil wudhu" ucap Ririn masuk ke kamar mandi


mereka sholat Dzuhur berjamaah di kamar hotel karena untuk menuju ke masjid,, jaraknya cukup jauh dengan hotel yang mereka tempati


setelah selesai sholat berjamaah, Gus Sofyan pergi ke restoran hotel untuk membeli makanan, karena selama di perjalanan mereka belum makan


"assalamualaikum" ucap Gus Sofyan yang telah kembali dari restoran


"assalamualaikum" ulangnya saat tak mendengar orang menjawab


Gus Sofyan masuk ke dalam kamarnya, namun tak menemukan Ririn di dalam tempat tidur mereka.

__ADS_1


"sayang,," panggilnya namun tetap tak ada jawaban


"sayang.." sambungnya terus mencari keberadaan sang istri


"Erina kemana ya, kok nggak ngasih tau kalau keluar kamar" gumamnya terus mencari


"sayang, ayo makan dulu..ini makanannya sudah siap" ucap Gus Sofyan terus mencari


"doorr!!" Ririn berhasil membuat Gus Sofyan


"astaghfirullah" ucap Gus Sofyan terkejut


"hahahaha" sambungnya dengan tertawa lepas


Gus Sofyan hanya menghela nafas karena tingkah istrinya itu


"kalau bukan istri, sudah saya usir kamu dari kamar ini" ucap Gus Sofyan dengan menyubit sedikit hidung Ririn


"hahahaha maaf maaf" ucap Ririn tetap tertawa


"sudah sudah..jangan dilanjutkan tertawanya..ayo makan dulu" ucap Gus Sofyan menyiapkan makanan mereka


"kenapa ustadz turun sendiri untuk beli? kan bisa minta antar saja" ucap Ririn menatap Gus Sofyan yang sedang mempersiapkan makanan mereka


"pegawai restoran itu kerja untuk mereka yang ingin makan. bukan untuk mereka yang tak mau mengambil makanannya sendiri" ucap Gus Sofyan memberikan makanan kepada Ririn


Gus Sofyan tersenyum melihat istrinya hanya mengangguk paham, kemudian ia mencium pipi Ririn sekilas


"ih ustadz kok nggak izin..main cium cium aja" protes Ririn menatap tajam Gus Sofyan


"memangnya saya harus izin, untuk mencium istri saya sendiri?" ucap Gus Sofyan yang hanya mendapat tatapan tajam dari Ririn


Gus Sofyan terkekeh melihat ekspresi kesal istrinya "ya udah ayo makan..keburu dingin makanannya nanti nggak enak" ucapnya dengan mengelus kepala Ririn

__ADS_1


mereka makan bersama dengan nikmat. tak ada yang berbicara saat mereka makan. hanya terdengar suara sendok dan piring yang beradu.


setelah mereka selesai makan, mereka beristirahat untuk melepaskan rasa lelahnya hari ini


__ADS_2