Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 69


__ADS_3

ternyata mereka bertiga mengikuti Gus Sofyan dan Ririn yang sedang ingin berbicara di taman dekat pesantren. dan mereka terkejut karena mendengar pembicaraan Gus Sofyan dan Ririn yang sedang membasah istri idaman ustadz Sofyan


"kalian dari tadi nguping ya" ucap Ririn


"jawab aku. kalian mau menikah?" ucap Adel


"Omo Omo ada apa ini" ucap Vreya datang menghampiri Ririn bersama Aisyah dan Lia


"oh jadi ceritanya,,kalian sudah tau tentang kabar ini ya" ucap Lia


"huhu kasian" ucap Vreya mengejek dengan ekspresi pura-pura menangis


"diam kalian" ucap Mita


"dih sewot banget sih" ucap Lia memutar bola matanya jengah


"jadi memang benar kalian mau menikah?" ucap Fitria


"ya iya lah..masak iya hanya lelucon sih. kan Ririn cantik dan pintar. nggak seperti kalian haha" ucap Vreya


"kenapa Gus Sofyan memilih dia? padahal jelas jelas saya sudah menyukai Gus Sofyan sedari dulu dan Gus Sofyan tau itu. kenapa malah menyukai gadis yang baru masuk pesantren ini sih" ucap Adel marah


"dih sensi banget sih anda haha. lagian nih ya,,apa sih gunanya berhalu sampai bertahun tahun jika endingnya nggak dapat..lebih baik kayak Ririn nggak sih,,yang jelas jelas bisa langsung memikat ustadz idaman di pesantren ini" ucap Vreya


"diam kamu! saya bertanya kepada Gus Sofyan" ucap Adel dengan nada tinggi


"apaan sih nggak jelas" ucap Lia yang semakin membuat suasana menjadi lebih panas


"dasar kamu ya!" ucap Adel menarik hijab Ririn dengan kasar


terjadilah adegan tarik menarik di antara mereka. hanya Adel dan Ririn saja karena yang lainnya berusaha menyemangati di antara keduanya.


"ayo Rin tarik terus Rin tarik terus" ucap Vreya menyemangati Ririn


"Adel lanjut terus Del..tarik sampai lepas" ucap Fitria


"hayo Rin kamu pasti menang. lanjutkan" ucap Lia tak mau kalah


"terus Del kamu pasti bisa dapetin Gus Sofyan" ucap Mita


"CUKUP!" ucap Gus Sofyan dengan berteriak


"nggak malu kah kalian berlaku seperti itu? bagaimana kalau semua orang yang di dalam melihat ini?" ucap Gus Sofyan marah


"Erina,,kamu ini sudah dewasa dan tak perlu bertingkah seperti anak kecil gitu. kenapa harus bertengkar di tempat umum gini?" ucap Gus Sofyan memandang Ririn yang sedang menundukkan kepalanya


"dan kamu juga Adelia. saya hargai kamu jika kamu menyukai saya. tapi saya tak bisa menyukai kamu karena saya sudah memiliki calon istri saya. jika memang benar Erina lah yang akan menjadi istri saya kenapa? apakah itu salah?" ucap Gus Sofyan beralih menatap Adel yang sedang menangis


"kok hiks..Gus Sofyan tega hiks..sih sama hiks..Adel hiks" ucap Adel yang masih menangis


"maafin saya Del karena memang saya tak bisa menerima perasaan kamu. saya permisi" ucap Gus Sofyan masuk ke dalam pesantren yang di ikuti oleh Ririn

__ADS_1


"ustadz tunggu Ririn" ucap Ririn berjalan cepat


"kalian sana lah dulu aku mau ngomong berdua sama ustadz Sofyan" ucap Ririn kepada ketiga kawannya


"oke oke fighting" ucap Lia memberi semangat


"gimana kalau kita kembali lagi ke tempat Adel dan yang lainnya?" ucap Vreya


"udah ah capek aku nggak mau ada pertengkaran lagi' ucap Aisyah


"udah lah mbak..sebentar aja..hayuk" ucap Vreya menarik tangan Aisyah


setelah mereka sampai di tempat Adel and the geng,,Vreya terkekeh karena melihat tingkah Adel yang seperti anak kecil. ia duduk menangis di atas tanah yang kotor


"huhu kasian ya anak mama..mau apa tayang mau apa hahaha" ucap Vreya mengejek seperti berbicara kepada seorang anak kecil


"hahaha lucu banget haha" ucap Lia


"ya dong Vreya gitu loh haha" ucap Vreya tertawa


"puas kalian?!" ucap Adel berdiri


"iya pasti dong haha" ucap Lia


"sini kamu!" ucap Adel hendak menarik hijab Vreya namun Vreya dengan cepat menghindar


"tidak kenaaaa" ucap Vreya tertawa senang


"udah lah guys.. ayo kita masuk ke dalam..makan makan lebih nikmat dari pada menangis gini huhu' ucap Lia dengan nada mengejek kemudian mereka masuk ke dalam pesantren meninggalkan Adel and the geng


*******


"ustadz" ucap Ririn duduk di samping Gus Sofyan


"ustadz marah ya sama Ririn?" ucap Ririn


"tidak. saya hanya tak suka kalau kamu melakukan itu. berjanjilah bahwa kamu tak akan melakukannya lagi" ucap Gus Sofyan


"iya ustadz maafin Ririn" ucap Ririn


"iya" ucap Gus Sofyan tersenyum


"kembali ke tempat Abah yok" ucap Ririn


"iya' ucap Gus Sofyan kemudian mereka berjalan menuju lapangan di mana tempat kyai Hamdan berada


"sudah bicaranya?" ucap Reno


"sudah ayah" ucap Ririn tersenyum


"kakak bicara apa sama kak Sofyan?" ucap Rere dengan penasaran

__ADS_1


Rere sudah kembali sejak sebulan yang lalu. dokter dari Jerman sudah menyatakan bahwa Rere sudah bisa beraktivitas dengan normal. dan akhirnya ia menghadiri acara perpisahan Ririn dengan keluarganya itu.


"kepo ih" ucap Ririn


"kamu bicara apa tadi sama Sofyan?" ucap Vino


'abang juga kepo" ucap Ririn


"jadi kapan Ririn mau berangkat ke Jerman?" ucap kyai Hamdan


"hah? Abah udah tau?" ucap Ririn heran


'iya tadi ayah yang cerita sama Abah" ucap Reno


'oh kalau tau gitu mah nggak akan Ririn ajak ustadz Sofyan ngobrol tadi" ucap Ririn


"jadi kamu ngobrol sama Sofyan hanya ingin membicarakan tentang kuliah kamu?" ucap Syakira


"iya lah mom. mau bicarain apa lagi?" ucap Ririn


"bener tuh mom apa yang Ririn bilang. dia tadi hanya membicarakan tentang kuliah. dan mommy tau nggak,,tadi ada salah satu gadis yang menangis karena tau kalau Ririn akan menikah sama ustadz Sofyan" ucap Vreya yang tiba tiba datang bersama Aisyah dan Lia


"oh ya? siapa?" ucap Syakira


"itu loh mom..itu itu" ucap Lia dengan menunjuk ke arah Adel,,Mita dan Fitria


"oh jadi itu..masih kalah cantik dong sama anak anak mommy" ucap Syakira


"iya dong" ucap Ririn,,Vreya,,dan Lia bersamaan


"kenapa Aisyah nggak ngomong iya juga?" ucap Vania


"ah nggak papa kok Tante" ucap Aisyah


'ih kok manggilnya Tante..panggil mama aja lah sama seperti mereka..kamu boleh anggap dan panggil kami seperti mereka memanggil kami semua. nggak perlu canggung nak" ucap Vania


"iya Tante.. eh maksud Aisyah mama" ucap Aisyah tersenyum


"nah gitu. jadi mari kita lanjutkan pembicaraannya" ucap Deni


"mungkin saya akan memberangkatkan Ririn besok bah" ucap Reno


"besok?" ucap semua orang termasuk Ririn


"iya. kenapa?" ucap Reno


"tidakkah itu terlalu cepat om?" ucap Gus Sofyan


"saya sudah memesan tiket satu Minggu yang lalu. jadi saya pikir tidak terlalu cepat Karena saya yakin Ririn juga sudah siap" ucap Reno


"kamu siap Rin?" ucap Muslim

__ADS_1


"siap nggak siap harus siap kan ustadz" ucap Ririn tersenyum


"mungkin ini terlalu cepat. tapi tak apa lah insyaallah Ririn bisa menanganinya. Ririn kan strong" ucapnya dalam hati


__ADS_2