Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 60


__ADS_3

Setelah mengikuti pelajaran hari ini,,mereka semua dapat beristirahat di dalam kamar asramanya masing masing.


Ririn mengajak Aisyah Lia dan Vreya pergi menemui Vino dan Rere di rumah kyai Hamdan


"guys..kerumah ustadz Sofyan yok" ucap Ririn


"hah? jangan mentang mentang calon mantu ya,,bisa seenaknya aja ajakin kita kita ke sana. bukannya apa apa ya Rin..situ mah enak ketemu pujaan hati,,apa lah daya kita hanya sebagai obat nyamuk" ucap Lia


"ya ampun kenapa kalian suudzon Mulu sih..nggak baik tauu" ucap Ririn


"maksud aku itu,,ikut aku ketemu Rere dan Abang. aku pengen ajak mereka jalan jalan sekitar pesantren" sambungnya


"oh gituu' ucap Lia


"yeeee suudzon aje sih idupnye" ucap Ririn


"ya maap..lagian pake nama Gus Sofyan. biasakan pakai nama pemilik rumah, kyai Hamdan!" ucap Vreya dengan menekan akhir kalimatnya


"kenapa kamu ajak kita?" ucap Aisyah


"he em lebih baik kita rebahan tidur guling guling kan di kamar dari pada panas panas ikut situ ke rumah Gus Sofyan" ucap Vreya


"ya udah ya udah ya udah kalian mau ikut atau nggak nih?" ucap Ririn


Aisyah Lia dan Vreya saling tatap "ya nggak lah hahaha" ucap mereka serempak kemudian pergi menuju kamar asramanya


'iish dasar kecebong" ucap Ririn kemudian berjalan menuju rumah kyai Hamdan


"assalamualaikum" ucapnya ketika telah sampai di depan rumah kyai Hamdan


"waalaikumsalam" ucap umi Hamidah yang membuka pintu rumah


"eh Ririn..mari masuk masuk. mau ketemu ayah kamu ya" ucap umi Hamidah


"iya ummah..ayah ada di dalam kan" ucap Ririn

__ADS_1


'iya iya ada kok sedang bicara dengan Abah di ruang keluarga" ucap umi Hamidah


mereka berjalan menuju ruang keluarga rumah tersebut. terlihat Reno, vino, dan Rere juga ada di tempat itu.


"wah wah kita liat nih siapa yang datang" ucap Ning Izah


semua orang di ruang keluarga itu menoleh ke arah belakang dan melihat kedatangan Ririn di rumah tersebut.


"kenapa?" ucap Reno menghampiri Ririn


"kenapa apa? nggak papa lah yah" ucap Ririn


"emangnya salah kalau kakak mau menemui keluarganya?" ucap Rere yang ikut menghampiri kakaknya itu


"sini sini duduk dulu nak" ucap kyai Hamdan


"iya bah" ucap Ririn kemudian duduk di samping abangnya


"kenapa kesini?" bisik Vino


"karena sudah lengkap ada Sofyan dan ada Ririn juga,,gimana kalau kita langsung bahas intinya saja" ucap kyai Hamdan


"intinya? apa nih?" ucap Ririn dalam hati


Gus Sofyan mempertanyakan pertanyaan yang ada di dalam benak Ririn "intinya apa nih bah?" ucap Gus Sofyan sesekali melirik Ririn


"hubungan kalian lah" ucap kyai Hamdan to the poin


"hu-hubungan?" ucap Ririn gugup


"Ririn mau minum apa?" ucap umi Hamidah


"nggak usah ummah..Ririn nggak haus kok" ucap Ririn


"Ririn pengen minum es teh ummah..tapi Ririn nggak papa kok kalau nggak minum" batinnya dengan ekspresi wajah sendunya

__ADS_1


Gus Sofyan menahan tawa "Yan pengen es teh ummah. boleh nggak kalau Sofyan yang minta?" ucap Gus Sofyan


"ah kamu mah ya udah ummah buatin dulu ya" ucap umi Hamidah kemudian pergi menuju dapur


"eh ummah.. dua ya" ucap Gus Sofyan mengangkat jarinya membentuk huruf V


"kok dua Yan?" ucap Ning Izah


"kan di sini yang nggak minum ada dua mbak.. Sofyan sama Erina..jadi untuk Sofyan satu dan untuk Erina satu" ucap Gus Sofyan


Ririn tersenyum manis "ya ampun jodoh ane pengertian banget,,peka kalau aku lagi pengen es teh" ucap Ririn dalam hati


"jadi gimana Rin?" ucap kyai Hamdan


"hah? ma-maksudnya gimana ya bah?" ucap Ririn


"maksud Abah itu,,kamu mau saya halalkan setelah lulus SMA?" ucap Gus Sofyan


"hah? lulus SMA?" ucap Ririn terkejut


"iya..mau atau nggak?" ucap Gus Sofyan


"minum minum" ucap umi Hamidah membawa dua gelas es teh dari dapur


Ririn meneguk es teh tersebut hingga tersisa setengah gelas. dia gugup dan tak tau harus menjawab apa tentang pertanyaannya Gus Sofyan


"menurut ayah gimana?" ucap Ririn menoleh meminta pendapat ayahnya


"ayah,,Abang,,dan Rere sudah memutuskan untuk menyerahkan semua jawaban ada di tangan kamu. jadi terserah kamu mau menikah usia berapa kami pasti dukung" ucap Reno yang di angguki oleh Rere dan Abangnya


terlihat raut wajah Ririn yang bimbang akan pertanyaan tersebut. di satu sisi ia ingin membahagiakan keluarga dan di sisi lain ia tak nyaman untuk menolak lelaki setampan Gus Sofyan


"ikutin kata hati kamu" ucap Vino yang mengerti perasaan sang adik dengan menepuk pundak Ririn


"apa dengan cara seperti ini ayah Abang dan Rere bisa bahagia? apa dengan nikah muda bisa buat keluarga Ririn bahagia? kalau seperti itu Ririn akan ikuti alur ceritanya saja" ucap Ririn dalam hati

__ADS_1


__ADS_2