
Setelah puas bermain main di pasar malam,,mereka kembali pulang ke rumah karena hari juga semakin larut. Ririn dan yang lainnya juga sepertinya sudah lelah karena terlalu aktif di tempat itu. berbeda dengan Gus Sofyan dan vino yang tak berkeringat sedikit pun karena mereka berdua hanya melihat dan menyaksikan kegembiraan para kaum hawa yang mereka bawa ke tempat bermain tersebut.
"ahh sampe juga di rumah" ucap seorang yang pertama masuk ke dalam rumahnya yang mewah itu
"Ririn pulang ayah,,bun--" ucapnya lagi namun tak di lanjutkan
bi Mar yang melihat wajah Ririn langsung berubah hanya bisa menahan air matanya untuk tak turun
"non Ririn mau makan apa? bi Mar masakin ya non" tanya bi mar berusaha menenangkan hati Ririn supaya tak sedih lagi ketika mengingat sang bunda
"nggak bi nggak mau apa apa kok" ucapnya dengan tersenyum simpul dan kemudian naik ke lantai atas di mana kamarnya berada.
melihat Ririn yang segera naik ke dalam kamarnya dengan terburu buru, Vino penasaran dengan apa yang terjadi sebelum mereka masuk ke dalam rumah.
"ada apa bi? kok Ririn seperti sangat berbeda dengan tadi" tanya Vino
"oh itu tuan,,anuu" ucap bi Mar gugup
"bi,,Ririn kenapa? cerita sama saya" tanya Vino sekali lagi
__ADS_1
"tadi non Ririn sepertinya mengingat nyonya besar, tuan" ucap bi Mar
"oh kalian sudah pulang ternyata..dimana Ririn?" tanya Reno saat melihat semua anak muda yang berada di rumahnya kecuali Ririn.
"bi Mar bilang,,kakak tadi inget bunda yah" ucap Rere memberitahu ayahnya
"mengingat bunda gimana?" tanya Reno kepada Rere
Rere mengangkat bahunya pertanda tak tau. berbeda dengan vino yang langsung bertindak dan hendak mendatangi kamar Ririn karena takut terjadi apa apa pada adiknya itu,,namun di cegah oleh Reno.
"sudahlah biarkan dia menangis dulu nak..ayah tau dia lelah karena berusaha kuat di depan kita semua. jangan di ganggu dulu ya,dia juga butuh menangis" ucap Reno yang hanya mendapat anggukan dari Vino
"iya om" ucap Gus Sofyan
"oke yah siap laksanakan" ucap semuanya dengan tangan menghormat kecuali Gus Sofyan dan vino yang hanya diam dan segera masuk ke kamar mereka lebih dulu.
"hadeehh..bahkan Aisyah yang biasanya kalem sekarang malah ikut ikutan mereka bertingkah heboh..nggak ngerti lagi dah harus ngapain" ucap vino dalam hati dengan tetap melangkah menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya
*****
__ADS_1
-di kamar Ririn
ia masuk ke kamarnya dan melempar tasnya kasar dan keluar kamar untuk melihat bintang melalui balkon kamarnya. saat ia melihat bintang,tak di sangka air matanya jatuh membasahi pipi chubby nya itu.
"bundaa,, Ririn kangen bundaaa" mulai curhatnya pada bintang yang ada di langit
"bunda tau nggk? tadi Rere dan semua orang berusaha buat Ririn tersenyum dengan membawa Ririn ke pasar malam bun..tadi Ririn bahagia..di sana ada banyak permainan seperti biasanya Bun..seperti dulu saat bunda terakhir kali bawa Ririn ke tempat ituu" sambungnya
"tapi Ririn lelah harus pura pura kuat di depan semua orang bundaa..Ririn nggak sekuat ituuu huhuu" ucapnya dengan menangis dan menjatuhkan tubuhnya.
"Ririn putri bunda yang lemah. Ririn nggak bisa selalu tersenyum saat hati Ririn menangis buunn..tapi jika Ririn memperlihatkan hiks..bahwa Ririn lemah kepada semua orang,,mereka akan mengejek Ririn buunn hiks hiks" ucap Ririn sambil terisak
"Ririn nggak bisa sekuat bundaa..Ririn hanya sebatang ranting yang bisa bertahan hiks karena bunda lah pohon yang selama hiks..ini bantu Ririn untuk tak jatuh saat ada badai dan hujan bundaaa" ucapnya memandang bintang yang paling terang di atas langit dengan menggenggam erat pagar besi di depannya itu.
"Ririn ingin melihat ayah Rere dan Abang tersenyum dengan cara Ririn sendiri bundaa.. yaitu dengan pura pura tegar di hadapan mereka..bunda malu ya punya anak seperti Ririn yang hanya hiks hiks hiks..bisa berpura pura dan berbohong hiks..maafin Ririn bundaaa" sambungnya lagi
"walaupun Ririn selalu buat bunda malu dengan memiliki Ririn,,tapi Ririn janji akan selalu bahagiakan ayah, Abang, dan Rere dengan sekiat tenaga Ririn bagaimana pun caranya..Ririn janji bun,,bunda sayang Ririn kan? maafkan Ririn yang selalu menangis dan cengeng di saat saat seperti ini..seperti ini lah Ririn yang sesungguhnya. hanya kepada bunda dan Allah Ririn bisa berkata jujur bahwa Ririn lelah" ucapnya menghapus air matanya dan berdiri kembali
"Ririn masuk ke kamar ya Bun..Ririn mau sholat dan bobok supaya besok tak bangun kesiangan lagi hihi..selamat bobok bundaa" ucapnya melambaikan tangan kepada bintang paling terang itu dan kemudian masuk ke kamarnya untuk mandi dan segera melaksanakan kewajiban sholat supaya bisa tidur dengan nyenyak
__ADS_1