
Mereka berbincang dan bergurau santai, sejenak mereka melupakan semua masalah yang selama ini menimpa keluarga besar mereka. sejujurnya mereka sangat merindukan momen bahagia seperti ini, terlebih kini sudah ada empat malaikat kecil yang turut serta meramaikan keluarga itu
Gus Sofyan, ustadz Haris, Vino, Rehan, Muslim, dan Firman tengah membuat jagung bakar..mereka rela di hadapkan dengan asap dan bara api supaya istri mereka bisa makan dan duduk tenang dengan orang tuanya
"sayang bisa tolong ambilin kipas kipas gak?" ucap Vino sedikit berteriak supaya terdengar istrinya
"kipas kipas apa sih bang? yang mana?" tanya Alin bingung
"yang di sana itu loh..ada di bawah tas bayi anaknya Vreya" ucap Vino lagi sembari menunjuk ke arah tas bayi
dengan cepat Alin mengantarkan kipas kipas yang dimaksud suaminya itu dan kemudian kembali ke tempat semula, berduduk santai di atas tikar bersama para istri dan orang tua.
tak lama kemudian, suara tangisan Aera terdengar. bayi mungil itu tampak terbangun di gendongan sang grandpa. Reno yang bingung dan tak tau harus bagaimana pun, segera menyerahkan Aera kepada Ririn supaya bayi cantik itu bisa minum susu.
"bi, bisa minta tolong nggak?" ucap Ririn sedikit berteriak
Gus Sofyan menoleh sejenak "minta tolong apa?" tanyanya yang juga berteriak, khawatir istrinya tak mendengar karena jarak mereka cukup jauh
"ambilin kotak susunya Aera dong, di sebelah situ tu" ucap Ririn menunjuk dan Gus Sofyan segera mengikuti perintah Ririn
Gus Sofyan mengambil kotak susu yang dimaksud tadi, kemudian hendak berbalik. namun ia tersadar akan sesuatu yang menjadi alas kotak susu itu. akhirnya Gus Sofyan mengambil kain putih yang tampak seperti baju kecil. ia pun membolak-balikkan baju tersebut
betapa terkejutnya Gus Sofyan ketika membalikkan baju itu dan terdapat sebuah kalian berbahasa Inggris yang sangat mengundang air matanya untuk meluruh
Gus Sofyan segera berlari ke arah segerombolan keluarganya itu dengan membawa sebuah baju dan kotak susu yang diperintahkan Ririn. ia pun ingin segera mendapat jawaban atas baju itu
"sayang" Gus Sofyan terengah-engah
"hm?" ucap Ririn tetap menatap Aera yang berada di pangkuannya
__ADS_1
"ini maksudnya apa?" tanya Gus Sofyan masih ngos-ngosan dibuatnya
Ririn menoleh dan berdecak "Ck! seusia Abi gak mungkin gak paham maksud dari baju itu kan?" ucapnya pura pura kesal
"baju apaan sih, ribut banget" ucap Lia merampas baju kecil yang berada di tangan Gus Sofyan
Lia menganga "H-hamil?" ucapnya menatap Ririn
"Hamil?!!" teriak semua orang yang ada di sana menatap Ririn kompak
para suami yang tadinya sedang membakar jagung pun segera berlari menuju tikar yang digelar "siapa siapa siapa yang hamil?" ucap Vino bingung
Ririn terkekeh melihat semua ekspresi yang ditunjukkan di depannya itu. tak tahan pun, ia akhirnya melepaskan tawa itu sehingga membuat Aera yang berada di dekapannya menatap Ririn bingung
"Ami tenapa?" tanyanya lugu dengan mengerjapkan matanya
"Mommy bahagia" ucap Ririn terus tersenyum dan sesekali terkekeh
"karena sebentar lagi, Aera bakalan punya adik" ucap Ririn bersemangat
semua orang yang sedari tadi menunggu jawaban Ririn pun langsung tersenyum bahagia "Alhamdulillah ya Allah, terima kasih" begitulah rata rata ucapan mereka semua
Gus Sofyan memeluk Ririn dan Aera bersamaan, air mata haru pun luruh dari kelopak matanya. akhirnya hari yang ditunggu tunggu oleh mereka semua telah tiba.
"ayah ngerasa bakalan punya anak lagi" ucap Reno
"cucu yah, bukan anak" pembetulan dari Rere
"hahahaha iya sama saja, generasi itu akan tetap menghabiskan uang ayah nantinya haha" tawanya
Angga menggosok gosokkan tangannya sendiri "kira kira kembar gak yaa" ucapnya menoleh kearah yang lainnya satu persatu
__ADS_1
"kembar gak? kembar gak? kembar lah masak nggak?!" ucap Ririn, Lia, dan Vreya bersamaan
"hahahahahahha" tawa semua pecah
"menurut aku sih nggak kembar!" ucap Deni memecah keramaian
"ishh! ganggu aja!" kesal Vreya
"berani taruhan gak?" tanya Reno
"berani! siapa takut!!" tantang Deni
"menurut aku, kembar tiga sih" ucap Angga memulai
"menurutku gak kembar!" tegas Deni
"kate ane, ni bocah kembar duo" ucap Reno menunjuk perut datar Ririn
"kalau aku yang bener, perusahaan kamu yang di Dubai jatuh atas nama Fahriza" ucap Reno menunjuk Deni
"dan perusahaan kamu yang di Inggris atas nama Fahriza juga. deal?!" beralih menunjuk Angga
"deal!" teriak yang lainnya setuju
Vania membuka suara sembari menoleh ke arah Syakira "taruhannya orang kaya" lirihnya pasrah yang membuat semua orang tertawa akan ucapannya itu
"waitt!!" teriak seseorang yang membuat semuanya menoleh ke arahnya bingung
"apaan sih Li! ganggu aja deh ah!" kesal Vreya
"Lia juga hamil" ucapnya spontan yang membuat semua mata terbelalak dengan aksinya itu
__ADS_1