Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 149


__ADS_3

Dua bulan kemudian..


"Sayang..Abi pulang" ucap Gus Sofyan masuk ke dalam rumah yang disambut hangat oleh senyuman Ririn


Ririn berjalan ke arah Gus Sofyan, segera mencium punggung tangan suaminya dan langsung membawa tas kerja Gus Sofyan juga


"masak apa malam ini?" tanya Gus Sofyan duduk di kursi meja makan


"masak masakan aja sih..nanti dilihat sendiri tak perlu bertanya" ucap Ririn membantu Gus Sofyan membuka jas nya


Gus Sofyan terkekeh dan mencium pipi istrinya gemas "aku sayang kamu" lirihnya


"dih modus!" pekik Ririn terkekeh sembari berlari kecil menaiki tangga menuju kamarnya


Kondisi Ririn sudah membaik sejak satu bulan yang lalu. jika ada yang bertanya dokter mana yang sudah menyembuhkan trauma Ririn secepat itu, Psikolog Alin jawabannya


"baru kali ini aku dapet pasien yang sembuh hanya dalam jangka waktu satu bulan. waktu yang bisa dibilang sangat cepat" itu adalah kalimat Alin saat melihat diagnosa Ririn yang sudah sembuh total, satu bulan yang lalu


Kesembuhan Ririn bukanlah kabar buruk bagi Gus Sofyan dan keluarga besar yang lainnya.. hal itu tak menutup kemungkinan mereka akan mengadakan party besar besaran atas rasa syukur karena kesembuhan Ririn. party tersebut akan mereka adakan dua hari lagi


"ayo makan" ucap Ririn berjalan ke arah meja makan


Gus Sofyan mengangguk dan mereka mulai makan dengan nikmat dan disertai obrolan kecil. Ririn benar benar sembuh total


*******


Kini mereka sedang menonton drama Korea keinginan Ririn. mereka sedang berada di atas kasur dengan selimut yang menutupi bagian paha mereka, dengan posisi Gus Sofyan yang merangkul Ririn dan Ririn yang menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya (author cemburu)🙂


"jadi dia udah tau kalau yang ceweknya duyung?" tanya Gus Sofyan membicarakan tentang drama yang mereka lihat


"he'em, karena dia jodohnya si putri duyung, jadi dia bisa denger omongannya putri duyung walaupun dari dalam hati" ucap Ririn menjelaskan


mereka melanjutkan menonton dengan menyediakan camilan di depannya. kemudian Ririn tersadar akan sesuatu


"Abi, Ririn bukan duyung loh ya" ucap Ririn mendongak, menatap Gus Sofyan


"hah? maksud kamu apa?" tanya Gus Sofyan terkekeh


"iya kan di situ Heo Joon Jae bisa denger omongan Sim Cheong walaupun Sim Cheong ngomong dalam hati. sama kayak ustadz, bisa denger omongan hati Ririn" ucap Ririn menjelaskan dengan mata yang terus menatap Gus Sofyan


mata yang mengerjap ngerjap menatapnya itu mampu membuat Gus Sofyan gemas kepada istri cantiknya ini.


"kuatkanlah iman hamba ya Allah..jangan sampai hamba menerkam istri hamba sendiri" lirih Gus Sofyan dalam hati


"hahahaha nggak gitu juga sayang..kalau Heo Joon Jae kan cuma bisa denger suara hati Sim Cheong doang. lah kalau Abi kan bisa denger suara hati semua orang" jelas Gus Sofyan tertawa


"oh gitu hahaha" tawa Ririn

__ADS_1


mereka melanjutkan menonton drama Korea itu, hingga Ririn kembali membuka suara "bi,,Ririn pengen seblak" ucapnya sendu


"lah kan dari tadi kita nonton sayang, di drama juga gak ada seblak kan..terus kamu ngeliat seblak dimana kok jadi pengen gitu?" tanya Gus Sofyan heran


"ngeliatnya di sini hehheehe" ucap Ririn terkekeh sembari menunjuk pelipisnya, tanda bahwa ia melihat seblak di otaknya


Gus Sofyan terkekeh dan mencium kening istrinya gemas "kamu ada ada aja" pekik Gus Sofyan


"mau belikan gak nih?" tanya Ririn


"iya sayang..aku siap siap dulu ya" ucap Gus Sofyan melepas pelukannya dan berjalan ke arah lemari untuk mencari pakaian yang cocok digunakan di luar rumah


"ih Abi gak usah ganti baju! biar apa ganti baju hah?!! biar dikira ganteng! nggak! gak usah aneh aneh!" teriak Ririn gak karuan


"hahahaha iya sayang iya..ini Abi gak ganti baju kok hahaha" ucap Gus Sofyan kembali berjalan ke arah Ririn di ranjang


Gus Sofyan mencium pipi Ririn "ya udah Abi berangkat ya.. assalamualaikum" ucapnya kemudian langsung berlari kecil keluar rumah


Note : Heo Joon Jae dan Sim Cheong adalah nama tokoh dalam drama Korea yang ditonton Ririn


*******


"Aaaiishh!! bisa bisanya Ririn sembuh dan kalian nggak ngabarin aku?! kalian anggap aku apa hah?!!" marah Arumi


"kalian selalu bilang, tenang mbak..kami akan membebaskan kamu secepatnya..Halah bacot tau gak!" ucap Arumi murka


"Berani membantah kamu hah?!" ucap Arumi menarik jilbab Fitria hingga ia tertarik ke belakang


"mbak sabar dulu ya..sebenarnya kita juga baru tau kalau Ririn sudah sembuh dari stress beratnya..selama ini kita gak pernah memperhatikan keluarga itu lagi mbak" ucap Adelia


"iya mbak..kita jera berurusan sama orang yang lebih berkuasa begitu mbak" ucap Mita menunduk


"cih! tobat kalian?!" bentak Arumi melepaskan jilbab Fitria dengan kasar


"sudah lah mbak..kami benar benar capek loh mbak" ucap Mita pasrah


"Gus Sofyan sudah jadi milik Ririn, cinta Gus Sofyan juga sangat besar kepadanya. buktinya aja Ririn gila Gus Sofyan tetap sayang. jadi tak ada alasan mereka akan bercerai mbak" ucap Fitria menjelaskan


"iya mbak..mereka bener, usaha mbak dan kita akan sia sia. jadi jangan memperpanjang masalah ini lagi ya" ucap Adelia


"kita kita yakin kalau mbak bakalan dapat yang lebih dari Gus Sofyan" timpal Mita


"BACOT!" bentak Arumi kemudian langsung berjalan pergi dari tempat itu


"astaghfirullah..gak nyangka ternyata penghafal Al Qur'an bisa sekejam iblis gitu" ucap Adelia


"ya Allah buatlah mbak Arumi sadar hingga ia ingin bertobat" ucap Mita

__ADS_1


"buka lah mata mbak Arumi supaya bisa melihat dengan jernih kebahagiaan Gus Sofyan dan Ririn jika disatukan ya Allah" doa Fitria


"amin" ucap Mita and the geng kompak


Mita and the geng tobat beneran gak ya??


*******


"assalamualaikum..Abi pulang" ucap Gus Sofyan masuk ke dalam kamar, Dimana Ririn tengah asik dengan laptop milik Gus Sofyan yang berada di pangkuannya


Gus Sofyan meletakkan seblak yang ia bawa di atas nakas sebelah kasur. ia naik ke atas ranjang dan mencium pipi kiri Ririn


"ngapain sayang?" tanyanya


"lagi cari tempat yang bagus untuk honeymoon" ucap Ririn


Gus Sofyan menatap Ririn dari arah samping dan terkekeh "cantik banget sih istriku ini" ucap Gus Sofyan mengelus pipi Ririn lembut dan menciumnya lagi


"ih apaan sih bi..diam dulu, ini lagi sibuk" ucap Ririn terus menggilir gambar yang terlihat di laptop


Gus Sofyan mendengus dan menundukkan kepalanya pasrah. namun tak lama setelah itu ia mengangkat kepalanya menatap istrinya lagi. dengan gerakan cepat ia menutup laptop yang sedari tadi jadi objek perhatian sang istri. katakanlah Gus Sofyan cemburu


"makan seblaknya ya" ucap Gus Sofyan meletakkan laptopnya di atas nakas


Ririn menatap tajam Gus Sofyan "gak mau!" pekiknya


"makan seblaknya, atau Abi yang makan kamu?" tanya Gus nakal


"bikin adiknya dua N yok" ajak Gus Sofyan


dengan cepat Ririn menutupi semua badannya dengan selimut besarnya supaya tak dimakan suaminya


"nolak?" tanya Gus Sofyan membuka selimut itu perlahan


Ririn meneguk ludahnya susah payah "ng-nggak" lirihnya


Gus Sofyan tertawa "hahahaha nolak atau nggak nih" ucap Gus Sofyan membuka selimutnya hingga terlihat wajah cantik Ririn yang bersemu merah


"nggak!" ucap Ririn


"hahahaha iya sayang iya..udah siap?" ucap Gus Sofyan


Ririn merona. perlahan ia mengangguk dan memejamkan matanya saat merasakan kecupan hangat dari suaminya.


"ternyata Abi udah baca doa sebelum Ririn jawab pertanyaannya tadi. ih dasar ustadz mesum" ucap Ririn dalam hati


Gus Sofyan menghentikan kegiatannya "hahahaha..emang Abi baca doa dulu, karena udah yakin kalau kamu gak bakalan nolak hahah" ucapnya tertawa

__ADS_1


"cih" decih Ririn pelan kemudian tersenyum karena malam ini mereka berproses buat adik untuk dua N (Nadila dan Nadifa)


__ADS_2