Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 72


__ADS_3

Setelah vino memberitahukan kepada tim operasinya,,ia memutuskan untuk segera melakukan operasi terhadap adiknya itu


"assalamualaikum cantik" ucap Vino menyapa Rere yang sedang tertidur


karena mendengar ada yang mengucapkan salam,,Rere pun membuka matanya "eh Abang. waalaikumsalam" ucapnya dengan tersenyum manis


"gimana keadaannya?" ucap Vino


"nggak gimana sih bang. gini gini aja hehe" ucapnya dengan sedikit terkekeh


"udah siap di operasi?" ucap Vino tersenyum lembut


"oh operasi sekarang ya?" ucap Rere


"he em. udah siap belum?" ucap Vino


"tunggu bang. ayah mana?" ucap Rere


"ayah tadi bilang katanya mau menghubungi orang. tapi Abang nggak tau sih ayah menghubungi siapa" ucap vino


tak lama kemudian,,Reno masuk ke dalam ruangan Rere "assalamualaikum anak anak ayah" ucap Reno tersenyum


"waalaikumsalam ayah" ucap vino dan Rere bersamaan


"ayah dari mana?" ucap Rere menatap ayahnya yang mulai mendekat


"ayah tadi ngabarin Angga. ayah bilang kalau ayah nggak bisa datang di meeting karena anak ayah mau menjalani operasi" ucap Reno tersenyum manis


saat mereka sedang berbincang,,seorang perawat masuk ke dalam ruangan Rere "permisi dok..ruangan operasi sudah siap" ucap perawat itu


"oke saya akan segera kesana" ucap vino kemudian perawat itu keluar dari ruangan Rere


"sudah siapkah?" ucap Vino


"bismillahirrahmanirrahim. iya bang Rere siap" ucap Rere tersenyum pasti


"oke kita berangkat" ucap Reno kemudian membantu vino mendorong Brankar Rere menuju ruang operasi


setelah sampai di ruang operasi,,Rere masih berbincang dengan vino dan dokter Riko "kabar kakak gimana bang?" ucap Rere


"Abang sih taunya dia masih lancar sekolah di sana" ucap Vino sembari menusukkan jarum infus ke tangan Rere


"Abang tau nggak?" ucap Rere


"apa?" ucap vino beralih menatap wajah Rere

__ADS_1


"bang Vino sekarang sudah menjadi dokter yang sangat hebat. Rere bangga punya Abang seorang dokter" ucap Rere


"jadi selama ini Abang bukan dokter menurut Rere?" ucap vino


"emang bukan. tapi kalau sekarang Abang sudah menjadi real doctor bagi Rere" ucap Rere dengan tersenyum tipis


"karena Abang lah dokter yang sudah berusaha membuat Rere sembuh" ucap Rere tersenyum tipis


"udah siap di mulai?" ucap dokter Riko


"tunggu sebentar ya dok hehe" ucap Rere


"5 menit lagi ya dokter Vino" ucap dokter Riko kemudian mempersiapkan alat alat operasi


"Abang,,kalau semisal operasinya gagal, dan Rere nggak bisa selamat, Abang jangan sedih ya" ucap Rere


"Rere ngomong apaan sih" ucap Vino menahan tangisnya


"Abang mau janji kan sama Rere. Abang harus terima apa pun yang akan terjadi selama operasi" ucap Rere tersenyum sendu


vino sedikit membungkuk dan menggenggam tangan Rere "iya. insyaallah Abang akan terima dengan semua hal yang akan terjadi setelah operasi" ucap Vino mencium tangan Rere berkali kali


"ya sudah. kita mulai yok" ucap Rere bersemangat


operasi dimulai...


Ririn yang sedang menunggu jadwal penerbangan pesawat merasa tak sabar untuk segera pulang ke kampung halaman.


"uuhh kapan ya pesawatnya take off..lama bener dahh nggak sabar yang nungguuu" ucapnya yang duduk di kursi tunggu


"excuse me (permisi)" ucap seorang lelaki menyapa Ririn


Ririn menoleh ke arah belakang dan samping kanan kirinya "f-for me? (untuk saya?)" ucapnya menunjuk dirinya sendiri


"surely you are Miss Reina! (pasti anda nona Reina!)" ucap lelaki tersebut


"oh no .. I'm not Reina (oh bukan..saya bukan Reina)" ucap Ririn sembari berdiri untuk berbincang dengan lelaki itu


"are you from Indonesia? (apa anda dari Indonesia?" ucap lelaki itu


"yes.. I'am from Indonesia. do you know me? (iya..saya dari Indonesia. apa anda mengenal saya?" ucap Ririn


"ah iya saya mengenalmu. apa kamu sudah lupa dengan saya Reina?" ucap lelaki itu


"oh ternyata bahasa Indonesia anda cukup lancar ya. eh tapi maaf,,saya bukan Reina" ucap Ririn tersenyum

__ADS_1


"tidak tidak. saya masih ingat wajah kamu. hanya saja kamu yang sekarang sudah berhijab" ucap lelaki itu


"maaf,,tapi sepertinya anda salah orang" ucap Ririn


"kamu masih tidak mengingat saya? saya dokter Johan..dokter jantung yang mengobati jantung kamu empat tahun yang lalu. masih belum ingatkah kamu?" ucap lelaki tersebut yang merupakan dokter jantung yang mengobati penyakit Rere


Ririn terdiam mencerna kata demi kata yang dilontarkan oleh dokter Johan. tak lama kemudian ia terduduk kembali.


"do you still not remember me? (apa anda masih tak mengingat saya?)" ucap dokter Johan sedikit membungkuk


"apa maksudnya dokter jantung?" ucap Ririn dengan pandangan kosong ke depan


"Anda sudah melupakannya?" ucap dokter Johan


"ah iya maaf dok. sebelumnya saya mau memberitahukan bahwa saya bukan Reina yang dokter maksud" ucap Ririn menatap dokter Johan sekilas


"nama saya Erina Angel Putri Fahriza. yang dokter maksud mungkin Reina adik saya. saya memiliki saudari kembar dan namanya juga Reina. Reina Angel Putri Fahriza" ucap Ririn yang membuat dokter Johan terkejut


"oh jadi kamu bukan Reina. maaf tadi saya ngomongnya ngelantur. saya nggak tau kalau Reina punya kembaran" ucap dokter Johan


"iya dok tidak apa apa. tapi bolehkah saya tau maksud dokter yang bilang kalau dokter itu dokter yang mengobati adik saya" ucap Ririn penasaran


"kamu yakin tak tau?" ucap dokter Johan


"iya dok. saya benar benar tak mengerti" ucap Ririn


"jadi empat tahun yang lalu,,tepat saat Reina masih kelas dua SMA,,dia kemari dengan tuan Fahriza dan dokter Vino" ucap dokter Johan


"apa kamu mengenal dokter Vino?" tanya dokter Johan


"iya iya dok. dokter vino itu adalah kakak saya. lalu apa yang membuat mereka kemari?" ucap Ririn semakin penasaran


"mereka ke Jerman untuk pengobatan Reina. penyakit jantung Reina,,saya sendirilah yang mengobatinya. dokter vino membawa Reina ke sini karena beliau tak ingin melaksanakan operasi kepada adiknya itu" ucap dokter Johan


"beliau yakin bahwa ada cara lain untuk mengobati jantung adiknya kecuali dengan cara operasi. oleh karena itu beliau meminta saya,,sebagai kawannya untuk mengobati penyakit adiknya itu" sambung dokter Johan


"j-jadi,,apa Rere bisa sembuh dok?" ucap Ririn


"Reina dinyatakan sembuh setelah menjalani pengobatan selama 10 bulan di Jerman. tapi--" ucap dokter Johan terhenti karena pesawat yang akan ditumpangi oleh Ririn akan segera take off


"ta-tapi apa dok?" ucap Ririn yang tak bisa membendung air matanya lagi


"sepertinya kamu harus segera terbang ke Indonesia supaya tau kelanjutan ucapan saya" ucap dokter Johan kemudian pergi meninggalkan Ririn


"dokter! tapi kenapa dok! dokter Johan!" ucap Ririn berteriak memanggil dokter Johan yang sudah berlalu

__ADS_1


Ririn terus memikirkan kelanjutan dari ucapan dokter Johan yang menggantung. selama di dalam pesawat ia tak henti hentinya berdoa supaya semua orang yang ia sayangi baik baik saja di Indonesia. ia tak sabar ingin segera melihat wajah mereka satu persatu. namun air matanya tak henti untuk turun membasahi pipi Ririn karena ia selalu kepikiran tentang ucapan dokter Johan


__ADS_2