Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 41


__ADS_3

Gus Sofyan yang heran karena sifat Ririn yang berubah menjadi pendiam, memberanikan diri untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu


"setelah ini mau kemana lagi??" tanya Gus Sofyan sesekali melihat Ririn dari kaca mobil


"kalau Afiz sih terserah kakak aja..yang penting di bayarin hehe" ucap Afiz terkekeh pelan di akhir kalimatnya


Gus Sofyan hanya tersenyum dengan perkataan Afiz..namun Gus Sofyan masih bertanya tanya dalam benaknya, tentang keadaan Ririn


"Erina,,kamu mau kemana? kita mau makan dulu..apa kamu mau ikut sekalian?" tanya Gus Sofyan


tak ada jawaban yang terlontar dari mulut Ririn..hanya tatapan kosong saja yang terlihat.


"Erina,,kamu dengar saya?" tanya Gus Sofyan lagi namun tetap tak ada jawaban


"Erina!" ucap Gus Sofyan sedikit meninggikan suaranya


"e-eh i-iya ustadz kenapa ustadz?" tanya Ririn gugup


"kamu sakit?" tanya Gus Sofyan


"nggak kok" ucap Ririn tersenyum


"kamu yakin nggak papa?" ucap Gus Sofyan lagi


"iya ustadz Ririn nggak papa kok" ucap Ririn tersenyum simpul


"seperti ada yang aneh dengan Erina..apa karena tadi saya terlalu keras memanggilnya? tapi kenapa dia sangat aneh hari ini?" ucap Gus Sofyan dalam hati


"tadi saya tanya,,kamu mau ikut kita makan atau tidak?" tanya Gus Sofyan lagi


"nggak aja deh sepertinya ustadz..saya soalnya masih ada janji sama mbak Aisyah" ucap Ririn dengan wajah memucat

__ADS_1


"kamu yakin nggak papa Erina? muka kamu pucat loh" tanya Gus Sofyan sekali lagi


"ah nggak papa kok ustadz..mungkin karena terlalu lama kena panas tadi" ucap Ririn tersenyum


" ya sudah kalau begitu saya antarkan kamu pulang terlebih dahulu ya" ucap Gus Sofyan yang hanya diangguki oleh Ririn


selama perjalan hingga sampai pesantren itu tak ada yg berbicara sepatah kata pun. semua orang di dalam mobil seolah tak memiliki kata kata yang layak di ucapkan lagi. diam membisu"


"terima kasih ustadz.. assalamualaikum" ucap Ririn kemudian pergi


"waalaikumsalam" jawab Afiz dan Gus Sofyan kompak.


kemudian Gus Sofyan membawa mobil itu untuk mencari tempat makan yang tak terlalu jauh dari pesantren


"kamu tau nggak dia kenapa" tanya Gus Sofyan


"kakak suka Ririn ya.. cieee" ucap Afiz mengejek Gus Sofyan


"apaan sih kamu itu masih kecil nggak boleh mikirin cinta cintaan" ucap Gus Sofyan


"maksud kamu?" tanya Gus Sofyan


"hmm jadi sepertinya tadi itu si Ririn salah faham dengan hubungan kita. dia kira Afiz ini wanita yang kakak suka" ucap Afiz


"terus terus?" Gus Sofyan semakin penasaran


"nggak ada terusannya sih hehe" ucap Afiz yang mendapat tatapan jengkel dari Gus Sofyan


"dih apaan sih jelek banget kakak Afiz kalau seperti itu ya Allah..nggak nyangka ternyata kakak Afiz masih ada yang jelek" ucap Afiz


"walaupun jelek tapi banyak yang suka huhuy" ucap Gus Sofyan dengan disertai tawa renyah yang di ikuti oleh Afiz

__ADS_1


setelah pembicaraan itu,,tak ada lagi yang berbicara hingga sampai di tempat yang di tuju.


*******


"kamu dari mana Rin?" kami dari tadi nunggu kamu di tempat makan di situ loh Rin..tadi kita juga sempat cari kamu ke toko baju tapi kamu nggak ada di sana..kamu dari mana aja?" tanya Aisyah


"aku habis dari minimarket untuk beli kebutuhan bulanan. memangnya kenapa?" tanya Ririn


"nggak papa cuman aja kita khawatir sama kamu curut!" ucap Vreya


"he em tu tega banget kamu nggak ngabarin dulu. lagian kamu ke minimarket bareng siapa?" tanya Lia


"ustadz Sofyan" jawab Ririn singkat dan segera masuk dan berisitirahat


"lah mau kemana kamu?" ini kan masih jam 10 dan masih tersisa 2 jam untuk bermain di luar pesantren. kenapa kamu malah rebahan gini?' tanya Vreya


"udah ah kalian aja yang main main sana..aku lagi nggak mood dan lelah mau istirahat' ucap Ririn


Aisyah Lia dan Vreya keluar kamar dan mulai membicarakan sifat aneh Ririn yang tiba tiba menjadi pendiam seperti polisi tidur


"si dia kenapa?" tanya Aisyah


"kagak tau aku mah" ucap Lia


"aneh banget kan si curut got" ucap Vreya


"he em tu nggak paham lagi dah aku nya..ke luar yuk" ucap Lia dan kemudian berjalan diikut oleh Aisyah dan Vreya di belakangnya


NOTE


- Atas nama author,,saya minta maaf sebesar besarnya karena setiap episode dari novel karangan saya terlalu banyak typo dan kadang juga telat update. saya juga berterima kasih atas dukungan kalian para readers. jangan lupa vote, komen, dan like novel ini.

__ADS_1


untuk kalian yang ingin melihat wajah Syafizah, bisa di lihat di episode 40 ya.


see you:)


__ADS_2