
"Aduuhhh malu banget akuu..gimana kalau Afiz ngadu ke ustadz Sofyan dan ustadz Sofyan malah risih ketemu aku gimana? hufh bodoh sekali sih akuu" ucap Ririn mondar mandir di samping kasurnya
"lagian kenapa aku malah emosian gitu tadi sih ah males deh..bete bete betee" ucap Ririn dengan menghentakkan kakinya
"dari pada terus kepikiran seperti ini apa lebih baik aku keluar saja ya?" tanyanya sendiri
"hm tapi mager juga sih aku keluar..tapi kalau di sini bosen..tapi kalau tidur nggak bisa keluar gerbang lagi..tapi kalau keluar gerbang nanti ketemu ustadz Sofyan..tapi" ucap Ririn
"eh kok malah kebanyakan tapinya ya hehe" ucap Ririn terkekeh geli mendengar ucapannya sendiri
"dah lah mau keluar aja dari pada bosen di sini kan nggak enak" ucap Ririn kemudian keluar kamar
*******
"hmm enaknya kemana ya" ucap Ririn bingung saat telah berada di luar pesantren
"apa makan dulu aja ya" ucapnya lagi
"ya udah lah makan aja" ucap Ririn kemudian berjalan menuju tempat makan sederhana yang ada di dekat pesantren
"Bu, nasi gorengnya satu ya..pake telor aja Bu jangan ayam..kalau ayam lebih mahal" ucap Ririn terkekeh di ujung kalimatnya
"ini uangnya Bu..kembaliannya ambil aja" ucap Ririn memberikan uang 10 ribuan
"iya neng tunggu bentar" ucap ibu pemilik warung tersebut
"orang kaya kok makannya pake telor sih..kagak malu sama rumah bak istana?" ucap Lia yang tiba tiba berada di belakang Ririn
"astaghfirullah" ucap Ririn memegang dadanya
"ngapa?" tanya Vreya
"kaget ngab..kalian pada nongol kayak jelangkung aja" ucap Ririn
"alah lebay itu mah" ucap Lia
"ini neng nasinya" ucap ibu pemilik warung
"makasih ya Bu..uhhuu makan makan" ucap Ririn gembira
"makan gitu aja bahagia banget..dasar curut!" ucap Lia
__ADS_1
"yeee suka suka ane dong" ucap Ririn mulai makan
"kamu bilang tadi mau istirahat..kenapa sekarang malah keluar?" tanya Aisyah
"salah gitu kalau Ririn keluar pesantren? Abah aja ngijinin kalian keluar kenapa Ririn nggak cobak?" ucap Ririn sembari makan
"ya udah kamu lanjut makan aja ya..kita mau pergi ke toko mukenah di samping" ucap Aisyah
"oke oke" ucap Ririn
"ey Rut..kita pergi dulu ya papay" ucap Lia dengan melambaikan tangannya dan pergi mengikuti Aisyah ke toko mukenah
tak lama kemudian mereka pergi,,datanglah Gus Sofyan bersama Afiz yang menggandeng lengannya seperti biasa
Ririn tak menyadari bahwa Gus Sofyan datang. ia hanya fokus dengan makanannya hingga Gus Sofyan dan Afiz duduk di meja yang sama dengannya
"ehem' Gus Sofyan menyapa Ririn
"Ririn!" ucap Afiz
Ririn mengunyah nasi yang ada di dalam mulutnya "eh a-afiz" ucap Ririn gugup
"ehehe iya" ucap Ririn kemudian melanjutkan ritual makan yang tertunda
Gus Sofyan melihat ke arah Afiz dan Afiz hanya tersenyum dan segera pergi dari tempat itu
"eh Afiz kamu mau kemana??" tanya Ririn
"Afiz mau ngambil sesuatu di dalam mobil kak Sofyan..kamu santai saja ya, nanti Afiz balik kok" ucap Afiz dan bergegas keluar warung tersebut
seketika suasana jadi canggung menurut Ririn. ia tak tau harus mengucapkan apa di depan Gus Sofyan. ia juga malu ingin melanjutkan makannya namun ia usahakan supaya ia bisa sedikit tenang
"ehem bolehkah saya tanya sesuatu?' ucap Gus Sofyan
"iya ustadz?' tanya Ririn
"apakah yang di bilang Afiz tentang hal yang terjadi tadi itu benar?" tanya Gus Sofyan
"ma-maksudnya?" tanya Ririn gugup
"apa kamu telah membentak sepupu saya?" ucap Gus Sofyan dengan wajah mengintimidasi
__ADS_1
"eh ituu anuu.." ucap Ririn gugup
"jawab saya Erina" ucap Gus Sofyan
"maafkan saya ustadz. ini hanya salah faham saja" ucap Ririn
"salah faham apa maksud kamu? selama di perjalanan menuju tempat makan tadi,,dia menangis dan mengadu kepada saya bahwa dia telah di bentak seorang gadis kasar sepertimu" ucap Gus Sofyan dengan nada sedikit tinggi
"ma-maafkan saya ustadz saya tak sengaja" ucap Ririn menunduk
"saya paling tidak suka dengan wanita kasar seperti kamu. bahkan kamu tak menghargai saudara saya. bagaimana bisa saya menyukai kamu kalau kamu bersikap tidak sopan seperti itu?" ucap Gus Sofyan
"jangan harap saya suka sama kamu Erina! jangan harap!" ucap Gus Sofyan penuh penekanan
*-*-*-*
"Erina?" ucap Gus Sofyan dengan melambaikan tangannya di depan wajah Ririn
"eh i-iya ustadz?" tanya Ririn
"kenapa malah bengong?" ucap Gus Sofyan
"maaf ustadz saya kurang fokus. tadi ada apa ya?" tanya Ririn
Gus Sofyan tersenyum samar "saya tadi minta izin kamu,,untuk menanyakan sesuatu tapi kamu malah bengong dan tak menjawab pertanyaan saya" ucap Ririn
"hufh syukurlah hanya khayalan buruk saja..semoga tak terjadi beneran ya Allah" ucap Ririn dalam hati
Gus Sofyan melihat Ririn "khayalan buruk apa?" tanya Gus Sofyan dalam hatinya
"jadi gimana Erina?" ucap Gus Sofyan
"e-eh iya ustadz silahkan" ucap Ririn
"sembari saya bertanya,,kamu makan saja nggak papa kok" ucap Gus Sofyan dengan tersenyum
"ah ya ampunnn manis banget jodoh anee" ucapnya dengan tersenyum memandang wajah Gus Sofyan
"amin" balas Gus Sofyan dalam hati
"iya ustadz' ucap Ririn kemudian melanjutkan makannya
__ADS_1