
-Di dalam mobil
"makasih Abii" girang Ririn mencium pipi Gus Sofyan
Gus Sofyan tersenyum manis "iya sama sama, sayang" ucapnya terus fokus menyetir
"tadi Abi ngomong gimana ke dia?" tanya Ririn penasaran
"kepo ih" ucap Gus Sofyan
"hm udah berani main sembunyi sembunyian nih ceritanya" ucap Ririn mengalihkan pandangannya ke arah jalan
Gus Sofyan tertawa "nggak ada yang serius kok mom..hanya tawaran kecil saja" ucap Gus Sofyan
Ririn menoleh ke arah Gus Sofyan lagi "tawaran apa? apa dia minta rumah ke kita? iya?" ucap Ririn
Gus Sofyan tertawa lagi "nggak mungkin lah" ucapnya terkekeh
"ih ceritain lah bi..Ririn penasaran" ucap Ririn memaksa
FLASHBACK ON
"assalamualaikum" ucap Gus Sofyan namun tak ada jawaban
orang itu hanya melirik Gus Sofyan. karena keadaan halte yang sudah cukup sepi, suasana berubah menjadi lebih tegang saat lelaki di depannya menatap ia dengan tatapan tajam
Gus Sofyan menelan ludahnya susah payah "maaf pak..saya mau minta tolong" ucap Gus Sofyan
lagi lagi lelaki itu tak menjawab. dia hanya menatap tajam ke arah Gus Sofyan
"istri saya sedang hamil..dan sekarang dia sedang mengidam pak" ucap Gus Sofyan
"lalu urusannya dengan saya apa?" tanya orang itu sinis
Gus Sofyan menarik nafasnya "ngidamnya istri saya juga menyangkut tentang bapak. ia bilang ingin menyentuh kepala botak bapak" ucap Gus Sofyan
"dasar nggak sopan!" marah lelaki tersebut kemudian beranjak pergi
dengan cepat Gus Sofyan menahannya untuk pergi "plis pak..saya minta tolong, banget..hanya sebentar. lima detik saja" ucap Gus Sofyan memohon
"dia anak pertama saya. saya akan mengabulkan apapun yang bapak inginkan jika bapak bersedia mengabulkan keinginan istri saya pak" ucap Gus Sofyan
mendengar penawaran yang di berikan oleh Gus Sofyan sangat menggiurkan, tampak lelaki itu seperti sedang berfikir sejenak
__ADS_1
"apa pun yang saya inginkan?" tanyanya meyakinkan
Gus Sofyan mengangguk "Iya pak. apa pun" ucapnya
"termasuk uang kah?" ucap orang tersebut
"sebutkan nominalnya akan saya kirim sekarang juga" ucap Gus Sofyan
lelaki itu berfikir sekali lagi "saya memiliki dua permintaan. yang pertama uang, dan yang ke dua pekerjaan" ucap lelaki itu
Gus Sofyan menghembuskan nafasnya lega. ternyata keinginan bapak ini tidak terlalu rumit baginya. ia segera menjabat tangan bapak tersebut
"deal!" ucap Gus Sofyan kemudian berjalan ke arah mobilnya
FLASHBACK OFF
Ririn hanya mengangguk paham dengan cerita dan penawaran suaminya
"jadi rencananya, kalau dia nelfon Abi untuk minta pekerjaan,, Abi mau kasih dia pekerjaan apa?" tanya Ririn
"supir kamu. mau nggak?" ucap Gus Sofyan menatap istrinya sekilas
"Abi yakin?" tanya Ririn
Ririn menganggukkan kepalanya paham "bukankah bodyguard di rumah sudah banyak? di rumah utama juga banyak" ucap Ririn menatap suaminya
Gus Sofyan tersenyum "bukankah lebih banyak lebih baik? ini demi keselamatan si kembar, sayang" ucap Gus Sofyan
Ririn tersenyum tipis "ya udah Ririn setuju" ucap Ririn
setelah sampai di rumah, mereka segera memasuki kamar dan membereskan barang barangnya.
"mau makan?" tanya Ririn di atas kasur
Gus Sofyan yang masih membereskan pakaian di dalam lemari pun menoleh ke arah sumber suara "boleh" ucap Gus Sofyan
"ya udah Ririn turun dulu ya" ucap Ririn perlahan turun dari atas ranjang
dengan cepat Gus Sofyan menghentikan langkah Ririn dengan memeluknya dari belakang "eh kenapa?" tanya Ririn kaget
"jangan terlalu banyak gerak ya" ucap Gus Sofyan
"iya Ririn tau kok" ucap Ririn mengelus tangan Gus Sofyan yang berada di perut besarnya
__ADS_1
"kamu masak aja ya..jangan ngelakuin hal hal yang lainnya..biarin bi Susi aja yang bersih bersih rumah. oke?" ucap Gus Sofyan
Bi Susi adalah salah satu ART yang bekerja di rumah Reno dan kini sedang di pekerjakan untuk membantu pekerjaan Ririn di rumahnya. karena kondisi Ririn yang baru selesai operasi dan sedang hamil besar, jadi Reno mengirimkan bi Susi ke rumah Ririn.
Ririn terkekeh "iya bi..Ririn masak aja kok" ucap Ririn kemudian melepas pelukan Gus Sofyan
"udah..sana lanjutin beberesnya..nanti Ririn panggil kalau sudah selesai" ucap Ririn yang diangguki oleh Gus Sofyan
*******
Ririn dan Gus Sofyan kini sedang berada di depan meja makan. mereka telah siap menyantap makan siang yang ada di atas meja
bi Susi meletakkan sepiring buah semangka yang sudah siap makan di atas meja "selamat makan" ucap bi Susi kemudian beranjak pergi
"bi Susi makan bareng kita aja. iya kan sayang?" tanya Gus Sofyan menatap Ririn
Ririn mengangguk "iya. bi Susi makan bareng kita aja" ucap Ririn
"ah nggak tuan, nona..tak apa saya makan di belakang aja nanti" ucap bi Susi sopan
"bibi kayak ke siapa aja..kan kita udah bertahun tahun tinggal di rumah yang sama Bi..nggak perlu sungkan ya..duduk aja" ucap Ririn
tak bisa menolak keinginan majikannya, akhirnya bi Susi segera duduk di sebelah Ririn dan menyantap makanan bersama di satu meja
ddrtt..
ddrtt..
Ririn menatap ke arah suaminya "angkat aja" ucap Ririn
Gus Sofyan mengangguk dan mengangkat telfonnya "hallo assalamualaikum" ucap Gus Sofyan memulai
"...."
"sekarang?" ucap Gus Sofyan lagi
"....."
"ah iya baiklah yah. assalamualaikum" ucap Gus Sofyan kemudian menutup telfonnya
Ririn menatap suaminya "ayah ya?" tanyanya
Gus Sofyan mengangguk "iya. ayah mau nanti malam kita ke rumah utama" ucap Gus Sofyan yang hanya mendapat respon anggukan kepala dari Ririn
__ADS_1
setelah makan siang, Ririn minta tolong Bi Susi untuk mencuci piring dan yang lainnya. karena Gus Sofyan tak mengizinkannya melakukan kegiatan yang terlalu berat.