Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 111


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian...


"tarik nafas, dorong perlahan ya mom..satu, dua, dorong" aba aba seorang dokter yang langsung di lakukan oleh pasiennya


"sekali lagi ya, sudah kelihatan kok kepalanya..satu, dua, tiga" sambung dokter itu lagi


tak lama kemudian, terdengarlah suara bayi menangis dari dalam sebuah ruangan.


"Alhamdulillah" ucap Ning Izah dan ustadz Haris bersamaan


"Alhamdulillah..terima kasih ya Zah" ucap ustadz Haris mencium kening Ning Izah terus menerus


"Alhamdulillah..bayinya laki laki dan sangat sehat" ucap dokter memberikan bayi laki laki itu kepada Ning Izah yang masih berbaring


dokter yang membantu persalinan Ning Izah bukanlah Aisyah, melainkan kawan seangkatan Aisyah. Aisyah sudah tak di perbolehkan bekerja semenjak hamil


"di adzani dulu" ucap Ning Izah memberikan bayi itu kepada suaminya, kemudian segera melantunkan adzan kecil di dekat telinga bayi


setelah di adzani, bayi itu di ambil kembali oleh dokter supaya mendapat penanganan sebelum pulang ke rumah


"saya akan mengurus perpindahan kamar mommy dan baby" ucap dokter tersebut


Ning Izah pindah ke ruang rawatnya. bayinya pun begitu. semua anggota keluarga berada di ruangan Ning Izah untuk bertemu dan mengucapkan selamat atas bayi laki lakinya


"selamat ya nak" ucap umi Hamidah memeluk Ning Izah


"selamat Zah, di mana cucu Abah?" ucap kyai Hamdan


"di bawa dokter tadi bah" ucap ustadz Haris


"Abah baru datang, tapi kenapa bayinya sudah di bawa saja. bagaimana peraturan di rumah sakit ini" protes kyai Hamdan


"haha sudah lah bah..besok juga sudah boleh melihatnya. besok Izah sudah boleh pulang" ucap Ning Izah tersenyum


"Alhamdulillah kalau gitu" ucap umi Hamidah


"oh ya, dimana Sofyan dan Ririn? Izah lahiran kok nggak kelihatan mereka sih" ucap Ning Izah


"Ririn dan Aisyah masih cek kandungan. USG nya barengan gitu, karena usianya juga sama sama lima bulan" ucap umi Hamidah


Ning Izah hanya mengangguk kecil. tak lama kemudian, datang lah Reno dengan Vreya dan Lia serta keluarga mereka


"assalamualaikum" ucap mereka kompak


"waalaikumsalam" ucap semua orang yang berada di ruangan


"wahh rame sekali" ucap umi Hamidah senang


"selamat ya mbak Izah" ucap Rere, Lia, dan Vreya bersamaan

__ADS_1


"selamat ya nak, semoga bayinya sehat sehat saja" ucap Syakira dan Vania


Ning Izah hanya tersenyum "amin, terima kasih tante" ucapnya


"selamat, semoga sebentar lagi nambah yang perempuan ya hahaha" ucap Reno dan kedua kawannya


"amin amin..terima kasih banyak sudah datang menjenguk" ucap ustadz Haris terkekeh


mereka duduk dan mengobrol santai. hingga tak lama kemudian, datanglah Aisyah dan Ririn dengan para suaminya


"assalamualaikum" ucap mereka kompak masuk ke dalam ruangan Ning Izah


"waalaikumsalam" ucap kompak yang berada di dalam ruangan


"wahh sudah ramai saja ni..di mana debay nya?" ucap Ririn memulai


"di akuarium" ucap Rere


"bukan akuarium Re..itu tempat bayi.. ruangan bayii" ucap Vreya menjelaskan


"hm, itu maksudnya" respon Rere singkat


"selamat ya mbak..semoga lahiran Ririn dan mbak Aisyah lancar kayak lahiran mbak Izah" ucap Ririn memeluk Ning Izah bergantian dengan Aisyah


"iya amin..semoga sehat ya sayang" ucap Ning Izah mengelus perut buncit Aisyah dan Ririn


Gus Sofyan mendekat ke arah kakaknya "selamat. mana ponakan Sofyan?" ucapnya dingin


"saya tanya mbak Izah, bukan kamu, sayang" ucap Gus Sofyan


"di ruang bayi" ucap Ning Izah santai


"mau di kasih nama siapa nih mas?" ucap Rehan menatap ustadz Haris


saat pertanyaan itu dilontarkan, semua pasang mata yang berada di ruangan tersebut menatap ustadz Haris seakan menunggu jawaban dari sang empu


"ciee nungguin ya" ucap Ning Izah terkekeh yang diikuti oleh semua orang


"bismillahirrahmanirrahim,,namanya Bahar Alfatih" ucap ustadz Haris


"bagus juga..ada artinya nggak mas?" ucap Gus Sofyan


"pasti ada dong" ucap Ning Izah


"Bahar artinya keindahan dan Alfatih artinya awal. jadi jika di gabungkan menjadi keindahan awal" sambung Ning Izah


"Alhamdulillah..arti dan namanya bagus..semoga Bahar menjadi putra yang berguna bagi agama dan sesama makhluk" ucap kyai Hamdan


"amin" ucap semua orang yang berada di sana

__ADS_1


"oh iya..bagaimana dengan USG Aisyah dan Ririn?" ucap Deni


"bayi di perut Aisyah sehat sehat saja kok dad" ucap Aisyah menjawab


"kelaminnya apa?" ucap Angga


"dokter bilang perempuan pa..tapi itu semua tergantung kehendak Allah..lelaki atau perempuan, kami akan menerimanya" ucap Aisyah


"Alhamdulillah..ada perempuannya juga dong cucu kita nanti" ucap Deni terkekeh


"kalau Ririn bagaimana?" ucap Syakira


Ririn tersenyum manis "bayi di perut Ririn ada dua mom" ucap Ririn senang


"Alhamdulillah..ayah akan melihat bayi kembar lagi" ucap Reno bahagia


"wahh doa Rere menjadi kenyataan nih, akan punya ponakan kembar uhuy" ucap Rere gembira


"nanti kalau anak Ririn dan Gus Sofyan lahir, harus di jodohkan sama anak Vreya dan Lia..biar terus ramai ramai kita hahaha" ucap Vreya


"hahaha ada ada aja kamu Vre" ucap Ning Izah terkekeh


"enak aja..nggak mau lah" ucap Ririn menyambung ucapan Vreya


"pasti nanti anak kamu jelek. anak aku kan cantik" sambung Ririn yang mengundang tawa semua orang


"apa pun kelaminnya, yang penting sehat dan lengkap, akan sangat cantik akhirnya" ucap umi Hamidah


"tau tuh dengerin ucapan ummah huuu" ucap Vreya protes


"dan jika bukan anak Ririn jodohnya, seberjuang apa pun anak Vreya nanti, tetap tak akan bersatu" ucap kyai Hamdan


"hahaha dengerin tuh kalimat Abah" ucap Ririn menertawakan Vreya yang menampilkan wajah kesalnya


"perempuan atau laki laki Yan?" ucap Ning Izah


"kan Erina tadi sudah bilang cantik, berarti perempuan lah mbak" ucap Gus Sofyan menjawab


"Alhamdulillah..semoga keluarnya sehat ya sayang" ucap Vania mengelus perut Aisyah dan Ririn bersamaan


"amin" ucap Aisyah dan Ririn bersamaan


tak lama kemudian, masuklah seorang suster


"maaf, ruangan rawat tak boleh mengundang banyak orang. hal itu dapat mengganggu kesehatan pasien yang lain. di mohon untuk keluar segera" ucap perawat itu kemudian pergi menutup pintu kembali


"apaan sih..main ngusir ngusir aja..nggak ada kerjaan ya?" ucap Vreya menatap pintu yang sudah tertutup


"ane beli rumah sakit ini" ucap Lia kesal

__ADS_1


"sudah sudah tak perlu gaduh..lebih baik kita pulang sekarang. lagian benar juga ucapan suster itu. Izah dan pasien yang lain butuh istirahat" ucap Vania yang disetujui oleh semua orang di dalam ruangan


mereka pulang kembali ke hotel. mereka booking hotel di Semarang supaya bisa menjenguk bayi Ning Izah dan mengadakan acara tasyakuran di rumah kyai Hamdan.


__ADS_2