Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 116


__ADS_3

keesokan harinya sesuai rencana, mereka berangkat dari pesantren pukul 06.00 WIB. hal itu menghindari adanya kemacetan di jalan menuju air terjun tersebut.


berangkat dengan empat bis VVIP dan empat mobil mewah di depannya. Deni, Syakira, Reno, Angga dan Vania berada dalam satu mobil Rolls Royce. sedangkan Aisyah, Rehan, Vreya dan Firman berada dalam satu mobil BMW keluaran terbaru.


Rolls Royce



BMW



Gus Sofyan dan Ririn hanya berdua di dalam mobil Ferrari berwarna ungu, seolah menjadi pengantin baru lagi yang tak ingin di ganggu. apa kabar dengan kedua jomblo yang kini dalam satu mobil? Lia dan Rere yang juga tak mau kalah, dengan pasangan yang lainnya. mereka hanya berdua menikmati kejombloannya di dalam mobil Lykan Hypersport berwarna silver


Ferrari



Lykan Hypersport



"gila sih ini kak. mobilnya nggak kalah bagus dari mobil depan" ucap Rere terus memuji keindahan mobil sport yang ia duduk sekarang


"ya lah. kan baru beli kemarin. gimana sih" ucap Lia terus fokus pada menyetirnya


"beli kemarin? kapan? kenapa kok beli lagi?" pertanyaan Rere bertubi tubi


"sebelum tidur aku gabut banget kan. aku cari beberapa baju dan yang lain lain, nggak ada yg cocok. sampai akhirnya Nemu nih foto mobil. jadi ya ku beli lah. gitu doang ceritanya" ucap Lia santai


"terus kenapa beli lagi? bukannya mobil yang di hotel juga baru di beli tiga bulan yang lalu ya?" Rere mengerutkan keningnya


"pengen ngabisin duit" ucapnya santai sembari membuka kacamata yang sedari tadi bertengger di hidung mancungnya


"oh ya udah..keren sih mobilnya" ucap Rere terus memuji


"eh tapi kakak tau nggak?" ucap Rere yang hanya mendapat gelengan kepala dari Lia

__ADS_1


"mbak snake ikut loh ke air terjun ini" ucap Rere


"jadi?" ucap Lia santai


"ih kok nggak kaget sih..kan Rere bawa berita meresahkan" ucap Rere kesal


"mereka nggak ikut" ucap Lia sembari mengunyah permen karet santai


"lah. sok tau deh" ucap Rere mengernyitkan keningnya


"nggak percaya ya udah" ucap Lia tak ambil pusing


"terus kalau emang benar yang Kakak omongin, kakak tau dari mana kalau mereka nggak ikut?" ucap Rere memandang Lia bingung


"karena aku yang ngurung mereka di gudang pesantren" ucap Lia terus fokus menyetir dan mengunyah


"hah? beneran nih?" ucap Rere terkejut


"lebay deh. aku nggak pernah bohong dengan omongan sendiri Re" ucap Lia terhenti


"tapi ya kalau percaya atau nggak, itu tergantung kamu sih. lihat aja nanti" sambung Lia kemudian menekan tombol merah di sebelah setir. hingga bagian atap mobil terbuka secara otomatis


"aku nggak tau ya, kamu ini polos atau emang bego sih jadi anak" ucap Lia mulai kesal


"aku ngurung mereka supaya mereka tak mengikuti acara ini. aku takut kehadiran mereka berdampak buruk pada bumil bumil kita" ucap Lia menjelaskan


"oh gitu. ya udah sih bagus juga idenya" ucap Rere memberikan jari jempol kanannya


*******


"hooamm" tubuh langsing itu kini menggeliat karena sinar matahari yang mengganggunya tidur


wanita cantik itu mengerjapkan matanya beberapa kali, guna menetralkan cahaya yang masuk ke dalam pupil matanya


"hah? aku di mana? kenapa aku di sini?" ucap Arumi yang tersadar dari tidurnya


ia menoleh ke kanan dan kirinya. terdapat Mita, Fitria dan Adel juga di dalam ruangan kotor itu

__ADS_1


"woi kalian. bangun lah cepat..kita tak berada di kamar" ucap Arumi berusaha membangunkan mereka bertiga yang tertidur pulas di sana


"bangun sialan! kita terlambat mengikuti acara pesta Vreya dan Firman. cepat bangun!" ucap Arumi sedikit berteriak


mereka bertiga bangun secara bergantian dan terkejut karena mereka tak berada di kamar yang semalam ia tidurii


"kok kita di sini mbak?" ucap Adel dengan mata yang masih mengerjap


"masa aku tau! cari tau sendiri lah" ketus Arumi


"pasti Ririn yang merencanakan ini" ucap Mita menuduh


"iya lah. kalau bukan dia siapa lagi" ucap Fitria kesal


"semua ini gara gara kamu Mit" ucap Arumi menyalahkan


"lah mbak kok nyalahin Mita? emang salahku apa?" ucap Mita tak terima


"coba aja kamu nggak tidur setelah sholat subuh. hal ini tak akan terjadi, tau nggak?!" bentak Arumi


"kalau aja mbak Arumi juga nggak tidur setelah sholat subuh, kita nggak akan berada di ruangan kotor ini mbak" ucap Mita


"berani kamu ya!" ucap Arumi menjambak rambut sekaligus hijab Mita hingga terlepas


hal yang di lakukan Mita dan Arumi segera di lerai oleh Fitria dan Adel. terlihat Arumi yang menjambak rambut Mita sangat kuat, hingga sulit untuk melerai mereka


"apaan sih mbak. sakit tau!" kesal Mita setelah rambutnya telah terlepas dari tangan Arumi


"itu sebagai hukuman karena kamu sudah menentang senior!" ucap Arumi tinggi


"udah udah! kalian apaan sih! yang harus kita lakukan adalah mencari jalan keluar! bukan malah saling menyalahkan seperti ini" ucap Fitria menengahi


"ya coba aja dia nggak tidur dan jaga kamar, hal ini nggak akan terjadi" ucap Arumi terus tak mau berhenti berdebat


saat mau menjawab omongan Arumi, Fitria segera mendahului, supaya pertengkaran mereka tak lagi di lanjutkan


"sudah mbak! sudah mit! kalian kayak anak kecil aja. bukankah kita sudah memikirkan beberapa misi untuk kali ini?! kita harus cari jalan keluar secepatnya!" bentak Fitria

__ADS_1


tak lama kemudian, mereka menemukan cara untuk keluar dari gudang ini. yaitu dengan cara merusak pintu gudang yang terlihat sangat kokoh itu.


__ADS_2