Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 53


__ADS_3

Setelah mereka berjalan sedikit jauh,,sampai lah mereka di kamar asrama Ririn and the geng


"assalamualaikum" ucap Aisyah membuka pintu


"waalaikumsalam" ucap Ririn Lia dan Vreya bersamaan


"oke sekarang kita duduk dulu dan ceritakan apa yang terjadi tadi. sebenarnya mbak juga penasaran sih hehe" ucap Aisyah


"iya iya Ririn ceritakan ya..jadi tadi itu Ririn di ajak masuk sama Gus Sofyan.. terus di tanya tanya sama Abah Hamdan dan tadinya sih mau di ajak makan malam bareng mereka..tapi aku kasian sama kalian takutnya kalian habis di Makan nyamuk haha" ucap Ririn tertawa


"iya tu kamu jahat tau nggak..cobak liat nih kaki tangan aku semuanya bentol gara gara di gigit nyamuk tadi hufh" gerutu Vreya


"ehehe maaf lah' ucap Ririn


"lah terus gimana kamu sama Gus Sofyan?" tanya Lia


"berhasil?" sambungnya lagi


"he em" ucap Ririn mengangguk dan tersenyum bahagia


"waaahh gemes deh..kapan nikahnya?" tanya Aisyah


"nikah? masih jauh lah mbak" ucap Ririn


"eh iya tadi lupa nggak ngasih tau ini" ucap Ririn


"ngasih tau apa?" tanya Vreya


"ngasih tau tentang ini..tentang Ririn yang masih mau ngejar impian sebelum nikah" ucap Ririn


"oh ya udah lah omongin besok saja" ucap Lia


"he em tu bener..bobok yok" ucap Vreya kemudian berbaring di kasurnya


"ya sudah selamat malam semua" ucap Lia dan kemudian mereka tertidur

__ADS_1


*******


"jadi begini rasanya kalau sedang jatuh cinta? ah serasa kayak orang gila ya" ucap Gus Sofyan


tok..


tok..


"mbak masuk ya" ucap Ning Izah


"iya mbak' ucap Gus Sofyan


"wahh nggak nyangka mbak kalau kamu bisa secepat itu" ucap Ning Izah


"apa?" Gus Sofyan pura pura tak tau


"dih sok sok an nggak tau pula..mbak nggak nyangka kamu bakalan secepat itu memberitahukan kepada Abah dan ummah


"yaa..suka suka Sofyan juga wlee" ucap Gus Sofyan dengan mengeluarkan lidahnya


"mbak!" ucap Gus Sofyan


"oh iya.. waktu kamu nggak ada di rumah..ada temen kamu yang kesini..tapi mbak lupa ngasih tau kamu waktu itu..hmm namanya.." ucap Ning Izah tampak seperti berfikir


"Muslim Anwar" ucap Gus Sofyan


"nah iya itu..dia orangnya" ucap Ning Izah


"iya kemaren dia dah kesini waktu mbak ke pasar..tapi sepertinya dia tertarik sama sahabatnya Erina deh mbak" ucap Gus Sofyan


"sahabat yang mana?" tanya ning Izah


"setau mbak sahabatnya Ririn itu ada tiga nih..yang mana satu?" tanya ning Izah


"yang namanya Lia itu loh mbak' ucap Gus Sofyan

__ADS_1


"hmm yang mana ya" ucap Ning Izah memandang langit kamar Gus Sofyan


'besok mbak ada jadwal di kelasnya Erina nggak?" tanya Gus Sofyan


"sepertinya ada sih jam pertama" ucap Ning Izah


'nah pas besok mbak ke kelasnya Erina..saat absen mbak pasti tau yang mana yang namanya Lia" ucap Gus Sofyan


"seperti apa anaknya?" tanya ning Izah


"sifatnya hampir sama seperti Erina sih..soalnya kan mereka itu sahabatan mulai dari kecil. bahkan nih ya keluarganya mereka juga sahabatan mulai kecil. jadi kayak sahabat turun temurun gitu haha" ucap Gus Sofyan tertawa


"emang lucu?" tanya ning Izah


"iya" ucap Gus Sofyan


"nggak tuh biasa aja menurut mbak" ucap Ning Izah


"ya sudah lah mbak mau tidur dulu..papay" ucap Ning Izah


"eh mbak tunggu!" ucap Gus Sofyan menghentikan langkah Ning Izah


"kenapa?" tanya ning Izah


"papay? mbak denger dari mana?" tanya Gus Sofyan


"dari calon adik ipar hahaha" ucap Ning Izah kemudian pergi meninggalkan kamar adiknya itu


"ah dasar!" ucap Gus Sofyan berdiri kemudian menutup pintu kamarnya


Gus Sofyan berbaring di atas tempat tidurnya 'kira kira Erina ngapain ya?" tanya Gus Sofyan namun tak mendapat jawaban dari siapa pun


"apakah di sudah tidur?" sambungnya


"hmm masak iya dia sudah tidur sih..bukannya ini tak terlalu larut untuknya tertidur?" ucapnya lagi

__ADS_1


"ah sudah lah ngapain juga aku mikirin Erina yang masih belum mahram aku..ya Allah ampuni hamba mu ini ya Allah" ucap Gus Sofyan kemudian tertidur menjemput pagi


__ADS_2