Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 56


__ADS_3

"assalamualaikum" sapa Vino saat melihat Gus Sofyan yang masih berdiri di dekat gerbang pesantren


"waalaikumsalam" ucap Gus Sofyan


"ngapain?" ucap Vino


"berdiri aja bang" ucap Gus Sofyan


"duduk di sana yuk" ajak Vino


"ah iya" ucap Gus Sofyan kemudian mereka duduk di kursi yang berada di dekat gerbang pesantren


setelah sekian lama hening tak ada suara,,akhirnya Gus Sofyan memulai pembicaraan terlebih dahulu


"maaf" ucap Gus Sofyan


"kenapa?" tanya Vino


"karena sudah buat tak sopan sama Abang. hingga berani melukai wajah Abang" ucap Gus Sofyan


"ah nggak papa kok ini sudah biasa" ucap vino


"maaf bang" ucap Gus Sofyan


"kamu suka sama adik saya kan" ucap Vino dan tak mendapat jawaban dari Gus Sofyan


"sudah tak perlu malu malu seperti itu. saya tau kok kamu Suka sama adik saya" ucap Vino


"kok Abang bisa tau? Erina sudah ngasih tau Abang duluan ya?" ucap Gus Sofyan


"nggak. Ririn nggak ada ngasih tau apa apa kok" ucap vino


"kan saya sudah bilang kalau saya sering dapat perlakuan seperti yang kamu lakukan itu" sambungnya


"maksud Abang?" ucap Gus Sofyan


"ya saya sudah sering dapat perlakuan seperti itu dulu. semua cowok yang suka sama kedua adik saya melakukan hal yang serupa saat melihat saya berduaan dengan Ririn maupun Rere" ucap Vino

__ADS_1


"saat itu saya melawan mereka karena saya tak mau adik saya bersama dengan orang yang salah" sambungnya


"lalu kenapa Abang tadi tak melawan saat saya memukul Abang?" ucap Gus Sofyan


"karena saya tau Ririn juga suka sama kamu. dan saya tak ingin melukai perasaan adik saya" ucap Gus Sofyan


"seharusnya Abang juga pukul saya tadi. jika seperti itu saya tak merasa hanya sayalah yang bersalah" ucap Gus Sofyan


bughh..


bughh..


"awh" ucap Gus Sofyan


"sudah kan? jangan merasa bersalah lagi,, karena saya sudah memukul kamu" ucap Vino


"awh iya bang sakit" ucap Gus Sofyan


"haha itu nggak seberapa sih. asal kamu tau aja ya,,saya dulu pemilik sabuk hitam dalam taekwondo..jadi pukulan saya yang tadi masih belum apa apa..beruntunglah kamu" ucap Vino


"iya bang nggak sakit kok" ucap Gus Sofyan tersenyum miris


"Abang ngasih izin saya dengan Ririn?" ucap Gus Sofyan


"apa maksud kamu ngasih izin? ya tentu lah saya ngizinin karena adik saya sudah jatuh cinta terlebih dahulu sama kamu. maka dari itu jangan pernah sakiti dia" ucap Vino dengan menepuk pundak Gus Sofyan


"yuk masuk" sambungnya kemudian masuk ke rumah kyai Hamdan dengan di ikuti oleh Gus Sofyan di belakangnya


*******


Ririn telah sampai di kamar asramanya. raut wajahnya tak tertebak. dia merasa kecewa karena Gus Sofyan telah memukul Abang yang sangat ia sayangi. Ririn juga bahagia karena ucapan Gus Sofyan tadi sebelum ia pulang.


"hahh ingin aku memaafkan tapi sulit banget. kenapa sih dia tu langsung pukul pukul aja gitu. tanpa minta penjelasan aku juga ah bete deh" gerutu Ririn


"Abang juga..bukannya dia udah dapat sabuk hitam dalam taekwondo ya..masih aja nggak ngelawan pas di pukul ustadz tadi..buat tambah bete kan" ucap Ririn


"sudah lah Rin lupain aja lagian kan Abang kamu nggak kenapa Napa" ucap Aisyah yang ternyata belum tidur

__ADS_1


"astaghfirullah mbak Ririn kaget.. tapi kan Abang wajahnya memar memar tadi" ucap Ririn


"iya tapi kan sudah kamu obati tadi" ucap Aisyah


"tapi tetep aja Ririn sebel mbak" ucap Ririn


"sudah lah sudah. tidur gih besok bangun pagi ke sekolah" ucap Aisyah


"iya iya good night mbak" ucap Ririn kemudian berbaring di atas tempat tidurnya


"hmm" ucap Aisyah


*******


"jadi bagaimana nak Reno? apakah kamu memberi izin kepada anak saya untuk menjadi pendamping hidup Erina Angel Putri Fahriza?" ucap kyai Hamdan


Reno tersenyum "saya sangat merasa terhormat sekarang bah" ucap Reno


"jika saya sih iya iya saja. itu tergantung pada yang akan melakukan kelanjutannya. jika Ririn mau dan setuju untuk bersama Sofyan,,ya saya juga akan setuju" ucap Reno


"ya sudah kalau begitu kita tanyakan Erina saja langsung" ucap Gus Sofyan berdiri hendak menjemput Ririn


"hey adik saya sudah tidur" ucap Vino menarik Gus Sofyan duduk kembali


"ah iya kah?" ucap Gus Sofyan


"ya iya lah. jam segini mah udah waktunya kak Ririn tidur kak. udah kita tanyakan besok saja" ucap Rere


"iya bener. kita tanyakan besok saja yan. kamu yang sabar dikit lah kok buat malu mbak aja sih" ucap Ning Izah


semua orang tertawa dengan tingkah laku Gus Sofyan yang tak bisa sabar menunggu


"haha sabar dong kak..besok juga bisa ketemu kan haha" ucap Rere tertawa puas


"aissh kenapa harus ketahuan begini sih..kan harusnya saya tadi pura pura sabar saja. kan jadi malu kan kan kan..ah pura pura tak tau apa apa aja lah" ucap Gus Sofyan dalam hati dan berusaha mengontrol dirinya kembali


"ya sudah kalau begitu kalian istirahat saja. saya sudah mempersiapkan kamar masing masing untuk kalian. selamat istirahat" ucap kyai Hamdan

__ADS_1


"baiklah bah. kami permisi" ucap Reno mewakili kedua anaknya


mereka pun istirahat di kamar masing masing,,merangkai mimpi dan terlelap untuk menyambut matahari pagi di hari esok


__ADS_2