Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 71


__ADS_3

"Apa yang harus kita lakukan?" ucap Reno panik


"ayah tenang dulu ya biar dokter Riko mengobatinya dengan tenang" ucap Vino memenangkan ayahnya


"dia akan baik baik saja kan?" ucap Reno panik


"iya ayah kita berdoa saja" ucap Vino


"ayah takut terjadi hal hal aneh Vin" ucap Reno


"ayah tenang dulu ya. jangan panik dan jangan negatif thinking dulu. kita yakin Rere tak akan kenapa Napa" ucap vino menenangkan Reno


tak lama kemudian,,dokter Riko keluar dari ruang UGD. vino dan Reno yang tengah khawatir segera menghampiri dokter Riko dengan wajah paniknya


"gimana keadaan Rere dok?" ucap vino


"terjadi penyumbatan darah di jantungnya. pasien harus segera di operasi. karena khawatir keadaannya semakin parah" ucap dokter Riko


"lalu keadaan pasien sekarang gimana?" ucap Vino


"saya sudah menyuntikkan cairan ke dalam tubuh Rere. cairan tersebut berfungsi hanya beberapa waktu saja. saya harap pihak keluarga segera menyetujui tindakan operasi" ucap dokter Riko


"setelah tiga tahun penyakit Rere tak kambuh,,kenapa hari ini dia mengalaminya lagi?" ucap Reno


"selama tak ada tindakan lanjut,,kejadian seperti ini akan terjadi kepada tubuh pasien pak" ucap dokter Riko


saat mereka berbincang tentang penyakit Rere,,tak lama kemudian seorang perawat keluar dari ruang UGD


"permisi dok. pasien atas nama Reina sudah sadar" ucap perawatan tersebut


"iya terima kasih sus" ucap dokter Riko kemudian beralih menatap vino dan menganggukkan kepalanya pelan


Reno dan vino masuk ke ruang UGD. mereka ingin bertemu dan membicarakan tentang operasi ini dengan Rere


"ayah" ucap Rere lemah


"iya sayang. ada yang sakit?" ucap Reno mengelus rambut Rere


Rere menggeleng pelan "kata ayah penyakit Rere sudah sembuh. ternyata belum sembuh total ya" ucap Rere dengan tersenyum tipis


Reno menangis dengan tetap menggenggam tangan Rere "maafin ayah nak hiks. ayah juga tak tau kalau penyakit kamu belum sembuh total hiks hiks" ucap Reno


"nggak papa yah Rere faham. sekarang apa yang harus dokter lakukan untuk menyembuhkan Rere?" ucapnya lemah


"dokter Riko menyarankan kami untuk mengoperasi kamu Re. kami akan melakukan operasi guna memberhentikan penyumbatan di jantung kamu" ucap vino


"Rere akan di operasi?" ucap Rere


"Rere mau? Rere siap?" ucap Reno


"kalau hal ini bisa mempermudah,,Rere siap kok yah" ucap Rere tersenyum


"tapi Rere mau dokter vino yang mengoperasi Rere" ucap Rere tersenyum menatap abangnya

__ADS_1


vino tersenyum menahan air matanya "baiklah kalau keinginan pasien seperti itu. saya akan berusaha melakukan yang terbaik" ucap Vino


"kapan?" ucap Rere


"sebentar lagi. Abang mau bicara dengan dokter Riko dan tim operasi dulu" ucap Vino tersenyum


"oke dok" ucap Rere terkekeh


Vino berlalu meninggalkan Rere dan Reno yang masih berada di ruang UGD. ia hendak memberitahukan kepada tim operasinya bahwa sebentar lagi mereka akan melaksanakan Operasi.


*******


"tolong dok tolong istri saya mau melahirkan" ucap seorang lelaki kepada seorang dokter yang tengah duduk di dalam ruangannya


"iya pak iya sabar dulu ya. mari bu saya bantu" ucap dokter itu sembari membatu seorang wanita yang akan segera melahirkan untuk berbaring di Brankar


"tolong segera siapkan alat bersalin sus. biar saya yang nangani ini" ucap dokter tersebut kepada seorang perawat yang akan membantunya


"ibu masih dengar suara saya kan. usahakan jangan menutup mata ya bu. tarik dan buang nafas secara teratur ya jangan panik" ucap dokter itu dengan menenangkan kondisinya


setelah mempersiapkan alat untuk bersalin,,dokter tersebut membantu proses persalinan wanita itu.


"Alhamdulillah" ucap semua orang yang ada di dalam ruangan setelah melihat bayi telah keluar dengan sehat


"selamat ya Bu anaknya laki laki" ucap dokter itu.


"makasih Bu dokter" ucap ibu itu dengan tersenyum


dokter yang membantu persalinan seorang ibu itu adalah Aisyah. kini ia telah mewujudkan keinginannnya menjadi seorang dokter kandungan. dokter cantik ini telah menjadi tunangan seorang pengusaha sukses. satu tahun yang lalu, Rehan melamar Aisyah tepat di depan kyai Hamdan dan umi Hamidah


*******


"selamat datang boss" ucap seorang pegawai restorannya


Vreya membalas sapaan pegawai itu dengan senyuman manis "gimana dengan resep barunya?" ucapnya


"Alhamdulillah,,karena masakan baru ini restoran kami jadi lebih banyak costumer boss" ucap pegawai itu


"Alhamdulillah. jangan lupa selalu ramah kepada pelanggan dan jaga ibadahnya ya" ucap Vreya berjalan menuju ruangannya


"hufh lama banget aku nggak ada kabar dari Lia Ririn dan mbak Aisyah. gimana ya perkembangan mereka" ucap Vreya yang telah duduk di kursi ruangannya


"apa aku telfon aja ya mereka. tapi memangnya kontak mereka tetap yang itu?" ucapnya sendiri


"ah coba aja lah" ucap Vreya mulai memainkan handphone nya berniat menelfon Lia


tutt


tutt


tutt


Vreya tersenyum karena telfonnya masih tersambung ke kontak Lia yang dulu,,pertanda dia tak mengubah nomor telfonnya

__ADS_1


*******


"permisi nyonya,,ada telfon atas nama Vreya. apakah harus saya terima?" ucap seorang wanita kepada Lia sembari memberikan handphone kepadanya


"Vreya?" ucap Lia sedikit berfikir


"oh Vreya curut..sini sini" ucap Lia mengambil handphone nya


Lia menggeser tombol hijau pada handphone nya. "hallo assalamualaikum" ucap Lia


"waalaikumsalam Li" ucap Vreya


"aaaaaaa ternyata nomor kamu masih belum berubaahhh senangnyaaaa" ucap Vreya heboh


"ishh apaan sih alay banget deh. berisik tau nggak" ucap Lia tersenyum


"dengar dengar ada pemilik restoran terkenal nih. gimana usahanya?" ucap Lia


"kalau sudah terkenal,,memangnya harus ada pertanyaan gimana? ya sukses lah Alhamdulillah" ucap Vreya terkekeh


"Alhamdulillah" ucap Lia


"kamu harus coba masakan terbaru restoran aku deh pokoknya the best rasanya" ucap Vreya


"haha iya iya nanti kalau ada waktu aku kesana bareng yang lainnya" ucap Lia


"gimana kamu yang sekarang?" ucap Vreya


"yang pasti tambah imut loh ya. aku sekarang sudah jadi nyonya direktur tau nggak. direktur utama di perusahaan papa" ucap Lia


"waahh keren. semoga sukses buk direktur" ucap Vreya


"hahaha amin amin" ucap Lia terkekeh


"eh iya gimana keadaan mbak Aisyah dan Ririn?" ucap Vreya


"mbak Aisyah sudah jadi dokter kandungan dan sudah jadi tunangannya Partner bisnis aku" ucap Lia


"partner bisnis? siapa ngab" ucap Vreya


"kamu inget Rehan nggak? ketua kelas di kelas kita dulu" ucap Lia


"Rehan?" ucap Vreya berfikir


"oh iya Rehan ketua kelas itu kan.. waahh keren ya mbak Aisyah bisa di dapetin cogan kayak Rehan" sambungnya


"kalau Ririn gimana? asli aku nggak dapat kabar sama sekali dari kalian loh guys. miris banget nggak sih idup ni" ucap Vreya


"haha emang dari dulu hidup mu miris Vre. kalau Ririn sih setauku mau pulang sebentar lagi. itu sih kabar terakhir yang aku tau" ucap Lia


"oh ya udah nanti kalau kita sudah lengkap,,kalian datang ke restoran aku ya" ucap Vreya


"iya iya pasti" ucap Lia

__ADS_1


"ya udah dulu ya aku harus meeting nih..pay assalamualaikum" sambung Lia


"yaelah yang sudah jadi nyonya Presdir sibuk banget. ya udah waalaikumsalam" ucap Vreya kemudian menutup telfonnya


__ADS_2